

<rss version="2.0">
	<channel>
        <title>METRO TV NEWS HUKUM</title>
        <link>http://www.metrotvnews.com/</link>
        <description>Metrotvnews Indonesia News Video Portal</description>
        <language>id-ID</language>
        <managingEditor>editor@metrotvnews.com</managingEditor>
        <webMaster>admin@metrotvnews.com</webMaster>
		<image>
		  <title>KapanLagi.com</title>
		  <url>http://www.metrotvnews.com/metrotvnews.jpg</url>
      	  <link>http://www.metrotvnews.com/</link>
		</image>
<item>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 23:15:52 GMT</pubDate>
			<title>Teroris Bergabung untuk Maksimalkan Dana</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/14/12798/Teroris-Bergabung-untuk-Maksimalkan-Dana</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta: </strong>Bila dana asing masuk pasti ada perantara. Contohnya, Syaifudin Zuhri yang sempat umrah untuk kemudian membawa uang dari Alqaeda.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Pengamat teroris Al Chaidar menilai bergabungnya kelompok-kelompok teroris di Aceh adalah usaha untuk memaksimalkan pendanaan bagi gerakan yang mereka lakukan. Tapi dia belum melihat ada dana asing yang menyokong gerakan pelatihan mereka.<br /><br />"Itu tujuan mereka untuk bergabung. Tapi, saat ini masih sumbangan pribadi, belum ada dana asing yang masuk," jelas Al Chaidar di Jakarta, Ahad (14/3).<br /><br />Chaidar mengatakan, bila dana asing masuk pasti ada perantara. Contohnya, Syaifudin Zuhri yang sempat umrah untuk kemudian membawa uang dari Alqaeda. Ada pula jalur melalui transaksi perbankan.<br /><br />"Yang di Aceh itu hanya pelatihan. Anggotanya ada sekitar 50 orang. Kalau setiap mereka bawa Rp 10 juta saja, kan terkumpul Rp 500 juta. Itu cukup," tukas Chaidar.<br /><br />Dia juga menelisik bergabungnya kelompok-kelompok terorisme itu bukan sesuatu yang spesial. Pasalnya, mereka merupakan alumnus Afghanistan yang kembali ke Indonesia pada 1989. Ada 5.000 orang Indonesia yang menjadi alumnus dan masing-masing menjalani kehidupan sendiri-sendiri.<br /><br />"Sebagian ada yang ke Mindanao, ada yang ke Ambon, dan sebagian ada yang tetap di sini. Mereka kenal sekali satu sama lain," tandas Chaidar.(MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12798</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 22:01:01 GMT</pubDate>
			<title>Belum Ada Struktur Baru Terorisme di Indonesia</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/14/12795/Belum-Ada-Struktur-Baru-Terorisme-di</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta: </strong>Pemilihan seorang amir atau yang dianggap pemimpin di lingkungan teroris dilakukan secara konsorsium. Selama senior mereka masih ada, regenerasi belum diberi kesempatan.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta:</strong> Struktur terorisme di Indonesia belum menunjukkan orang-orang baru. Regenerasi di tubuh mereka belum berjalan. Demikian dikatakan pengamat terorisme Mardigu Wowik Prasantyo di Jakarta, Ahad (14/3).<br /><br />"Belum pernah ada regenerasi selama tetua ini masih ada. Regenerasi tidak bisa langsung seketika, butuh waktu," kata Mardigu.<br /><br />Menurut Merdigu, pemilihan seorang amir atau yang dianggap pemimpin di lingkungan teroris dilakukan secara konsorsium. Selama senior mereka masih ada, regenerasi belum diberi kesempatan. Meski mereka memiliki orang-orang dengan kemampuan individu yang setara dengan mereka, tetapi belum diangkat ke permukaan.<br /><br />"Regenerasi itu dilakukan dengan <em>one on one marking</em>. Kalau dia mau membeli senjata, misalnya, ia akan membawa orang yang akan dijadikan penerus dan mengenalkannya. Itu untuk membangun kemampuan manajerial. Tidak semua orang punya kemampuan itu," jelas Merdigu.<br /><br />Merdigu berpendapat, tak ada perkembangan sel terorisme baru di Indonesia. Berkumpulnya tiga aliran garis keras, yakni Jemaah Islamiyah, Darul Islam, dan grup Ambon-Poso, bukanlah sesuatu yang aneh. Mereka saling mengenal satu sama lain karena sama-sama berideologi garis keras dengan Umar Patek sebagai lemnya. Bergabungnya mereka adalah untuk memperbesar kemampuan saja.<br /><br />"Dari pertama, orangnya ya hanya itu-itu saja. Hanya, dia membuat kelompok dengan jumlah yang lebih besar. Misalnya, tadinya hanya 10 anak buah, sekarang jadi 20 anak buah. Tapi, pentolannya itu-itu saja," cetusnya.<br /><br />Terkait pendanaan, ia menilai bahwa belum ada dana dari Al Qaeda pusat untuk mengongkosi pelatihan yang mereka gelar di Aceh. Itu, kata dia, lebih merupakan sumbangan pribadi. "Untuk yang di Aceh, misalnya, dia bawa sendiri. Kalau habis, dia bisa melakukan yang lain, merampok, misalnya. Atau kalau di Aceh, dia bisa menjual ganja seperti Afghanistan yang menjual opium untuk mendapatkan dana," cetusnya.(MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12795</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 19:15:02 GMT</pubDate>
			<title>KPK Didesak Naikkan Status Kasus Bank Century</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/14/12785/KPK-Didesak-Naikkan-Status-Kasus-Bank</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta: </strong>Sebagai konsekuensi naiknya kasus, secara otomatis, KPK juga harus sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini. Kalau tidak dugaan KPK ada main makin kental.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memperlihatkan kemajuan dalam pengusutan kasus Bank Century dalam pekan ini. Setelah penyelidikan kurang lebih selama tujuh bulan, seharusnya KPK sudah bisa menaikkan status kasus ini ke tingkat penyidikan.<br /><br />Hal itu dikemukakan anggota Tim 9 yang menjadi inisiator Pansus Hak Angket Century Lily Wahid, Ahad (14/3). "Satu minggu ini harus ada progres dari KPK. Kasus ini seharusnya sudah naik ke tingkat penyidikan. Penyelidikan apa lagi? Ini sudah terlalu lama," tegas Lily.<br /><br />Dia menjelaskan, sebagai konsekuensi naiknya kasus, secara otomatis, KPK juga harus sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini. "Secara otomatis harus menetapkan tersangka juga," ujarnya. KPK juga harus berani memanggil dan memeriksa Sri Mulyani dan Boediono.<br /><br />Jika KPK lambat, kata Lili, makin menguatkan dugaan bahwa di internal KPK terdapat kepentingan-kepentingan dalam pengusutan kasus ini. "Pasti ada kepentingan. Ditengarai ada yang bermain di internal KPK. Otomatis bermain kan enggak sendiri, pasti mengajak temannya juga. KPK memang bagian dari birokrasi," tuturnya.<br /><br />Menurut Lily, jika KPK sama sekali tidak memperlihatkan kemajuan dalam sepekan ini, DPR akan bersikap. "Kami akan mengggalang pendapat lagi demi mengambil sikap atas lambannya kerja KPK. Kami sudah bekerja keras untuk Century, KPK juga sudah seharusnya demikian," cetus Lily.(MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12785</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 18:59:28 GMT</pubDate>
			<title>Dulmatin Satukan Tiga Kelompok Radikal</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/14/12784/Dulmatin-Satukan-Tiga-Kelompok-Radikal</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta:</strong> Menurut Ito, kelompok itu seperti kelompok Pura Sudarma alias Muttaqin dari Bandung, Jawa Barat. Atau, kelompok Encang Kurnia alias Jaja dari Lampung. Dan, kelompok Aceh.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta:</strong> Dulmatin ternyata mengkoordinir kelompok-kelompok radikal. "Ya, itu kelompok radikal Banten-Aceh," ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Polisi Ito Sumardi di Jakarta, Minggu (14/3).<br /><br />Menurut Ito, kelompok itu seperti kelompok Pura Sudarma alias Muttaqin dari Bandung, Jawa Barat. Atau, kelompok Encang Kurnia alias Jaja dari Lampung. Dan, kelompok Aceh. <br /><br />"Semua diajak bersatu dan dikoordinir oleh Dulmatin untuk berlatih," terang Ito.<br /><br />Selain itu, dari kesaksian para tersangka, Dulmatin pula yang merekrut anggota baru kelompok itu. "Karenanya, kami masih melakukan pengejaran terhadap pengikutnya dan dua rekannya itu," ujar Ito.<br /><br />Dia membenarkan adanya dua gembong teroris yang menjadi sasaran utama, yaitu Umar Patek dan Zulkarnaen. Keduanya masih dalam pengejaran dan diduga masih di Indonesia.<br /><br />Soal di Klaten Km 35 ada penyergapan dan ada tiga mobil jenazah, menurut Ito, tidak ada. "Belum ada ya di Klaten. Yang jelas, saya belum terima laporannya," ujar Ito.(MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12784</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 17:03:16 GMT</pubDate>
			<title>Joko Sulistyo Nikahi Keponakan Amrozi</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/14/12780/Joko-Sulistyo-Nikahi-Keponakan-Amrozi</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Boyolali:</strong> Setelah pernikahan itu mereka tinggal bersama orang tua Joko, Parinem, di RT 03/RW 07 Dukuh Jebol. Joko belum pernah mendaftarkan Auli sebagai warga setempat.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Boyolali:</strong> Zainudin alias Joko Sulistyo, 32, tersangka teroris yang tertangkap di Nangroe Aceh Darussalam, diketahui menikahi keponakan terpidana mati Bom Bali, Amrozi.<br /><br />Kepala Pedukuhan Jebol, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sumiatno mengatakan, Joko pada 2009 menikahi Auli Syahidah, 20. "Saya diundang. Istrinya Joko adalah anak kakak kandung Amrozi," ujar Sumiatno, Ahad (14/3).<br /><br />Sumiatno mengatakan, setelah pernikahan itu mereka tinggal bersama orang tua Joko, Parinem, di RT 03/RW 07 Dukuh Jebol. Mereka kemudian dikaruniai anak yang diberi nama Hajar Haninatus Syahadah.<br /><br />Sekitar setengah bulan lalu, tambah Sumiatno, Joko tanpa pamit Parinem pergi mencari pekerjaan di Kalimantan. Sejak pernikahan itu, katanya, Joko belum pernah mendaftarkan Auli sebagai warga setempat kepada pemerintah desa setempat.<br /><br />"Istri Joko sejak pernikahannya itu tidak pernah didaftarkan sebagai warga di sini sehingga namanya saja banyak orang tidak tahu hingga saat ini," kata Sumiatno.<br /><br />Saat hadir pada pernikahan itu, katanya, dirinya menerima pemberitahuan dari keluarga Joko bahwa mertua pengantin laki-laki yang juga kakak Amrozi itu sering diberitakan di televisi terkait terorisme.<br /><br />Dia menjelaskan, rumah Joko selama beberapa waktu pascabom Bali, sering diintai polisi. Polisi mencari orang bernama Abdulgani. Abdulgani adalah kakak ipar Joko. Dia menikah dengan Ningsih, kakak kandung Joko. Kini dia sudah ditahan polisi.<br /><br />Seorang tetangga Joko, Mul Suparmi, menyebut istri Joko sebagai orang yang tertutup sehingga warga setempat tak mengetahui namanya. "Istri Joko jarang keluar rumah. Warga terdekat rumahnya saja tidak kenal namanya," ujar Mul.(Ant/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12780</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 16:00:39 GMT</pubDate>
			<title>Istri Teroris Zainuddin Sudah Mendapat Firasat</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/14/12778/Istri-Teroris-Zainuddin-Sudah-Mendapat-Firasat</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Boyolali:</strong> "Saya sudah mendapatkan firasat dalam mimpi, sepertinya diajak ke rumah yang besar oleh suami. Ternyata suami saya tertangkap polisi di NAD," kata Aulia Syahidah, istri Zainudin alias Joko Sulistyo.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Boyolali: </strong>Aulia Syahidah, istri Zainudin alias Joko Sulistyo, mengaku pasrah jika suaminya itu memang salah satu tersangka teroris yang tertangkap di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).<br /><br />"Saya tidak pernah tanya kemana pergi suami saya. Kontak terakhir tanggal 3 Maret 2010, setelah itu tidak tahu lagi," katanya saat ditemui di rumah mertuanya, Parinem, di RT 03/RW 07 Dukuh Jebol, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, di Boyolali, Ahad (14/3).<br /><br />Ia mengaku, selalu tidak ingin membebani suaminya sehingga tidak pernah ikut campur dengan kesibukan Joko, termasuk menanyakan kepergiannya. Namun, katanya, dirinya mendapatkan firasat melalui mimpi sebelum Joko ditangkap petugas di NAD.<br /><br />"Saya sudah mendapatkan firasat dalam mimpi, sepertinya diajak ke rumah yang besar oleh suami. Ternyata suami saya tertangkap polisi di NAD," katanya.<br /><br />Pada kesempatan itu, Aulia mengaku bahwa dirinya berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Ia adalah keponakan salah satu terpidana mati Bom Bali, Amrozi.<br /><br />Ia mengatakan, Zainudin sebagai nama lain Joko diperoleh saat dia tinggal di Filipina. Selama empat tahun Joko tinggal di Filipina, Thailand, dan Malaysia.<br /><br />"Zainudin nama panggilan suami saya saat tinggal Filipina. Dia kembali ke Indonesia Tahun 2008," katanya.<br /><br />Ia mengaku, berkenalan dengan Joko selama sekitar dua minggu dan selanjutnya menikah pada Bulan Januari 2009. Kini mereka memiliki anak berumur empat bulan bernama Hajar Haninatus Syahadah.<br /><br />Parimen mengaku, kaget mendengar kabar bahwa anak bungsunya itu ditangkap polisi di NAD karena menjadi tersangka terorisme.<br /><br />"Saya ini tidak tahu pekerjaan anak saya. Saya hanya tahu bahwa Joko pergi kerja ke Kalimantan," katanya.<br /><br />Joko, lulus SMA Al Islam I Solo Tahun 1995 dan kemundian melanjutkan kuliah Program Diploma 3 Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Diponegoro Semarang. Ketua RT 03/RW 07 Dukuh Jebol, Sutarjo, mengatakan, Joko yang terlihat pintar itu adalah warga asli pedukuhan setempat.(Ant/DSY)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12778</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 02:39:24 GMT</pubDate>
			<title>HMI Makassar Dukung Proses Hukum Biang Kerusuhan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/14/12757/HMI-Makassar-Dukung-Proses-Hukum-Biang</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Makassar:</strong> Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar mendukung langkah hukum polisi terhadap oknum Kam alias KC alias AS. Oknum tersebut diduga menjadi biang kerusuhan antara mahasiswa dan polisi.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<div id="page_title">Metrotvnews.com, Makassar: Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar mendukung setiap langkah hukum polisi dalam memproses oknum pelaku Kam (40) alias KC alias AS yang diduga sebagai biang kerusuhan antara mahasiswa dan polisi. <br /></div>
<p>"Kita mendukung setiap proses hukum karena hukum merupakan panglima tertinggi di negeri ini," kata Ketua HMI Cabang Makassar Amal Sakti di Makassar, Ahad (14/3).<br /><br /> Ia mengatakan, penangkapan KC yang diduga sebagai biang keladi dari kerusuhan masih harus menunggu penyelidikan lebih lanjut dari polisi maupun hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) HMI yang dibentuk oleh Pengurus Besar (PB) HMI. <br /><br /> Menurutnya, jika ternyata hasil investigasi dari TPF HMI dan penyelidikan polisi terbukti KC merupakan pemicu dari kerusuhan itu, maka pihaknya akan mengambil sikap dan memberikan sanksi yang sesuai kepadanya. <br /><br /> "Kita masih harus menunggu penyelidikan polisi dan hasil investigasi TPF HMI. jika itu terbukti kita pasti akan bersikap dan memberikan sanksi kepada KC," katanya. <br /><br /> Sementara itu, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) menyatakan, akan menyerahkan kasus pengrusakan sekretariat HMI cabang Makassar kepada pihak berwajib. <br /><br /> Ketua Kolektif HMI Sulsel Imam Mujahidin mengatakan, penangkapan pelaku yang diduga sebagai provokator pengrusakan sekretariat HMI Makassar, KC sepenuhnya diserahkan pada hukum. <br /><br />Ia menjelaskan, HMI akan tetap mengawal kebijakan-kebijakan dari pemerintah dan pihak lainnya dengan cara kritis. "Diupayakan tetap dengan cara yang santun dan tidak anarkis," ujarnya.(Ant/RIZ)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12757</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 01:58:00 GMT</pubDate>
			<title>Angkatan Laut Perancis Tangkap 22 Perompak Somalia</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/14/12756/Angkatan-Laut-Perancis-Tangkap-22-Perompak</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Bossaso:</strong> Angkatan Laut Perancis telah menyerahkan 22 tersangka perompak Somalia kepada pejabat terkait di Puntland untuk diadili.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<div id="page_title">Metrotvnews.com, Bossaso: Angkatan Laut Perancis telah menyerahkan 22 tersangka perompak Somalia kepada pejabat terkait di Puntland untuk diadili di pengadilan teritori semi-otonom itu. <br /></div>
<p>Wakil Komisioner Polisi Puntland, Mohamed Sicid Jaqanaf, mengatakan kepada pers di Bossaso, Sabtu (13/3), Angkatan Laut Perancis menyerahkan para tersangka bersama sejumlah alat bukti. <br /><br /> Di antara bukti-bukti yang diserahkan adalah dua perahu bermotor kecil dan rekaman video tentang jenis senjata para perompak.    Para tersangka kasus perompakan ini segera diadili, kata Jaqanaf tanpa merinci jenis senjata para tersangka.</p>
<p>Kapal fregat Prancis berhasil menangkap para tersangka perompak Somalia itu sekitar 85 mil (140 km) lepas pantai Mogadishu pekan lalu. <br /><br /> Di antara 22 orang yang ditangkap itu, adalah dua anak laki-laki di bawah umur. Pihak AL Perancis tidak mengetahui pasti kegiatan kedua anak di bawah umur yang ditangkap di salah satu perahu bermotor. <br /><br /> "Kami akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut," katanya.      <br /><br /> Pemerintah Puntland sudah menghukum 154 orang terpidana kasus perompakan.       Dengan diserahkannya 22 orang tersangka baru ini, berarti sudah ada 72 orang terdakwa kasus perompakan yang akan diadili.     <br /><br /> Dua hari lalu, perompak Somalia gagal membajak kapal kargo Jerman, MV Luebeck, yang sedang berlayar menuju Salalah, Oman.      <br />Upaya perompakan terhadap MV Luebeck itu terjadi di perairan sekitar 450 mil timur laut Seychelles.(Ant/RIZ)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12756</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 20:45:47 GMT</pubDate>
			<title>Polisi Dikeroyok Napi LP Majene</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12746/Polisi-Dikeroyok-Napi-LP-Majene</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Majene:</strong> Polisi yang dikeroyok adalah Bripka Hery. Pemukulan terjadi saat dirinya baru selesai salat subuh.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Majene: </strong>Seorang polisi yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, babak belur dikeroyok tahanan lainnya, Sabtu (13/3). Pengeroyok akhirnya juga terluka setelah dipukuli saat diperiksa polisi.<br /><br />Polisi yang dikeroyok adalah Bripka Hery, anggota Unit Samapta Polres Majene. Dia dijebloskan ke tahanan setelah menjadi tersangka kasus penipuan.<br /><br />Hery menuturkan, pemukulan terjadi saat dirinya baru selesai salat subuh. "Baru usai saya berdoa, dari belakang tiba-tiba saya dipukuli. Saya tidak melihat persis yang memukuli karena membelakangi mereka," ujar Hery.<br /><br />Akibat aksi itu Hery menderita luka lebam dan memar di wajah dan kepala bagian belakang. Kini Hery sudah dipindahkan ke ruang tahanan Polres Majene.<br /><br />Kepala LP Majene Muhammad Basri mengaku, belum mengetahui pengeroyok Hery. "Petugas kami sangat terbatas. Bayangkan, untuk 77 orang napi hanya dijaga satu regu terdiri dari empat orang," terang Basri.<br /><br />Setelah mendapat laporan atas terjadinya pengeroyokan tersebut, Polres Majene langsung melakukan penyelidikan. Sejumlah napi yang diduga mengetahui kejadian pengeroyokan itu diperiksa di beberapa ruangan kantor LP Majene.<br /><br />"Saat ini kami sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka yang mengaku melakukan pengeroyokan. Namun kami masih melakukan pengembangan untuk mencari otak pengeroyokan itu" kata kapolres Majene Ajun Komisaris Besar Jamal A. Yani.(MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12746</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 20:36:04 GMT</pubDate>
			<title>Sumber Dana Teroris Diduga dari Ladang Ganja</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12745/Sumber-Dana-Teroris-Diduga-dari-Ladang</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta:</strong> Di Aceh yang kondisi alamnya perbukitan dan masih banyak hutan sangat mungkin membangun ladang ganja untuk membiayai latihan dan operasi kelompok teroris.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Pengamat teroris Mardigu Wowiek Prasantyo menduga kelompok teroris membangun basis latihan di Aceh karena bisa mendapat sumber dana dari berladang ganja yang banyak terdapat di tempat tersembunyi di provinsi itu.<br /><br />"Aksi terorisme membutuhkan biaya operasi dan latihan cukup besar sehingga membutuhkan pasokan atau sumber dana yang besar," kata Mardigu Wowiek Prasantyo pada diskusi Polemik: Masih Ada Teroris yang diselenggarakan sebuah radio swasta di Jakarta, Sabtu (13/3).<br /><br />Dia mengatakan, di Aceh yang kondisi alamnya perbukitan dan masih banyak hutan sangat mungkin membangun ladang ganja untuk membiayai latihan dan operasi kelompok teroris.<br /><br />Pengamat yang mendalami ilmu terorisme di Amerika Serikat itu mencontohkan, gembong mafia di Kolombia Pablo Escobar disinyalir menjadi donatur yang sering mendanai kegiatan teroris melalui bisnis narkoba. Demikian juga kelompok teroris di Afghanistan yang membiayai operasinya dari ladang opium.<br /><br />Mardigu juga menduga keberadaan kelompok teroris di Aceh diketahui masyarakat setempat, karena dalam kehidupan sehari-hari berinteraksi dengan masyarakat. "Dari penyergapan polisi di Aceh tertangkap tiga warga Aceh yang menujukkan adanya interaksi dengan warga lokal," katanya.<br /><br />Anggota Komisi I DPR dari daerah pemilihan Aceh, Azwar Abubakar meragukan jika ladang ganja menjadi sumber pembiayaan kelompok teroris di Aceh. Menurutnya, kelompok teroris di Aceh masih relatif baru sehingga belum sempat membangun ladang ganja.<br /><br />Pertimbangan lainnya kelompok teroris membangun basis di Provinsi Aceh karena kontur alamnya yang berbukit dan masih banyak kawasan hutan, sehingga lebih leluasa untuk lokasi bersembunyi.(Ant/MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12745</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 20:32:33 GMT</pubDate>
			<title>Provokator Kerusuhan di Makassar Akhirnya Ditangkap</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12744/Provokator-Kerusuhan-di-Makassar-Akhirnya-Ditangkap</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Makassar: </strong>Dia tak habis pikir karena penahanan kliennya tak ada kaitannya dengan kerusuhan di Makassar. Kama dijebloskan ke penjara sebagai tersangka kasus pencurian motor pada 2006.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Makassar: </strong>Kamaruddin alias Ashari Setiawan alias Kama Cappi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus kerusuhan antara mahasiswa dan polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Kama diduga sebagai provokator keributan. Kama langsung dijebloskan ke dalam tahanan Markas Polwiltabes Makassar, Sabtu (13/3) sore.<br /><br />Tapi, kuasa hukum Kama, Aiswaria Amin mengaku heran. Dia tak habis pikir karena penahanan kliennya tak ada kaitannya dengan kerusuhan di Makassar. Menurut Aiswaria, Kama dijebloskan ke penjara sebagai tersangka kasus pencurian kendaraan roda dua pada 2006.<br /><br />Aiswara menjelaskan, kliennya sebenarnya sudah menjalani proses hukum atas tudingan pencurian itu, sehingga polisi tak perlu mengungkit lagi. Untuk itu dia berencana mengajukan pengalihan penahanan sebagai bentuk penolakan atas penahanan Kama.<br /><br />Di tempat terpisah, Ketua HMI Cabang Makassar Amal Sakti mengatakan, penangkapan Kama kewenangan polisi. Menurut dia, hukum adalah panglima sehingga proses hukum harus terus berjalan. Semetara terkait sanksi internal terhadap Kama, menurut Amal, menunggu hasil tim pencari fakta.(ICH/Ismail Solle)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12744</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 19:08:10 GMT</pubDate>
			<title>Lagi, Bachtiar Chamsyah Tersandung Kasus Korupsi</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12742/Lagi-Bachtiar-Chamsyah-Tersandung-Kasus-Korupsi</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta: </strong>KPK masih mendalami jumlah kerugian negara dalam proyek yang diadakan pada 2006 sampai 2008 itu. Bachtiar juga berstatus tersangka dalam kasus impor sapi dan pengadaan mesin jahit.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah (BC) sebagai tersangka dalam kasus pengadaan sarung di Departemen Sosial. "Benar, BC juga ditetapkan sebagai tersangka untuk pengadaan sarung," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Sabtu (13/3).<br /><br />Johan belum bisa menjelaskan secara rinci kasus pengadaan sarung itu. KPK masih mendalami jumlah kerugian negara dalam proyek yang diadakan pada 2006 sampai 2008 itu.<br /><br />Saat ini, Bachtiar juga berstatus tersangka dalam kasus impor sapi dan pengadaan mesin jahit. Kedua proyek dilakukan ketika Bachtiar menjadi Mensos. Menurut Johan, ketiga kasus yang menjerat Bachtiar akan ditangani dalam satu berkas perkara.(Ant/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12742</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 18:28:54 GMT</pubDate>
			<title>Ribuan Kilogram Narkoba Dimusnahkan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12739/Ribuan-Kilogram-Narkoba-Dimusnahkan</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta:</strong> Semua yang dimusnahkan adalah barang bukti hasil sitaan kasus narkotika dan psikotropika yang diputus sejak oktober 2009 hingga Februari 2010.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta:</strong> Sebanyak 4.000 barang bukti narkoba dan psikotropika dimusnahkan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Sabtu (13/3). Semua barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar.<br /><br />Kepala Kejaksaan Negeri Jaktim Nulis Sembiring mengatakan, barang bukti hasil sitaan kasus narkotika dan psikotropika yang diputus sejak oktober 2009 hingga Februari 2010.<br /><br />"Kasusnya sendiri meliputi 76 perkara, termasuk barang bukti ekstasi dari Mabes Polri," ujar Nulis. Barang bukti yang dimusnahkan itu berasal dari perkara Hervina Oktavia Darmansyah dan Dahlia alias Samsiah sebanyak 1.729 butir ekstasi.<br /><br />Terdapat pula barang bukti narkoba dan psikotropika lain yang dimusnahkan. Rinciannya, ganja seberat 4.224.0607 gram atas nama tersangka Willy Winarno, heroin 34.4106 gram atas nama Amir Yusuf, serta shabu seberat 761.9496 gram atas nama terdakwa Michael Tomala.<br /><br />Nulis mengungkapkan, pihaknya tak punya jadwal rutin untuk memusnahkan barang bukti. Tergantung jumlah barang bukti yang ada. Yang jelas, pihaknya akan melakukan secepat mungkin pemusnahannya. "Agar tidak disalahgunakan," ungkap Nulis singkat.(MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12739</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 16:15:37 GMT</pubDate>
			<title>Calon Gubernur Huzrin Ajukan Uji Materil ke MK</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12734/Calon-Gubernur-Huzrin-Ajukan-Uji-Materil</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Batam</strong>: Calon gubernur Kepulauan Riau Huzrin Hood mengajukan uji materil ke Mahkamah Konstitusi terkait dengan peraturan KPU No. 68 Tahun 2009 yang menyebutkan calon yang pernah menjalani hukuman sudah bebas masa tahanan selama lima tahun.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Batam</strong>: Bakal calon Gubernur Kepulauan Riau Huzrin Hood mengajukan uji materil ke Mahkamah Konstitusi terkait dengan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) No. 68 Tahun 2009 yang menyebutkan calon yang pernah menjalani hukuman sudah bebas masa tahanan selama lima tahun.<br /><br />"Kita sedang masukan uji materil ke MK," kata Huszrin di sela-sela pemeriksaan kesehatan bakal calon Gubernur Kepri di RSOB, Batam, Sabtu (13/3). Pencalonan Huszrin menjadi Gubernur Kepri terkendala Peraturan KPU itu karena mantan Bupati Kepri itu pernah menjadi tahanan LP Sukamiskin dalam kasus korupsi dana APBD. <br /><br />Huszrin bebas dari tahanan Oktober 2005. Pelaksanaan pilkada Kepri direncanakan 26 Mei 2010, sehingga saat itu masa bebas tahanan Huszrin belum genap lima taun. Huszrin mengetahui peraturan KPU. Namun, tetap mengajukan diri karena salah menerjemahkan isi peraturan.<br /><br />"Saya tahu, tapi dalam keputusan itu ada kata-kata yang semacam eksepsi, kalau sudah menjelaskan ke publik dia mantan tahanan, bisa. Tapi ternyata tidak kumulatif," kata dia. Meskipun baru diajukan beberapa saat menjelang penetapan calon gubernur, ia mengatakan tidak masalah. "Itu buka urusan saya, tapi MK," kata dia.(Ant/DOR)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12734</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 15:11:51 GMT</pubDate>
			<title>Anggota TNI AU Tewas Ditikam di Diskotek</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12729/Anggota-TNI-AU-Tewas-Ditikam-di</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Denpasar</strong>: Korban, Haspan (25), setelah diotopsi di Rumah Sakit Umum Sanglah, Denpasar, langsung dibawa ke Pangkalan TNI Angkatan Udara Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Denpasar</strong>: Seorang pengunjung Diskotek NewStar di Jalan Gunung Soputan, Denpasar, Bali, yang diduga anggota TNI Angkatan Udara, Sabtu (13/3), tewas ditikam pisau oleh pengujung lain.<br /><br />Korban, Haspan (25), setelah diotopsi di Rumah Sakit Umum Sanglah, Denpasar, langsung dibawa ke Pangkalan TNI Angkatan Udara Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung, menggunakan mobil ambulans. Ambulans dikawal satu unit truk AURI dengan belasan anggota TNI AU.<br /><br />Belum ada keterangan resmi dari pihak Pangkalan Udara Ngurah Rai. Saat diminta keterangan terkait meninggalnya korban, seorang perwira yang meminta agar kasus tersebut tidak diberitakan. "Tolong ya rekan-rekan wartawan jangan diberitakan. Ini hanya meninggal biasa saja," sergah perwira itu.<br /><br />Polisi dan Rumah Sakit Sanglah belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait kematian korban. "Semua keterangan harus satu pintu dari Kapoltabes. Maaf ya rekan-rekan, semua hasil otopsi sudah kami sampaikan ke kepolisian," kata Kepala Laboratorium Forensik RSUP Sanglah dr IB Putu Alit.<br /><br />Di lokasi kejadian di Diskotek NewStar, polisi telah memasang garis polisi. Dikabarkan, Haspan tewas dini hari setelah ditikam pisau belati oleh pengunjung lain. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Ibu di Jalan Teuku Umar. Namun, nyawanya tak berhasil diselamatkan.(Ant/DOR)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12729</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 14:48:09 GMT</pubDate>
			<title>Jaja dan Encang Kurnia Cs Sempat Berputar-putar di Lambaro</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12727/Jaja-dan-Encang-Kurnia-Cs-Sempat</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Aceh Besar: </strong>Mereka sebagian berjenggot dan berpakaian lusuh, seperti orang baru dari sawah. Sebagian celananya basah. Tak ayal, mereka menjadi perhatian warga, terutama para pedagang.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Aceh Besar:</strong> Delapan orang yang ditangkap aparat kepolisian di Kecamatan Leupueng, Jumat (12/3), sempat berputar-putar di bundaran Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Menurut warga bernama M. Daud, kedelapan orang itu sempat berputar-putar di bundaran Lambaro sebelum naik mobil jenis L-300 pukul 8.00 WIB.<br /><br />Mereka sebagian berjenggot dan berpakaian lusuh, seperti orang baru dari sawah. Sebagian celananya basah. Tak ayal, mereka menjadi perhatian warga, terutama para pedagang yang berjualan di pinggir jalan simpang Lambaro.<br /><br />Bundaran Lambaro merupakan perempatan jalan menuju Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang-Keutapang-Kota Banda Aceh-Sibreh menuju Sumatra Utara, Medan. Daud yang juga salah seorang pedagang di kawasan itu mengaku tidak tahu dari arah mana laki-laki itu keluar dan tiba di bundaran Lambaro.<br /><br />Warga sekitar bundaran Lambaro kaget saat menyaksikan siaran televisi swasta bahwa mobil L-300 itu mengangkut teroris, setelah dihentikan Polri di depan Polsek Leupung. "Kami kaget menyaksikan siaran televisi yang menyebutkan dua orang tewas dan delapan ditangkap serta ada senjata disita dari mobil penumpang tersebut," tambah M. Daud. (Ant/DOR)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12727</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 14:45:50 GMT</pubDate>
			<title>PSKP UGM: Teroris Ingin Perkeruh Perjanjian Damai GAM</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12726/PSKP-UGM-Teroris-Ingin-Perkeruh-Perjanjian</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta: </strong>"Latihan militer yang dilakukan kelompok teroris di NAD lebih sebagai upaya memperkeruh kembali hubungan pemerintah dengan GAM," kata Kepala PSKP UGM Muhadi Sugiyono.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Yogyakarta: </strong>Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai jaringan teroris sengaja ingin kembali memperkeruh perjanjian perdamaian antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan melakukan latihan militer di Nanggroe Aceh Darussalam.<br /><br />"Latihan militer yang dilakukan kelompok teroris di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) lebih sebagai upaya memperkeruh kembali hubungan pemerintah dengan GAM," kata Kepala PSKP UGM Muhadi Sugiyono di Yogyakarta, Sabtu.<br /><br />Menurut dia, meskipun telah ada kesepakatan damai Helsinki, hal tersebut belum bisa dikatakan perdamaian dalam arti yang sesungguhnya di kalangan GAM sendiri dan pemerintah.<br /><br />"Dua kubu ini masih saja tetap saling `mengintip`, dan perdamaian dalam arti positif belum benar-benar tercapai, sehingga dapat dimanfaatkan teroris," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, dengan latar belakang kondisi seperti itu, jaringan teroris sengaja ingin memperkeruh kembali perjanjian perdamaian tersebut.<br /><br />"Jika pemerintah terjebak dan menuding NAD sebagai sarang teroris, akan ada respon dari rakyat Aceh yang kurang baik terhadap pemerintah. Ini yang harus dihindari," katanya.<br /><br />Muhadi berpendapat, untuk mencegah berkembangnya sel-sel terorisme, tidak cukup hanya dengan tindakan yuridis. Pemerintah juga harus meninjau kembali kebijakan-kebijakan yang telah dibuat.<br /><br />"Seseorang masuk dalam sel terorisme karena faktor ekonomi maupun idealisme yang tidak tersalurkan, sehingga secara kritis perlu ada peninjauan kembali kebijakan, agar seseorang tidak masuk dalam sel teroris," katanya.(Ant/DSY)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12726</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 13:25:54 GMT</pubDate>
			<title>Polisi Diminta Tangkap Teroris dalam Kondisi Hidup</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12725/Polisi-Diminta-Tangkap-Teroris-dalam-Kondisi</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong>: "Polisi hendaknya tidak terlalu menunjukkan nafsu membunuh. Kalau bisa ditangkap hidup-hidup kenapa harus dibunuh," kata Umar Abduh, mantan anggota kelompok Imran yang membajak pesawat Garuda Woyla.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta</strong>: Mantan anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII), Umar Abduh, meminta polisi memprioritaskan penangkapan anggota teroris dalam kondisi hidup, bukannya cara menembak mati. "Polisi hendaknya tidak terlalu menunjukkan nafsu membunuh. Kalau bisa ditangkap hidup-hidup kenapa harus dibunuh," kata Umar Abduh pada diskusi polemik sebuah radio swasta berjudul "Masih Ada Teroris? " di Jakarta, Sabtu (13/3).<br /><br />Ia mengritik polisi agar memiliki pertimbangan moral dalam memberantas anggota teroris dengan menangkap dalam kondisi hidup. Menurut Umar, pada era Presiden Soeharto anggota teroris ditangkap dalam kondisi hidup atau hanya dilumpuhkan dengan cara ditembak kakinya bukan ditembak mati.<br /><br />"Anggota teroris saat itu ditembak mati setelah diproses secara hukum dan divonis hukuman mati," kata anggota kelompok teroris yang pernah membajak pesawat Garuda Indonesia Woyla di Bandara Don Muang Bangkok pada 1981 itu. Dikatakan Umar, polisi saat ini dilengkapi peralatan canggih, yakni GPS yang mampu mendeteksi keberadaan orang yang menjadi sasaran.<br /><br />Kalau polisi sudah mengetahui sasarannya, kata Umar, bisa ditangkap hidup-hidup, bukannya malah mengedepankan nafsu membunuh. "Penangkapan anggota teroris hendaknya dilakukan dengan operasi senyap dan menangkap dalam kondisi hidup," katanya.<br /><br />Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang membantah polisi mengutamakan nafsu membunuh. Menurut dia, polisi memiliki prosedur dalam penangkapan anggota teroris, yakni mengutamakan menangkap dalam kondisi hidup. "Dalam doktrin polisi kalau bisa ditangkap dalam kondisi hidup itu lebih baik, tapi kalau tidak bisa ditangkap dalam kondisi hidup ya ditangkap dalam kondisi mati," katanya.(Ant/DOR)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12725</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 14:08:58 GMT</pubDate>
			<title>Foto Bugil Dipasang di Facebook, Calon Bupati Lapor Polisi</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12724/Foto-Bugil-Dipasang-di-Facebook-Calon</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Tabanan</strong>: Semula, calon bupati Tabanan Eka Wiryastuti menganggap isu bugil itu rekayasa komputer yang sengaja dihembuskan lawan politiknya. Karena merasa tersinggung ia melaporkan masalah ini ke polisi.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Tabanan</strong>: Calon Bupati Kabupaten Tabanan, Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti, diisukan memajang foto bugilnya di Facebook. Isu itu kini sudah menyebar ke seluruh pelosok Tabanan dan Denpasar.<br /><br />Semula, Eka menganggap isu tersebut rekayasa komputer yang sengaja dihembuskan lawan politiknya. Karena merasa tersinggung akhirnya Ni Putu Eka Wiryastuti yang diusung PDI Perjuangan ini melaporkan masalah ini Markas Polres Tabanan, Bali, Sabtu (13/3).<br /><br />Selesai membuat laporan, Eka diperiksa atas kasus yang menimpanya. Ia didampingi tim pemenangan Eka-Jaya dan LSM. Kepada wartawan Ekan berharap polisi bisa mengungkap dalang rekayasa gambar porno dirinya. "Semua saya serahkan kepada pihak kepolisian," kata Eka.<br /><br />Foto bugil itu, kata Ekam sebagai bentuk eksploitasi tubuh perempuan. "Kami mengharapkan agar perempuan tidak terus dieksploitasi. Tidak lagi menjadi obyek penderita," jelas anak Bupati Tabanan N Adi Wiryatama ini.<br /><br />Eka Wiryastuti menjelaskan, adanya foto bugil yang memajang wajahnya itu telah membuat masyarakat resah. Bahkan, ibu-ibu di pasar-pasar berebut koran untuk sekadar membaca dan melihat berita soal foto bugil ini. "Banyak ibu-ibu di pasar yang mengidolakan saya sampai merobek-robek koran," kata Eka.(MI/DOR)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12724</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 11:06:07 GMT</pubDate>
			<title>Razia Kendaraan Terus Berlangsung di Aceh</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/13/12713/Razia-Kendaraan-Terus-Berlangsung-di-Aceh</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Banda Aceh</strong>: Polisi di sejumlah wilayah di Nanggroe Aceh Darusalam terus menggelar razia di sejumlah titik. Ini dilakukan untuk mencegah kelompok yang diduga jaringan teroris lari ke daerah lain.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Banda Aceh</strong>: Polisi di sejumlah wilayah di Nanggroe Aceh Darusalam terus menggelar razia di sejumlah titik. Ini dilakukan untuk mencegah kelompok yang diduga jaringan teroris lari ke daerah lain. "Kami dirazia di kawasan Padang Tiji oleh polisi yang memeriksa kelengkapan surat kendaraan dan identitas penumpang," kata Hadi, seorang warga saat menuju Bireuen.<br /><br />Razia tersebut digelar polisi sebagai upaya meningkatkan keamanan dan mencegah kelompok teroris lari. Polisi juga menggelar razia di sejumlah titik yang dianggap strategis di kawasan lintas pantai barat selatan Aceh.<br /><br />Sebelumnya, razia digelar di lintasan Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Kini razia dilakukan hingga di Kabupaten Aceh Selatan. Apalagi, setelah kontak tembak di Leupung, Aceh Besar, Jumat kemarin. Kontak tembak antara kelompok diduga teroris dengan polisi terjadi saat sepuluh orang yang dicurigai tersebut menumpang minibus L-300 jurusan Meulaboh. Dua orang yang diduga teroris tewas. (Ant/DOR)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12713</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 23:07:08 GMT</pubDate>
			<title>KPK Enggan Komentari Peran Nunun</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/12/12689/KPK-Enggan-Komentari-Peran-Nunun</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta:</strong> Senada dengan Chandra, Juru Bicara KPK Johan Budi mengaku tidak mengetahui mengenai hal tersebut. prosedur untuk semua kasus yang akan masuk ke tingkat penyidikan harus melalui Laporan Kejadian Tindak Pidana Korupsi.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta:</strong> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan memberi komentar seputar dugaan keterlibatan Nunun Nurbaeti dalam kasus pendistribusian cek perjalanan buat sejumlah anggota Dewan. "Saya tidak berkomentar," ujar Wakil Ketua bidang Penindakan Chandra M Hamzah, Jumat (12/3).<br /><br />Senada dengan Chandra, Juru Bicara KPK Johan Budi mengaku tidak mengetahui mengenai hal tersebut. "Kalau substansi tidak tahu," tutur dia singkat. Tapi dia membenarkan, prosedur untuk semua kasus yang akan masuk ke tingkat penyidikan harus melalui Laporan Kejadian Tindak Pidana Korupsi (LKTPK).(MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12689</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 20:28:17 GMT</pubDate>
			<title>Nunun Diduga Otak Distribusi Cek ke DPR</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/12/12681/Nunun-Diduga-Otak-Distribusi-Cek-ke</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta: </strong>Pengusaha Nunun Nurbaeti Daradjatun memiliki peran utama dalam mengatur distribusi aliran cek kepada sejumlah anggota DPR. Dana diduga sebagai suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Dokumen laporan penyelidikan tindak pidana korupsi yang menyebar di kalangan wartawan menyebutkan, pengusaha Nunun Nurbaeti Daradjatun memiliki peran utama dalam mengatur distribusi aliran cek kepada sejumlah anggota DPR. Dana tersebut yang diduga sebagai suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada 2004.<br /><br />Juru Bicara KPK, Johan Budi ketika dikonfirmasi oleh wartawan di Jakarta, Jumat (12/3), membenarkan ada mekanisme Laporan Penyelidikan Tindak Pidana Korupsi (LPTPK) dalam setiap penanganan kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Namanya LPTPK, laporan penyelidikan tindak pidana korupsi," kata Johan.<br /><br />Menurut Johan, laporan semacam itu ditandatangani oleh Direktur Penyelidikan yang menyatakan suatu kasus siap dinaikkan ke tahap penyidikan. Laporan internal tersebut biasanya disusun setelah melalui serangkaian gelar perkara.<br /><br />Ketika dikonfirmasi tentang isi laporan yang beredar di kalangan wartawan, Johan tidak mengetahui dan menolak berkomentar. Laporan yang beredar di kalangan wartawan ditandatangani oleh Direktur Penyelidikan KPK, Iswan Elmi dan Wakil Ketua KPK, Chandra M. Hamzah.<br /><br />Dalam dokumen itu Nunun hanya tergambar sebagai otak distribusi cek. Namun, dokumen itu tidak menyebut aktor intelektual yang berinisiatif untuk memberikan cek kepada para anggota DPR dan menyuruh Nunun untuk mengatur distribusi cek.<br /><br />Ketika dikonfirmasi, pengacara Nunun, Partahi Sihombing menolak berkomentar. "Ini bukan waktunya untuk komentar bu Nunun. Belum bergulir ke bu Nunun," katanya. Partahi yakin, nama kliennya dikait-kaitkan dengan kasus itu. "Nama bu Nunun dibawa-bawa," katanya.<br /><br />Dokumen itu menyatakan bahwa pada sekitar 8 juni 2004 sekira pukul 08.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB, PT Bank Artha Graha telah membeli Travellers Cheque (TC) dari PT Bank International Indonesia sebanyak 480 lembar, masing-masing senilai Rp50 juta atau keseleruhan senilai Rp24 miliar.<br /><br />Pada hari yang sama, Komisi IX DPR menggelar pemilihan Deputi Gubernur BI dengan tiga calon, salah satunya Miranda Swaray Goeltom.<br /><br />"TC sebanyak 480 lembar tersebut sampai ke tangan Nunun N Daradjatun, yaitu isteri Adang Daradjatun, dan juga sebagai direktur PT Wahana Esa Sembada (PT Sembada) dan Pemilik PT Wahana Esa Sejati (PT Sejati)," demikian tertulis dalam dokumen itu.<br /><br />Kemudian, Nunun meminta salah seorang direktur perusahaannya, Ahmad Hakim Safari MJ alias Arie untuk membagikan cek itu kepada anggota DPR.<br /><br />Atas permintaan itu, Arie datang ke ruang kerja Nunun yang berkantor di satu kompleks bangunan dengan Arie di Jalan Riau, Menteng, Jakarta Pusat. Di ruang kerja Nunun telah terdapat empat kantong belanja dari karton yang masing-masing berlabel kuning, merah, hijau, dan putih.<br /><br />Pada hari itu, Nunun berkata kepada Arie, akan ada anggota dewan yang akan mengambil titipan diruangan Arie. Nunun juga menjelaskan, "semua sudah diatur sehingga Arie tinggal menyerahkan saja."<br /><br />Tidak berselang lama setelah Arie kembali ke ruangannya, seorang petugas kebersihan kantor membawa tas kantong belanja terbuat dari karton dengan label kuning ke ruangan Arie.<br /><br />Beberapa saat kemudian, masih menurut dokumen tersebut, anggota DPR dari fraksi Partai Golkar Hamka Yandhu masuk ke ruangan Arie dan mengatakan mau mengambil titipan Ibu Nunun. Kemudian Arie menyerahkan kantong belanja dengan label kuning kepada Hamka yandhu.<br /><br />Pada hari yang sama, Arie menerima telepon dari dua orang yang tidak dikenalnya yang meminta untuk bertemu. Satu orang meminta bertemu di rumah makan Bebek Bali, Senayan, sedangkan yang lain memminta bertemu di lobby hotel Atlet Century Park.<br /><br />"Setelah mendapatkan telepon tersebut Arie menghubungi Nunun dan Nunun mengatakan kalau begitu sekalian saja semuanya," demikian tertulis dalam dokumen tersebut.<br /><br />Beberapa saat kemudian, seorang petugas kebersihan kantor masuk ke ruangan Arie dengan membawa tiga kantong belanja dengan masing-masing berlabel merah, hijau dan putih. Pada kantong belanja berlabel merah tertulis "taman ria senayan", kantong berlabel hijau tertulis "hotel atlet century park", sedangkan pada kantong belanja dengan label putih tidak tertulis apa-apa.<br /><br />Setelah itu, Arie menyerahkan kantong berlabel merah kepada anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan Dudhie Makmun Murod di rumah makan Bebek Bali, dan kepada anggota DPR dari fraksi PPP Endin Soefihara di hotel Atlet Century Park.<br /><br />Kemudian, Arie kembali ke kantor. Menjelang maghrib, empat Anggota Fraksi TNI/Polri di Komisi IX mendatanginya dan hendak mengambil titipan dari Nunun.<br /><br />Arie kemudian menyerahkan kantong belanja berlabel putih kepada Udju Djuhaeri, yang setelah itu isinya dibagikan kepada Darsup Yusuf, Sulistiadi dan Suyitno. Mereka membuka amplop yang mereka terima yang ternyata berisi masing-masing sepuluh lembar cek.<br /><br />Dokumen tersebut juga menyatakan, pada akhirnya sedikitnya 39 anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, PPP, TNI/Polri.(Ant/BEY)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12681</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 19:18:25 GMT</pubDate>
			<title>Penganiaya Wartawan Metro TV Ditangkap Polisi</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/12/12680/Penganiaya-Wartawan-Metro-TV-Ditangkap-Polisi</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jayapura: </strong>Pelaku Efraim Sokoy akan diperiksa secara intensif oleh penyidik dan diancam dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jayapura: </strong>Aparat Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Abepura, Jayapura, Papua, Jumat, berhasil menangkap Efraim Sokoy, pelaku penganiayaan wartawan televisi Metro TV, Deni Moses yang terjadi pada Selasa (9/3) malam.<br /><br />Kapolsekta Abepura, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yafet Karafir yang didampingi Kanit Reskrim Ipda Lintong Simanjuntak mengatakan, sejak mendapatkan laporan adanya kasus penganiayaan tersebut, pihaknya langsung berhasil mengidentifikasi pelaku dan melakukan pengejaran.<br /><br />Hanya saja pelaku yang dikenal pintar menghilangkan jejak dari polisi, selalu gagal saat akan disergap. "Kami melacak keberadaan pelaku selama tiga hari secara terus menerus, setelah mendapat informasi pasti keberadaannya yakni di daerah Dok V Jayapura, pelaku langsung kami tangkap tanpa adanya perlawanan yang berarti," terang AKP Yafet Karafir.<br /><br />Ia menambahkan, selanjutnya pelaku Efraim Sokoy akan diperiksa secara intensif oleh penyidik dan diancam dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.<br /><br />Sementara di depan penyidik Polsekta Abepura, pelaku Efraim Sokoy mengakui perbuatannya. Ia mengaku sendirian menganiaya empat orang pada saat yang sama. Salah satunya adalah wartawan Metro TV, Deni Moses, anggota Brimob Papua, Maxi Latumanase dan dua orang lainya adalah warga sipil.<br /><br />"Saya mengaku salah, tetapi tidak benar kalau saya dikatakan sedang mabuk saat melakukan pemukulan," terang Efraim Sokoy, membantah laporan polisi para korban.<br /><br />Sebelumnya wartawan Metro TV, Deni Moses dan beberapa orang lainnya dianiaya di daerah organda, Abepura, Jayapura.<br /><br />Saat ini kondisi Deni Moses relatif baik, tetapi merasa kesakitan di sekitar areal wajah. Deni Moses menuturkan, saat itu dirinya hendak membeli sate untuk anaknya. Namun, sesampai di sekitar jembatan Organda, korban berhenti untuk menerima telepon dari rekannya. Tak lama kemudian, dari arah belakang terdengar teriakan agar korban berhenti.<br /><br />"Begitu saya menoleh, para pelaku yang lebih dari satu orang langsung memukul," kata Deni seraya menambahkan dirinya beruntung karena masih mengenakan helm di kepalanya.(Ant/BEY)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12680</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 18:05:05 GMT</pubDate>
			<title>Rumah Warga Asing di Depok Dirampok</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/12/12678/Rumah-Warga-Asing-di-Depok-Dirampok</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Depok</strong>: Worty, seorang berkebangsaan Australia, terluka bacok di lengan kanannya. Rumahnya kerampokan. Ia belum bisa mengonfirmasi soal barang yang dirampok, soalnya masih syok.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Depok: </strong>Sebuah rumah milik warga negara Australia di RT3, RW5, Limo, Depok, Jawa Barat, disatroni perampok, Jumat (12/3) pagi. Grigoki Donald Worty, pemilik rumah, mengalami luka bacok di lengan kanan.<br /><br />Kepolisian Resor Depok dan Kepolisian Sektor Lima tiba di lokasi dengan menurunkan anjing pelacak. Worty dan istrinya terus dihujani pertanyaan untuk mencari indikasi pelaku. Menurut Kepala Polres Depok Komisaris Besar Syaidal Mursalin, pelaku diperkirakan berjumlah lima orang. Pelaku membekali diri dengan senjata tajam.<br /><br />Polisi juga membenarkan, korban sempat dilukai dan diikat. Namun, baik Worty maupun istrinya enggan berkomentar ke wartawan. Keduanya mengaku masih syok atas kejadian pagi tadi, khususnya atas luka bacok di tubuh Worty.(Sidharta Agung/*****)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12678</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 18:00:20 GMT</pubDate>
			<title>Kejaksaan Musnahkan Barang Bukti Narkoba</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/hukum/2010/03/12/12677/Kejaksaan-Musnahkan-Barang-Bukti-Narkoba</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta:</strong> Lima kg ganja, tujuh kg heroin, delapan gram sabu, dan ribuan butir ekstasi dimusnahkan dengan dibakar di halaman Kejari Jaktim.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Kejaksaan Negeri Jakarta Timur memusnahkan barang bukti berupa psikotropika dan narkotik senilai ratusan juta rupiah, Jumat (12/3). Pemusnahan dalam rangka melaksanakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.<br /><br />Barang berbahaya dimusnahkan antara lain lima kilogram ganja, tujuh kg heroin, delapan gram sabu, dan 1.729 butir ekstasi. Pemusnahan dengan cara dibakar di halaman Kejari Jaktim. Menurut pihak kejaksaan, barang bukti disita dari terdakwa, Willy Winarno, Michell Tomatala, dan Hervina. Ketiganya terdata dalam kasus di rentang Oktober 2009 hingga Februari 2010.(Steveman/*****)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>12677</guid>
			</item></channel></rss>