


<rss version="2.0">
	<channel>
        <title>METRO TV NEWS HUKUM</title>
        <link>http://www.metrotvnews.com/</link>
        <description>Metrotvnews Indonesia News Video Portal</description>
        <language>id-ID</language>
        <managingEditor>editor@metrotvnews.com</managingEditor>
        <webMaster>admin@metrotvnews.com</webMaster>
		<image>
		  <title>KapanLagi.com</title>
		  <url>http://www.metrotvnews.com/metrotvnews.jpg</url>
      	  <link>http://www.metrotvnews.com/</link>
		</image>
<item>
			<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 09:07:24 GMT</pubDate>
			<title>Musisi Kenamaan Senegal Maju di Pilpres</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2012/01/04/77395/Musisi-Kenamaan-Senegal-Maju-di-Pilpres</link>
			<description><![CDATA[<p>Youssou N'Dour tampil sebagai pengkritik Presiden Wade selama beberapa bulan terakhir.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Dakar:</strong> Musisi dan penyanyi Senegal, Youssou N'Dour, mengumumkan akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Senegal Februari 2012. "Saya telah mendengar dan saya menanggapinya dengan baik," kata Youssou N'Dour merujuk pada dorongan agar dia mencalonkan diri.<br /><br />Pernyataan tersebut disampaikan musisi ternama asal Senegal di jaringan televisi miliknya. "Ini merupakan tugas patriotik tertinggi," katanya. "Memang benar saya tidak pernah mengecam pendidikan tinggi, tetapi posisi presiden adalah fungsi dan bukan pekerjaan."<br /><br />"Saya telah membuktikan kompetensi saya, komitmen, keteguhan hati, dan efisiensi dari waktu ke waktu. Saya telah belajar di sekolah dunia. Perjalanan memberikan pelajaran sebagaimana buku," tambah N'Dour.<br /><br />Youssou N'Dour akan bersaing dengan Presiden Abdoulaye Wade yang mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga. Pencalonan diri Wade dan rencana perubahan konstitusi agar dia bisa mencalonkan diri lagi setelah menjabat dua kali telah menyebabkan kekacauan di Senegal selama beberapa bulan terakhir.<br /><br />Senegal dianggap sebagai salah satu negara paling demokratis dan stabil di kawasan Afrika Barat. Senegal tercatat sebagai satu-satunya negara di kawasan yang tidak pernah mengalami kudeta militer.<br /><br />Namun menjelang pemilihan mendatang ketegangan meningkat dan seorang politikus ternama dikenai dakwaan dalam kasus pembunuhan. Youssou N'Dour tampil sebagai sosok oposisi terkenal selama beberapa bulan terakhir.<br /><br />Dia terlibat berbagai kegiatan kemanusiaan dan menjadi duta besar UNICEF. N'Dour dikenal dunia lewat fusi musik tradisional Senegal dengan musik salsa, jazz dan hip-hop. Pada 1994 duetnya bersama Neneh Cherry dalam lagu Seven Seconds menjadi hit dunia dan memenangkan nominasi Grammy.(BBC/DOR)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/77395.jpg</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>77395</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 19:35:04 GMT</pubDate>
			<title>Suami Malinda Dee Dituntut Enam Tahun Penjara </title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/12/22/76259/Suami-Malinda-Dee-Dituntut-Enam-Tahun</link>
			<description><![CDATA[<p>Tuntutan terhadap suami Inong Malinda Dee, Andhika Gumilang, akhirnya dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Tuntutan terhadap suami Inong Malinda Dee, Andhika Gumilang, akhirnya dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.  <br /> <br />Sempat seminggu sebelumnya majelis hakim menunda pembacaan tuntutan karena belum siapnya jaksa. <br /> <br />Dalam persidangan yang dimulai pukul 13.20 WIB, tim jaksa penuntut  umum (JPU) menuntut Andhika Gumilang dalam kasus dugaan pencucian uang  dan pemalsuan identitas dengan hukuman 6 tahun penjara dengan denda  Rp350 juta subsider 5 bulan kurungan. <br /> <br />"Menuntut, mengadili, dan menyatakan terdakwa Andhika Gumilang  terbukti menyatakan secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak  pidana. Untuk itu dituntut hukuman penjara 6 tahun," kata Jaksa  Penuntut Umum (JPU) Tatang Sukarna di hadapan ketua majelis hakim  Yonisman di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (22/12). <br /> <br />Hal yang memberatkan suami Malinda Dee itu adalah Andhika Gumilang  merupakan publik figur yang harusnya mencontohkan perbuatan baik kepada  masyarakat serta sudah menikmati hasil tindak pidana.  <br /> <br />Yang meringankan, Andhika belum pernah dihukum serta berusia muda sehingga dapat memperbaiki diri untuk menata keluarga. <br /> <br />Andhika diketahui menerima uang sebesar Rp331 juta dan satu mobil  Hummer H3 senilai Rp1,1 miliar dari istrinya, Malinda Dee. Sebagian uang  pemberian Malinda digunakan Andhika Gumilang membeli mobil Honda CRV  untuk ibundanya, Etty Mayasari. (MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/76259.jpg</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>76259</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 14:40:40 GMT</pubDate>
			<title>Neneng Masuk Daftar Prioritas Perburuan Interpol </title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/12/19/75893/Neneng-Masuk-Daftar-Prioritas-Perburuan-Interpol</link>
			<description><![CDATA[<p>Istri mantan  Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin yang juga tersangka dalam  kasus korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Kemenakertrans),</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">Metrotvnews.com, Jakarta: </span>Istri mantan  Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin yang juga tersangka dalam  kasus korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Kemenakertrans), Neneng Sri Wahyuni, menjadi salah satu buronan  prioritas internasional dari Indonesia. <br /> <br />"Jadi prioritas, agar bisa langsung dideportasi," ujar Kepala Bagian  Kejahatan Internasional Polri Komisaris Besar Hasan Malik kepada  Wartawan di Mabes Polri, Senin (19/12). <br /> <br />Hasan mengatakan sampai saat ini sudah banyak laporan dari beberapa  negara yang melaporkan tentang Neneng, tetapi laporannya hanya  menunjukkan hasil nihil. Dirinya menjelaskan bila buronan tersebut masuk  ke sebuah negara melalui jalur resmi, akan mudah untuk dideteksi. <br /> <br />Namun, yang menjadi masalah adalah apabila ternyata yang  bersangkutan masuk tidak melalui jalur resmi, akan sulit untuk  terdeteksi. <br /> <br />Ketika ditanya kenapa Neneng tidak ditangkap bersama dengan  Nazaruddin di Kolombia, Hasan mengatakan yang bersangkutan saat itu  belum menjadi tersangka dan belum ada red notice dari pemerintah  Indonesia. <br /> <br />"Walaupun ada bukti yang menunjukkan yang bersangkutan terlibat,  polisi tidak punya kewenangan menangkap orang di negara lain," imbuh  Hasan. <br /> <br />Penentuan skala prioritas dalam perburuan buronan Interpol menurut  Hasan ditetapkan apabila buronan tersebut tidak terdeteksi  keberadaannya.  <br /> <br />"Prioritas ditetapkan juga apabila ada tuntutan dari publik agar kasusnya cepat dituntaskan," ungkapnya. <br /> <br />Saat ini ada tiga orang yang menjadi prioritas dari Indonesia dalam  perburuan Interpol, 3 orang tersebut adalah Neneng Sri Wahyuni, dan dua  orang tersangka kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Samadikun dan  Hendra Wijaya. Sebelumnya, tersangka kasus cek pelawat Nunun Nurbaeti  juga telah masuk daftar prioritas. <br /> <br />Sejak 2004 sudah ada 57 orang DPO Indonesia yang masuk ke dalam  daftar red notice Interpol. Beberapa kesulitan menangkap para DPO  tersebut menurut Hasan juga disebabkan perbedaan sistem hukum dan belum  adanya perjanjian ekstradisi terhadap negara para DPO tersebut berada.  (MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/75893.jpg</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>75893</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 18:52:16 GMT</pubDate>
			<title>Nunun bakal Didampingi Keluarga di KPK </title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/12/10/74947/Nunun-bakal-Didampingi-Keluarga-di-KPK</link>
			<description><![CDATA[<p>"Saya dan keluarga akan mendampingi ibu," ujar Ina, melalui pesan singkat kepada wartawan.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">Metrotvnews.com, Jakarta: </span>Tersangka kasus  cek perjalanan, Nunun Nurbaetie yang sebelumnya menjadi buron Interpol  telah ditangkap di Bangkok, Thailand. Menurut kuasa hukum Nunun, Ina  Rahman, istri dari mantan Wakil Kapolri Adang Daradjatun itu akan  didampingi keluarga saat menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi  pada Sabtu (10/12) malam ini. <br /><br />"Saya dan keluarga akan mendampingi ibu," ujar Ina, melalui pesan singkat kepada wartawan. <br /><br />Sebelumnya, Nunun yang sempat diisukan kabur ke Singapura,  Kamboja, dan Thailand itu menjadi tersangka dalam kasus cek perjalanan  dalam proses pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Senior Gubernur  Bank Indonesia pada 2004. Nama Nunun sempat terpampang di laman resmi  Interpol dengan nama 'Daradjatun, Nunun' dan jadi buron di 188  negara-anggota Interpol. (MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>74947</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 20:38:26 GMT</pubDate>
			<title>Johan Budi: Pemeriksaan Wali Kota Semarang Tak Selesai Hari Ini</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/12/08/74741/Johan-Budi-Pemeriksaan-Wali-Kota-Semarang</link>
			<description><![CDATA[<p>Pemeriksaan sebagai saksi terhadap Wali Kota Semarang Soemarmo dalam  kasus dugaan suap terkait dengan pengesahan RAPBD 2012 akan terus  berlanjut.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Semarang: </strong>Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengatakan pemeriksaan sebagai saksi terhadap Wali Kota Semarang Soemarmo dalam kasus dugaan suap terkait dengan pengesahan RAPBD 2012 akan terus berlanjut. "Ada kemungkinan pemeriksaan terhadap Soemarmo tidak berhenti pada pemeriksaan hari ini," katanya yang dihubungi melalui telepon di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/12).<br /><br />Ia mengatakan selain Wali Kota Semarang, penyidik KPK pada hari ini memeriksa dua orang sebagai saksi yakni Wakil Wali Kota Hendrar Prihadi dan&nbsp; Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Ednawan Haryono. "Ada dua dari tiga tersangka yang juga diperiksa penyidik pada saat ini yaitu Sekretaris Daerah Kota Semarang nonaktif Akhmat Zaenuri dan anggota DPRD kota setempat dari Fraksi Demokrat Sumartono," ujarnya.<br /><br />Ia mengungkapkan anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Agung Purno Sarjono yang juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ini tidak menjalani pemeriksaan pada hari ini karena sudah diperiksa pada Rabu kemarin. Menurut dia, keterangan sejumlah saksi dan dua tersangka yang diperiksa di gedung serbaguna kompleks Akademi Kepolisian Semarang tidak dikonfrontasi antara satu dengan yang lain.<br /><br />"Penyidik KPK tidak menggunakan metode penyidikan yang seperti itu," katanya.<br /><br />Sebelumnya, KPK menangkap tangan dua anggota DPRD dan Sekretaris Daerah Kota Semarang Akhmat Zaenuri di halaman kantor DPRD kota setempat, Kamis (24/11) siang. Dua legislator, yakni Agung Purno Sarjono dan Sumartono yang ditangkap tersebut saat ini mendekam di sel tahanan Mapolda Jateng. Sedangkan tersangka Akhmat Zaenuri ditahan di sel tahanan Mapolrestabes Semarang dengan status tahanan titipan KPK.<br /><br />Dalam penangkapan tersebut, KPK juga menyita sejumlah amplop berisi uang yang diduga digunakan untuk bertransaksi.(Ant/BEY)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>74741</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 14:36:06 GMT</pubDate>
			<title>Ketua Baru KPK Suka Olahraga Tinju</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/12/06/74465/Ketua-Baru-KPK-Suka-Olahraga-Tinju</link>
			<description><![CDATA[<p><span style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;">Ketua KPK baru Abraham Samad mengaku tidak menyukai olahraga golf seperti pejabat negara lainnya. Ia memilih tinju dan lari sebagai jenis olahraga favoritnya.</span><span style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;">&nbsp;</span></p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><span style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;"><strong>Metrotvnews.com, Jakarta:</strong> Ketua KPK baru Abraham Samad mengaku tidak menyukai olahraga golf seperti pejabat negara lainnya. Ia memilih tinju dan lari sebagai jenis olahraga favoritnya.&nbsp;</span><br style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /><br style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /><span style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;">"Enggak, saya suka olahraganya lari sama tinju," kata Abraham, usai ditetapkan DPR sebagai Ketua baru KPK, menggantikan Busyro Muqoddas, Selasa (6/12).&nbsp;</span><br style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /><br style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /><span style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;">Abraham yang datang dengan setelan jas hitam tersebut menunjukkan hidungnya yang sedikit bengkok akibat bermain tinju yang dilakoninya sejak SMP.&nbsp;</span><br style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /><br style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /><span style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;">"Ini buktinya. Hidung saya ini bengkok kan?" katanya sambil memegang hidungnya.&nbsp;</span><br style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /><br style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;" /><span style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px;">Abraham beserta tiga pimpinan baru KPK lainnnya secara resmi telah ditetapkan sebagai pimpinan KPK periode 2011-2015. Keempatnya dipercaya memimpin KPK memberantas korupsi bersama Ketua KPK terdahulu Busyro Muqoddas yang kini hanya menjadi wakil ketua. Keempat pimpinan baru akan dilantik pada 19 Desember mendatang karena masa jabatan pimpinan KPK saat ini akan berakhir pada 18 Desember. (MI/ICH)&nbsp;</span></p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/74465.jpg</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>74465</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 18:52:13 GMT</pubDate>
			<title>Tujuh Tersangka Kasus Ledakan UBK Diserahkan ke Kejaksaan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/11/15/71913/Tujuh-Tersangka-Kasus-Ledakan-UBK-Diserahkan</link>
			<description><![CDATA[<p>Ketujuh tersangka dibawa menggunakan tiga unit kendaraan satuan gegana Polda NTB.</p>
<p><input id="gwProxy" type="hidden"><!--Session data--></input><input id="jsProxy" onclick="if(typeof(jsCall)=='function'){jsCall();}else{setTimeout('jsCall()',500);}" type="hidden" /></p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Bima: </strong>Berkas pemeriksaan tujuh tersangka kasus ledakan di Pondok Pesantren Umar Bin Khattab (UBK), Bima, Nusa Tenggara Barat, dinyatakan lengkap (P21) pada 10 November 2011. Kepolisian Daerah NTB menyerahkan berkas sekaligus ketujuh tersangka ke Kejaksaan Tinggi NTB, Selasa (15/11).<br /><br />Ketujuh tersangka dibawa menggunakan tiga unit kendaraan satuan gegana Polda NTB. Pimpinan UBK Abrori, dan dua tersangka lainnya Furqon serta Sya&rsquo;ban alias Umar Abdurahman dibawa dengan kendaraan barakuda.<br /><br />Sementara tiga tersangka, Rahmat alias Rahmat Ibnu Umar Bin Efendi,&nbsp; Rahmat Hidayat, dan Mustakim dibawa menggunakan bus. Seorang tersangka lagi, Asrak alias Tauhid alias Glen, dibawa terpisah menggunakan kendaraan jenis Panther. Rombongan dikawal ketat anggota Brimob Polda NTB.<br /><br />Pelimpahan dan pencocokan berkas yang berlangsung hampir empat jam dilakukan tertutup di Aula Kejati NTB. Selanjutnya, dakwaan akan disusun selama tiga pekan ke depan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tangerang, tempat ketujuh tersangka diadili.<br /><br />Meski demikian, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB Salim mengaku sudah menyurati Mahkamah Agung agar persidangan Abrori cs dilakukan di Pengadilan Negeri Mataram.<br /><br />Ketujuh tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Undang-Undang nomer 15 tahun 2003 tentang tindak pidana terorisme dan Undang-Undang Darurat tentang senjata tajam. <br /><br />Selama proses pelimpahan berkas, Abrori cs didampingi tiga anggota tim pengacara muslim. Asludin, salah seorang pencara, mengatakan akan berusaha mematahkan dakwaan jaksa terhadap dugaan pelaku terorisme(Lalu Hasanuddin/IKA)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>71913</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 23:09:21 GMT</pubDate>
			<title>Polisi Temukan Ladang Ganja di Dekat Permukiman</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/11/11/71453/Polisi-Temukan-Ladang-Ganja-di-Dekat</link>
			<description><![CDATA[<p>Sebagian pohon sudah dipanen dengan cara dipotong bagian tengahnya.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Garut: </strong>Puluhan pohon ganja ditemukan di antara perkebunan milik warga di Kampung Babakan, Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (11/11). Ladang ganja itu ditemukan berdasarkan keterangan salah seorang pemakai yang ditangkap polisi. <br /><br />Ladang ganja berada tak jauh dari permukiman, di belakang kandang kerbau. Kebun diketahui milik warga berinisial TR (55).&nbsp; Sebagian pohon sudah dipanen dengan cara dipotong bagian tengahnya. Selama empat tahun, keberadaan ladang ganja tidak diketahui warga. <br /><br />Warga mengaku kaget dengan kedatangan sejumlah petugas Polres Garut ke permukiman mereka. Warga tak menyangka di sekitar tempat tinggal mereka ada ladang ganja. TR ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat pasal 111 ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman 4 tahun hingga 20 tahun penjara.(IKA/Hendra Herdiana)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>71453</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 12:51:00 GMT</pubDate>
			<title>Kapolda Tegur Perwira Menegah tidak Bisa Baris-berbaris</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/11/11/71381/Kapolda-Tegur-Perwira-Menegah-tidak-Bisa</link>
			<description><![CDATA[<p>Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didiek Sutomo  Triwidodo menegur puluhan perwira menengah yang baru dilantik karena  tidak bisa melakukan baris-berbaris dengan benar.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Semarang:</strong> Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didiek Sutomo Triwidodo menegur puluhan perwira menengah yang baru dilantik karena tidak bisa melakukan baris-berbaris dengan benar.<br /><br />"Baris-berbarisnya jelek sekali, perlu banyak latihan lagi itu," kata Kapolda usai melantik enam pejabat utama Polda Jateng dan 17 kapolres di halaman Mapolda, di Semarang, Jumat (11/11).<br /><br />Kapolda mengaku kecewa dan harus memberi teguran sebagai bentuk perhatian agar diperbaiki di masa mendatang.<br /><br />"Tadi anda melihat sendiri bagaimana baris-berbarisnya, jelek sekali dan tidak enak dilihat padahal hal itu merupakan `makanan` sehari-hari anggota Polri serta sebagian dari kedisiplinan," tegas Kapolda.<br /><br />Kapolda juga kembali menegaskan pelarangan penempatan televisi di berbagai pos jaga agar petugas fokus melayani masyarakat.<br /><br />"Pos jaga kepolisian di seluruh dunia tidak ada televisi, yang ada itu monitor kamera CCTV untuk memantau keadaan di wilayah-wilayah tertentu yang dianggap rawan tindak kejahatan," katanya.<br /><br />Sementara dalam amanatnya saat melantik enam pejabat utama Polda Jateng dan 17 kapolres, Kapolda mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dilakukan di lingkungan organisasi Polri yang bertujuan untuk menjaga dinamika operasional dan penyegaran proses manajerial organisasi dalam melaksanakan misi serta mencapai visi.<br /><br />Dengan adanya mutasi jabatan, lanjut Kapolda, maka kontinuitas terhadap pelaksanaan program kerja yang telah dirumuskan dapat berjalan efektif dan kinerja kesatuan di bidang pembinaan maupun operasional dapat meningkat.<br /><br />"Tugas dan wewenang Polri yang diamanahkan Undang-undang harus dapat dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan objektif sesuai dengan kode etik profesi serta moralitas yang tinggi," ujarnya.<br /><br />Dalam upacara sertijab tersebut, Kapolda menyerahkan secara simbolis 616 unit kendaraan patroli berupa mobil yang dilengkapi peralatan canggih dan merupakan pengadaan pinjaman luar negeri terkait reformasi Polri kepada sejumlah kapolrestabes, kapolresta, dan kapolres jajaran Polda Jateng.<br /><br />"Bantuan kendaraan operasional ini untuk memberikan percepatan pelayanan yang prima kepada masyarakat," ujarnya.<br /><br />Terkait hal tersebut, Kapolda meminta kepada seluruh anggota Polri yang menggunakan kendaraan patroli itu untuk menggunakan secara optimal untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.&nbsp; (Ant/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>71381</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 00:09:19 GMT</pubDate>
			<title>Diskon Tagihan Operator Jadi Bukti Baru Feri</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/11/10/71204/Diskon-Tagihan-Operator-Jadi-Bukti-Baru</link>
			<description><![CDATA[<p>Feri menjadikan surat tagihan itu sebagai bukti baru dalam pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta Selatan.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Pelapor kasus penyedotan pulsa, Feri Kuntoro, mendapat diskon Rp300 ribu dari total tagihan telepon pascabayar Telkomsel Oktober 2011. Feri menganggap diskon itu sebagai pengembalian pulsanya yang pernah tersedot oleh pihak penyedia konten.<br /><br />Feri menjadikan surat tagihan itu sebagai bukti baru dalam pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/11). Feri didampingi kuasa hukum, David Tobing, dan petugas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.<br /><br />"Barang bukti yang menunjukkan bahwa memang pernah terjadi pengambilan uang secara ilegal, yaitu (surat tagihan) yang kami tunjukkan," kata Kuasa Hukum Feri, David Tobing, saat mendampingi pemeriksaan kliennya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/11).<br /><br />Menurut Feri, potongan tagihan itu inisiatif Telkomsel, bukan permintaan dirinya. Feri mengaku sempat menanyakan langsung ke Telkomsel perihal diskon tersebut. <br /><br />"Saya sempat telepon ke Grapari Telkomsel, ada apa ini kok tiba-tiba ada dana masuk sejumlah ini. Jawabannya, ada kelebihan dana, Bapak bisa pakai dan bahkan bisa dicairkan di Grapari terdekat," jelas Feri. <br /><br />Feri melaporkan dugaan pencurian pulsa ke Polda Metro Jaya, 4 Oktober 2011. Ia merasa dirugikan karena harus membayar tagihan pascabayar hingga ratusan ribu rupiah setelah registrasi undian berhadian melalui SMS premium 9133, konten provider milik PT Colibri Networks.<br /><br />Registrasi itu ternyata menjerat Feri. Ia sering menerima pesan pendek berupa informasi seputar artis dan nada dering. Pulsa Feri terus terpotong tanpa persetujuan.<br /><br />Feri telah berusaha menghentikan layanan SMS dengan mengetik unreg. Namun, usahanya selalu gagal dan ia hanya mendapat jawaban 'Maaf, sistem sedang bermasalah, silakan ulangi lagi'. Feri kemudian mengadu ke grapari di Gambir, Jakarta Pusat, namun jawaban petugas kurang memuaskan.(IKA)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>71204</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 22:09:57 GMT</pubDate>
			<title>Tim Pengawas Polri Dikirim ke Papua Ungkap Dana Freeport</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/11/02/70405/Tim-Pengawas-Polri-Dikirim-ke-Papua</link>
			<description><![CDATA[<p>Tim akan meminta data, baik dari Freeport maupun Kepolisian Daerah Papua terkait gelontoran dana USD14 juta</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Mabes Polri telah mengirimkan tim Inspektorat Pengawasan Umum ke Papua. Tim akan mengklarifikasi soal dana imbalan pengamanan sebesar USD14 juta, yang digelontorkan PT Freeport Indonesia ke Polri.<br /><br />Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution mengaku tidak tahu kapan tim diberangkatkan. "Yang pasti sudah berangkat," kata Saud di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (2/11).<br /><br />Saud mengatakan, tim akan meminta data, baik dari Freeport maupun Kepolisian Daerah Papua terkait dana tersebut. Tim akan menelusuri aliran dan penggunaan dana tersebut. Saud menegaskan, pihaknya siap bertanggung jawab bila ditemukan penyimpangan.<br /><br />"Kami kan pejabat publik, jadi harus jelas. Jadi tim kami bekerja dulu untuk mengambil data-data di Papua sana, dan kita lihat bagaimana sebenarnya. Sabar dan tunggu tim pulang," kata Saud.<br /><br />Gelontoran dana Freeport diungkap anggota Komisi I DPR Fraksi PKB Lily Chadijah Wahid. Ia menyebut ada kucuran USD14 juta untuk imbalan Polri-TNI yang mengamankan aset perusahaan. Lily menilai, uang itu membuat petugas kerap bertindak keras pada warga Papua yang tidak mendukung Freeport.&nbsp; <br /><br />Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) juga merilis temuan aliran dana Freeport ke Polri. Data Kontras menyebut, anggota TNI-Polri yang mengamankan aset Freeport mendapat Rp1.250.000 per orang. <br /><br />Sementara Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat total dana keamanan dari PT Freeport Indonesia ke Kepolisian, sejak tahun 2001 hingga 2010 mencapai US$79,1 juta. <br /><br />Mengenai temuan tersebyut, Saud mengatakan tak bisa menjadikan data itu sebagai acuan. Polri harus tetap mengecek pihak-pihak yang bersangkutan. "Kalau hanya bicara katanya-katanya kan nggak jelas. Lebih baik kita cek dulu, nanti sampaikan hasilnya,' tegas Saud.<br /><br />Kapolri Jenderal Timur Pradopo ditemui di Mabes Polri, Jumat pekan lalu, mengakui anggotanya menerima uang Freeport. Dana diberikan langsung kepada anggota sebagai tambahan uang makan. Kapolri menegaskan uang itu bisa dipertanggungjawabkan.(IKA)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>70405</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 23:00:38 GMT</pubDate>
			<title>TKW Cabut Laporan Pencabulan oleh Polisi</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/11/01/70313/TKW-Cabut-Laporan-Pencabulan-oleh-Polisi</link>
			<description><![CDATA[<p>Keduanya mengaku disuruh seseorang. <br /></p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Dua tenaga kerja wanita (TKW), LS dan SH, mencabut laporan mereka terkait pelecehan seksual yang dilakukan seorang polisi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Selapanjang, Tangerang, Banten, Ahad lalu. Keduanya mengaku disuruh seseorang. <br /><br />"Dia datang bersama kedua orang tuanya, bersama suaminya menjelaskan bahwa yang bersangkutan mencabut laporan itu karena adanya suruhan dari seseorang," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/11). <br /><br />Saud mengatakan, kedua tkw itu mengaku didesak seseorang untuk membuat laporan pelecehan seksual. Polisi menduga orang tersebut memiliki masalah dengan polisi yang dilaporkan. Identitas dan motif pelaku masih didalami.<br /><br />Sebelumnya, LS dan SH melaporkan polisi berinisal RL ke divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Mereka mengaku dilecehkan saat membuat surat kepulangan dari Singapura, di ruang SPK Selapanjang.&nbsp; <br /><br />Lalu apakah kedua TKW tersebut akan diproses hukum karena membuat laporan palsu? Saud mengatakan, hal itu masih didalami. "Ini masih didalami oleh Propam,' kata Saud.(IKA)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>70313</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 23:09:05 GMT</pubDate>
