Buruh Pertamina di Balongan Masih Mogok

Headline News / Olahraga / / Sabtu, 20 Maret 2010 12:16 WIB

Metrotvnews.com, Indramayu: Ratusan buruh Pertamina dari seluruh produksi yang ada di area eksplorasi produksi region Jawa, Sabtu (20/3) hari ini, masih melanjutkan mogok kerja. Ini merupakan hari mogok yang keempat.

Aksi mogok  massal dilakukan dengan memblokir seluruh unit kerja yang ada di kawasan Balongan. Mereka juga menggelar orasi tepat di depan pintu gerbang utama stasiun pengumpul minyak mentah. Akibatnya, aktivitas produksi minyak mentah dari sejumlah daerah lumpuh total.

Aksi buruh ini mendapat dukungan dari para pekerja kontrak yang bekerja di unit-unit pengisian elpiji, unit pemasaran dan unit drilling lepas pantai. Untuk mengantisipasi aksi anarkis, Polwil Cirebon menyiagakan kendaraan water canon di sekitar lokasi aksi. Polisi juga mengerahkan pasukan dari Brimob Polda Jawa Barat dan Polres Indramayu untuk menjaga instalasi minyak milik negara itu.

Mereka mogok kerja ini karena hingga kini belum ada keputusan perbaikan kesejahteraan dan pengupahan buruh migas. Menanggapi aksi ini, Asisten Manager Humas Pertamina EP Region Jawa Dian Hapsari Firasati mengatakan, kewenangan soal pengupahan pekerja kontrak berada di Pertamina pusat. Para pekerja kontrak mengancam tidak akan masuk kerja sebelum ada putusan yang berpihak kepada buruh. (DOR)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *