Ini Wawancara dengan Calon Bos KPK Busyro Muqoddas

Breaking News / Polkam / Jumat, 27 Agustus 2010 14:01 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqoddas menilai semangat kebanyakan penegak hukum untuk menangani korupsi terbilang rendah. Terbukti dari tuntutan-tuntutan jaksa yang umumnya rendah. Ditambah putusan hakin yang membebaskan sejumlah koruptor tanpa alasan jelas. Pernyataan Busyro disampaikan melalui telepon dalam Breaking News Metro TV yang dipandu presenter Gadiza Fauzi, Jumat (27/8).

Busyro terpilih bersama Praktisi Hukum dan Akademisi Bambang Widjojanto. Nama mereka diserahkan Ketua Panitia seleksi yang juga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden, Jakarta, hari ini. Berikut perbincangan Busyro dan presenter Metro TV Gadiza Fauzi:

Gadiza: Setelah kemarin melakukan wawancara selama satu jam dengan Panitia Seleksi Calon Ketua KPK, apakah ada rasa-rasa Anda akan terpilih?
Busyro: Sama sekali nggak. Karena Saya tidak lebih dari mengikuti proses. Selanjutnya menjadi kewenangan Panitia Seleksi. Saya tidak mengikuti secara aktif.

Gadiza: Bapak, ketika Anda terpilih, apakah siap menempati posisi Ketua ataupun Wakil Ketua. Karena Pak Patrialis mengatakan belum ada peringkatnya?
Busyro: Ya, untuk ketua maupun bukan ketua buat saya tidak begitu ada perbedaan signifikan. Yang penting kepemimpinan kolegial sama-sama kita lakukan di sana.

Gadiza: Bapak kemarin sempat ditanyakan, dalam seleksi anggota KY Anda dicurigai melakukan nepotisme. Banyak kerabat yang anda masukkan?
Busyro: Terkait penerimaan calon PNS di Kantor Komisi Yudisial (KY), ada beberapa  pegawai yang masuk dan punya hubungan keluarga dengan dengan jajaran kesekjenan. Tapi tidak mengenai diri saya. Dari awal Saya menjaga ketat tak satupun keluarga, saudara, kerabat jadi pegawai di KY.  Setelah itu, Saya membuat keputusan cukup kencang dalam bentuk Nota Dinas Seleksi Calon Pegawai Negeri di KY. Mulai tahun lalu, tidak bisa lagi dihubungkan dengan pertimbangan kekerabatan. Hasilnya Alhamdulillah tidak ada satupun yang punya hubungan keluarga.

Gadiza: Ada kekhawatiran kepemimpinan Anda tidak tegas. Bagaimana tanggapan Anda?
Busyro: Bukan soal tegas. Gaya kepemimpinan saya dinilai terlalu kurang vulgar. Saya memang memilih profil kepemimpinan yang soft dan humble .

Gadiza: Adanya aturan seperti diberikan grasi dan remisi kepada koruptor? Bagaimana Sikap pribadi Anda?
Busyro: Grasi dan remisi diatur Undang-Undang. Karena akhir-akhir ini menimbulkan perdebatan publik, sebaiknya dibuat revisi. Saya sendiri sudah menyiapkan bahan-bahan untuk mengusung revisi. Juga UU yang terkati dengan bagaimana satu sistem penciptaan Good Governance itu berjalan dengan legalitas hukum yang bagus. Saya percaya sepenuhnya kepada pemerintah dan DPR untuk bisa mengagendakan sejumlah revisi UU secara sistemik dan meyeluruh.

Gadiza: Apa yang harus direvisi?
Busyro: Keseluruhan memang harus dievaluasi. Bangunan-bangunan filsafat, kemanusiaan, dan penegakan hukumnya harus jelas di dalam pertimbangan. Pasal-pasalnya mencerminkan pertimbangan itu. Yang intinya, remisi dan grasi harus jelas ukurannya.

Gadiza: Apa ukuran yang tepat?
Busyro: Satu sisi mempertimbangkan efek jera terhadap pelaku korupsi, sisi lain mempertimbangkan aspek-aspek menghormati hak asasi manusia. Bagaiman memasdukan dua hal itu yang perlu seni tersediri di rumusannya. itu soal teknis aja.

Gadiza: Apakah tepat bila remisi koruptor ditiadakan?
Busyro: Untuk koruptor yang tingkat korupsinya benar-benar kriminal dan mengorbankan masyarakat secara luas, grasi dan remisi sebaiknya tidak ada.

Gadiza: Apakah hal-hal yang Anda rasa kurang di KPK?
Busyro: Yang sudah dilakukan KPK dua periode ini sudah cukup bagus. Tentu Kekurangan-kekurangan itu wajar. Dari apa yang sudah dilakukan, saya mengapresiasi kekurangan atau catatan itu lah yang menjadi misi kepemimpinan siapapun yang terpilih. Saya optimistis bisa bekerjasama dengan siapapun juga.

Gadiza: Apakah Anda merasa Penuntutan koruptor lamban?
Busyro: Masih lambat. Dari proses penegakan hukum bukan saja lambat, tapi semangat kebanyakan penegak umum masih rendah. Terbukti dari tuntutan2 jaksa yang pada umunya rendah dan keputusan hakim yang membebaskan tanpa alasan jelas. Itu semuanya harus ditata ulang.

Gadiza: Apakah Anda siap mempertaruhkan nyawa dan terisoloasi dari kehidupan sosial?
Busyro: Begitu saya memutuskan mendaftar, InsyaAllah secara totalitas Saya lakukan. Soal nyawa kembali kepada doktrin iman. Dimanapun juga maut bisa ditentukan oleh yang Maha Menentukan, yaitu yaitu Allah.



Bookmark and Share

KOMENTAR [1]

  • ANDRE, Jumat, 27-Agustus-2010

    SEGERA USUT REKENING PARA JENDRAL

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *