Inilah Sejarah Hari Buruh
Metrotvnews.com, Jakarta: Jika tidak ada May Day, mungkin buruh tidak akan pernah punya libur dalam tujuh hari kerja. Bisa jadi pula buruh harus menghabiskan 20 dari 24 jam dalam sehari untuk bekerja. Itu semua tinggal cerita setelah mereka memiliki Hari Buruh.
Buruh selalu memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei. Di tanggal serupa, seluruh dunia serempak memperingati May Day. Aksi buruh pun identik dengan unjuk rasa. Di Manila, Filipina, ribuan buruh turun ke jalan. Mereka menuntut keselamatan kerja di tengah kenaikan harga pangan dan bahan bakar. Aksi dan tuntutan serupa terjadi pula di Eropa dan Amerika. Begitu pula buruh di Rusia, Bosnia, Irak, Timur Tengah, dan Hongkong.
Ini merupakan lanjutan perjuangan buruh sejak awal abad 19. Kala itu perkembangan industri di Eropa Barat dan Amerika Serikat mengorbankan hak kaum buruh. Dengan bekerja hingga 20 jam sehari buruh diupah minim. Belum lagi perlakuan buruk dari perusahaan.
Pada 1 Mei 1886, sedikitnya 400 ribu buruh di Amerika Serikat berunjuk rasa besar-besaran. Mereka menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam. Sejak itu resmi pula 1 Mei sebagai Hari Buruh. Ini menjadi awal inspirasi aksi buruh dan terbentuknya serikat buruh di berbagai negara.(*****)



