Satu Lagi Korban Kerusuhan Buol Meninggal
Metrotvnews.com, Buol: Korban kerusuhan di Buol, Sulawesi Tengah, terus bertambah. Korban baru bernama Supriyadi, 26 tahun, Sabtu (4/9) pukul 07.35 waktu Indonesia tengah, menghembuskan nafas terakhir. Supriyadi yang tertembak di perut sempat menjalani perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah Buol.
Keluarga Supriyadi yang mendengar berita kematian itu langsung datang ke rumah sakit. Demikian pula rekan kerja korban. Isak tangis mewarnai proses pemulangan Supriyadi ke rumah duka di Desa Diati, Kecamatan Bukal, Buol. Rencananya, jenazah akan dimakamkan hari ini juga.
Supriyadi tertembak polisi saat terjadi bentrok antara aparat dengan warga, 31 Agustus lalu. Hingga saat ini masih ada enam korban luka yang dirawat di Rumah Sakit Buol, satu satunya yang bernama Firman kondisinya kritis.
Kerusuhan di Buol dipicu oleh kematian seorang warga di tahanan yang diduga dianiaya polisi. Tidak terima dengan kematian itu, warga beramai-ramai menyerbu. Tidak kurang delapan orang meninggal dan puluhan orang lainnya terluka. (DOR)




klo di philipine 8 tewas krn hijacked bus diserbu polisi amatiran, klo di indonesia ditembaki polisi gemblung yg mau nutupi bobroknya!
semakin lama kok semakin kejam polisi2 ini.letakan POLRI di bawah DEPDAGRI.agar tidak arogan dan jadi lembaga yang superior.senjata untuk melindungi rakyat kok malah untuk membunuh rakyat
Polisi lagi..polisi lagi, memang aparat hukum yg satu ini sll bikin masalah...!!! dari mulai tingkat atas sampai bawahnya ga pernah benar..
yg salah dua2nya. Harusnya polisi tahu kalau rakyat indonesia skrng ini suka dengan yg namanya amuk masa, hal sepelepun bisa menjadi pemicu perkelahian antar kampung ,desa, pelajardlsbg. Mental bangsa kt sedang sakit. oleh krn itu, kalau ada pelanggaran di kepolisian, atasannya harus cepat mengambil tindakan dng tujuan masalahnya tidak masuk angin. Kalau sampai terjadi spt yg di Buol, korban harus terima krn itu konsekwensinya mlkk amuk masa dan untuk polisinya segera diambil tindakan sampai tingkat Kapolresnya.
indonesia bikin polisi baru lagi dengan orang-orang yang jujur,berhati nurani dan punya iman.pasti tidak akan adakasus seperti ini lagi