			<title>Polisi Kesulitan Tangkap Penembak Kapolsek Mulia</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/31/70193/Polisi-Kesulitan-Tangkap-Penembak-Kapolsek-Mulia</link>
			<description><![CDATA[<p>Dominggus tewas ditembak saat mengamankan Bandara Mulia sendirian. Ia  didatangi dua orang tak dikenal yang mengeroyok dan merebut senjatanya.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta:</strong> Polisi telah memeriksa tujuh saksi terkait kasus penembakan Kapolsek Mulia Ajun Komisaris Polisi Dominggus Otto Awes di Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya, Papua, 24 Oktober lalu. Meski begitu, polisi mengaku kesulitan mengejar dua pelakunya.<br /><br />Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (31/10), mengatakan, pengejaran pelaku penembak Dominggus terkendala medan di Papua yang sulit.<br /><br />"Di sana itu pegunungan, terjal. Bukan apa-apa, anggota kami memang kesulitan dengan medan berat. Kalau tidak terbiasa dengan iklim dingin di sana, tentu saja sulit. Dingin sekali di sana," kata Saud.<br /><br />Sebelumnya, Polri mengirim 170 personel Brigade Mobil tambahan ke Papua. Pasukan tambahan juga dikirim dari Kalimantan Timur. Polri juga meminta bantuan TNI untuk mengejar pelaku hingga ke pedalaman. <br /><br />Dominggus tewas ditembak saat mengamankan Bandara Mulia sendirian. Ia didatangi dua orang tak dikenal yang mengeroyok dan merebut senjatanya. Senjata ditembakkan ke kepala Dominggus. Pelaku yang diduga anggota kelompok separatisme itu kabur ke hutan.(IKA)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>70193</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 22:29:21 GMT</pubDate>
			<title>Polri Siap Diaudit Soal Dana Freeport</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/31/70186/Polri-Siap-Diaudit-Soal-Dana-Freeport</link>
			<description><![CDATA[<p>Saud mengatakan akan meminta data dan penjelasan dari Freeport</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<div id=":10e" class="ii gt">
<div id=":10d"><strong>Metrotvnews.com, Jakarta:</strong> Polri siap diaudit terkait dana USD14 juta yang diberikan PT Freeport  Indonesia pada anggota&nbsp; di Papua. Hal itu ditegaskan Kepala Divisi  Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Mabes  Polri, Jakarta Selatan, Senin (31/10).<br /> <br />"Kami Polri, dalam hal ini konsekuen sebagai penegak hukum. Kami  siap untuk diaudit masalah itu, kemudian juga kita siap transparan  mempertanggung jawabkan kalau memang ada penyimpangan. Karena kita belum  tahu persis dana itu untuk apa" kata Saud.<br /> <br />Disinggung soal pernyataan Kapolri Jendera Timur Pradopo yang  menyebut uang itu sebagai uang tambahan makan, Saud menjawab perlu  dilakukan klarifikasi, baik dari Polda Papua maupun Freeport.<br /><br />"Ini  kita Kan perlu klarifikasi seluruhnya. Apakah semuanya itu untuk uang  makan, belum jelas. Kami kan belum tahu persis. karena ini kan di sana  (Papua)," jelas Saud.<br /> <br />Saud mengatakan akan meminta data dan penjelasan dari Freeport,  serta melakukan audit internal soal pengunaan uang tersebut. Ia juga  menegaskan Polri tidak pernah meminta uang dari Freeport. Menurutnya,  Polri memiliki alokasi anggaran dari pemerintah untuk biaya operasional.<br /> <br />Sebelumnya, Kapolri mengakui anggotanya menerima gelontoran dana  Freeport. Hal itu dianggap wajar karena situasi di wilayah tersebut  sangat sulit. uang Freeport langsung diberikan kepada anggotanya sebagai tambahan .<br /> <br />"Kalau misalnya pihak yang diamankan itu memberikan uang makan  langsung kepada anggota, apalagi dalam situasi yang sulit di dalam  tugasnya, saya kira itu akuntanbilitasnya bisa dipertanggungjawabkan,"  kata Timur, kemarin.</div>
<div><br /></div>
<div>Dana digelontorkan Freeport sebagai dana operasional pengamanan aset perusahaan dari ancaman konflik di Bumi Cendrawasih. Hal itu mengundang reaksi sejumlah pihak. Uang dikhawatirkan melunturkan independensi Polri.(IKA)<br /> <br /></div>
</div>
<p><img class="mL" src="https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif" alt="" /></p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>70186</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 17:57:16 GMT</pubDate>
			<title>Jubir Polri: Dana Freeport, Kita Tak Pernah Minta</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/31/70166/Jubir-Polri-Dana-Freeport-Kita-Tak</link>
			<description><![CDATA[<p>Usman menegaskan Polri memiliki dana operasional sendiri.<br /></p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution menegaskan, Polri tak pernah meminta dana operasional pengamanan dari PT Freeport Indonesia di Papua. Usman menegaskan Polri memiliki dana operasional sendiri.<br /><br />"Kita tidak pernah minta. Makanya kita lihat dulu permasalahannya, dana itu dana dana apa? " kata Saud di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (31/10).<br /><br />Saud mengaku belum mengetahui apakah dana Freeport sebesar USD14 juta itu diberikan kepada anggota atau institusi Polri. Saud merasa perlu meminta data dari perusahaan asal Amerika Serikat tersebut, dan melakukan audit internal.<br /><br />"Kita kan belum tahu kepada siapa dana dikasih. Kita klarifikasi dulu, dana itu kan ada administrasinya," kata Saud. "Makanya kita lihat dulu bagaimana penjelasannya, baik penjelasan Freeport maupun Kepolisian Daerah Papua," lanjutnya.<br /><br />Kapolri Jenderal Timur Pradopo sebelumnya mengakui anggotanya menerima dana Freeport. Ia mengatakan, uang itu diberikan langsung kepada polisi yang bertugas mengamankan aset perusahaan. Timur menyebut uang itu sebagai tambahan uang makan karena keadaan di lapangan sulit.<br /><br />"Kalau misalnya pihak yang diamankan itu memerikan uang makan langsung kepada anggota, apalagi dalam situasi yang sulit di dalam tugasnya, saya kira itu akuntanbilitasnya bisa dipertanggungjawabkan," kata Timur, kemarin.(IKA) <br /></p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>70166</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 17:01:23 GMT</pubDate>
			<title>Belum Temukan Keterlibatan, Adik Pelaku Bom Solo Dibebaskan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/31/70158/Belum-Temukan-Keterlibatan-Adik-Pelaku-Bom</link>
			<description><![CDATA[<p>"Setelah pemeriksaan, dikroscek dengan barang bukti, sampai saat ini belum memenuhi unsur untuk ditahan,"kata Kadiv Humas Polri.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Detasemen Khusus 88 Antiteror belum menemukan keterlibatan Tenno Matsusima dalam kasus bom bunuh diri di Cirebon, Jawa Barat, dan Solo, Jawa Tengah. Tenno merupakan adik dari pelaku bom bunuh diri Solo, Ahmad Yusefa Hayat. <br /><br />"Setelah pemeriksaan, dikroscek dengan barang bukti, sampai saat ini (Tenno) belum memenuhi unsur untuk ditahan," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (31/10). <br /><br />Tenno ditangkap Detasemen Khusus 88 di Bandung, Jawa Barat, pada 23 Oktober 2011. Ia diduga mengetahui kegiatan kakaknya terkait peledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo, 25 September lalu. <br /><br />Setelah pemeriksaan selama tujuh hari, polisi belum menemukan keterlibatan Tenno. Ia dipulangkan pada Jumat pekan lalu.(IKA)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>70158</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 16:31:02 GMT</pubDate>
			<title>Dua Terduga Teroris Cirebon Resmi Ditahan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/31/70152/Dua-Terduga-Teroris-Cirebon-Resmi-Ditahan</link>
			<description><![CDATA[<p>Kedua tersangka dijerat pasal 15, 7, 9, 13 Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme.<br /></p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Polisi resmi menahan dua terduga teroris kelompok Cirebon, Yadi Al Hasan dan Nanang Irawan alias Nang Ndut. Polisi telah memiliki cukup bukti keterlibatan keduanya dalam bom bunuh diri di Masjid Adz-Zikra, Markas Kepolisian Resor Cirebon Kota, Jawa Barat, 15 April 2011. <br /><br />"Dua orang tersangka memenuhi unsur untuk dilakukan penahanan pada 26 Oktober, yaitu saudara YS, dan NI," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (31/10). <br /><br />Menurut Saud, Yadi terlibat membantu menyembunyikan daftar pencarian orang (DPO) teroris lainnya. Ia juga menyuruh beberapa rekan untuk belajar merakit bom. Sebelumnya, polisi menyebut Yadi sebagai pimpinan kelompok Cirebon, yang menamakan diri Kelompok Tauhid Wal Jihad.<br /><br />Untuk Nang Ndut, kata Saud, ia berperan merakit bom dan mengajarkan kepada tersangka lain. Nang Ndut juga meletakkan bom di kandang kerbau keraton Solo, Jawa Tengah, Desember 2010. Ia juga dinyatakan menyembunyikan DPO lain. <br /><br />Yadi ditangkap di Kampung Pasindangan, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, 19 Oktober 2011. Sementara Nangndut dicokok di Madiun, Jawa Timur, 21 Oktober lalu. Kedua tersangka dijerat pasal 15, 7, 9, 13 Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme.<br /><br />Polri telah menangkap seluruh buronan bom bunuh diri yang dilakukan Muhammad Syarif tersebut. Mereka adalah Beni Asri, Yadi Al Hasan, Nanang Irawan, Heru Komarudin. Seorang buronan lainnya, Ahmad Yusefa Hayat, tewas dalam peledakan bom bunuh diri di Solo.(IKA)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>70152</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 11:39:08 GMT</pubDate>
			<title>Seorang Ibu Bunuh 4 Anggota Keluarga Agar dapat Uang Asuransi</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/26/69520/Seorang-Ibu-Bunuh-4-Anggota-Keluarga</link>
			<description><![CDATA[<p>Anggota keluarga juga memberitahu polisi mengenai motif Susan Hendricks yang sebenarnya: uang asuransi.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Charleston</strong>: Seorang ibu asal South Carolina didakwa membunuh anggota keluarganya dengan motif untuk mendapatkan uang asuransi. Susan Hendricks (48) diseret ke meja hijau karena membunuh dua anak lelaki, mantan suami dan ibu tirinya. Oleh polisi, Susan telah ditahan di sebuah motel, Senin (24/10) malam lalu.<br /><br />Susan juga dituntut atas kepemilikan senjata selama melakukan aksi kriminal tersebut, yaitu kepemilikan sebuah pistol yang disimpan di lemari kecilnya. Kejadian ini terungkap saat polisi dipanggil ke sebuah rumah di Liberty, South Carolina, 14 Oktober lalu. <br /><br />Menurut Asisten Kepala Polisi Pickens County Tim Morgan, dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian, barang bukti forensik dan wawancara dengan anggota keluarga polisi menyimpulkan keterangan yang disampaikan Susan Hendricks&nbsp; tidak benar.<br /><br />Anggota keluarga juga memberitahu polisi mengenai motif Susan Hendricks yang sebenarnya: uang asuransi. Berdasarkan laporan polisi, Susan Hendricks akan menerima uang asuransi yang jumlahnya berlipat-lipat dari para korban jika aksi bohongnya itu berhasil.(Ant/DOR)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>69520</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 22:40:19 GMT</pubDate>
			<title>Sodomi Tiga Anak, Warga Australia Diekstradisi ke Indonesia</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/24/69362/Sodomi-Tiga-Anak-Warga-Australia-Diekstradisi</link>
			<description><![CDATA[<p>"Sekarang ketiga korban sudah berusia sekitar 18 tahun, dan butuh recovery psikis," kata Tommy.<br /></p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Seorang warga Australia berinisial PDW diekstradisi atau diserahkan karena dianggap berbuat kriminal dari negaranya ke Indonesia. Ekstradisi dilakukan atas permintaan Polri. PDW merupakan tersangka kasus dugaan sodomi terhadap tiga anak di Indonesia.<br /><br />"Tersangka sudah dibawa ke Indonesia, Jumat pekan lalu, dan ditahan di Bareskrim Polri," kata Kepala Subdirektorat Kejahatan Cyber Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Besar Tommy Watuliu di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/10).<br /><br />Menurut Tommy, PDW berprofesi sebagai Kepala Sekolah di salah satu SMP Internasional di Jakarta. Ia menggunakan bonus memberi biaya pendidikan gratis dan uang saku kepada calon korban. Keakraban yang terjalin dimanfaatkan PDW untu mencabuli anak-anak tersebut. <br /><br />"Kerugian akibat kejadian tersebut adalah kerugian inmaterial terhadap perkembangan mental dan psikologis secara berkepanjangan terhadap anak-anak," kata Tommy.<br /><br />Tommy mengatakan, PDW berbuat cabul tak hanya di Jakarta. Ia juga beraksi di Bali dan Nusa Tenggara Barat. Korban yang terindetifikasi tiga orang, inisial AA, MA, dan HE. PDW kemudian kembali ke negaranya pada 2007.<br /><br />"Sekarang ketiga korban sudah berusia sekitar 18 tahun, dan butuh recovery psikis," kata Tommy.<br /><br />Polri menjerat PDW dengan pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak dan Pasal 292 KUHP tentang pencabulan kepada korban di bawa umur. "Dengan ancaman 15 tahun penjara, maksimal ya," jelas Tommy<br /><br />Tommy menjelaskan, berkas perkara PDW baru dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung pada 29 Januari 2010. Karena PDW telah kembali ke Australia, Polri dengan difasilitasi Departemen Hukum dan HAM mengajukan ekstradisi ke pemerintah Autralia, 30 September 2010.<br /><br />"Berdasarkan perjanjian ekstradisi di antara kedua negara serta beberapa pertimbangan hukum, Pengadilan Australia memutuskan pelaksanaan ekstradisi yang dapat dilaksanakan pada 21 Oktober di Bandara Sydney," kata Tommy. <br /><br />PDW kini tahanan Direktorat Tipideksus Bareskrim polri untu mempersiapkan proses penyerahan ke Jaksa Penuntut Umum (pelimpahan tahap II). Proses penuntutan PDW akan dilakukan di Pengadilan Negeri Mataram.(IKA)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>69362</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 17:15:20 GMT</pubDate>
			<title>Dalam dua pekan, 8 Orang Tewas di Papua</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/24/69328/Dalam-dua-pekan-8-Orang-Tewas</link>
			<description><![CDATA[<p>Sebagian dari mereka menjadi korban penembakan. Polri akan menggelar evaluasi terkait hal tersebut.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Sebanyak delapan orang tewas di sejumlah daerah di Papua, sepanjang Oktober 2011, atau dalam dua minggu terakhir. Sebagian menjadi korban penembakan. Polri akan menggelar evaluasi terkait hal tersebut.<br /><br />"Memang kasus penembakan di Papua, bulan ini ada empat kejadian," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (24/10).<br /><br />Kejadian pertama demontrasi karyawan PT Freeport Indonesia di Terminal Gorong-Gorong, Timika, Jayapura, 10 Oktober 2011. Seorang karyawan Freeport, Piter Ayami Seba, tewas tertembak. Polisi belum memberi keterangan resmi soal penyebab kematian korban.<br /><br />Kemudian tiga orang tewas usai pembubaran paksa Kongres Papua III di Abepura, Jayapura, 19 Oktober 2011. Kongres dibubarkan karena peserta mengibarkan bendera kejora dan mendeklarasikan Papua Merdeka. Esokannya, tiga jenazah ditemukan tak jauh dari lokasi. Penyebab kematian masih diselidiki. <br /><br />Kejadian ketiga penembakan terhadap sopir Freeport, Aloysius Margono, dan dua pendulang emas tradisional, Eto dan Yunus, di Mile 39 dan 39 Kawasan Freeport,&nbsp; Timika. Ketiganya ditembak gerombolan bersenjata. Polisi menduga pelakunya berjumlah sepuluh orang menggunakan dua senjata laras panjang.<br /><br />Terakhir, Kapolsek Mulia AKP Dominggus Otto Awes tewas ditembak di Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya, Papua. Dominggus diserang dan senjatanya dirampas. Ia kemudian ditembak dari jarak dekat di bagian kepala. Peluru mengenai hidung dan tembus ke kepala bagian belakang. <br /><br />Maraknya penembakan di Papua membuat Polri berbenah diri. Sebelumnya, Mabes Polri mengirim tim penyidik yang diketuai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komisaris Jenderal Polisi Imam Sudjarwo. Polri juga menggandeng TNI untuk pengejaran ke daerah pedalaman. <br /><br />Disinggung soal kemungkinan status keamanan Papua menjadi siaga satu, Anton menjawab singkat "Ya tentu ini jadi penilaian kita."(IKA)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>69328</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 18:07:16 GMT</pubDate>
			<title>Polisi Kejar 10 Pelaku Penembakan di Freeport</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/21/68988/Polisi-Kejar-10-Pelaku-Penembakan-di</link>
			<description><![CDATA[<p>Gerombolan itu membawa dua senjata api laras panjang.<br /></p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Pelaku penembakan tiga orang di kawasan Freeport, Timika, Papua, Jumat (22/10)pagi, berjumlah 10 orang. Gerombolan itu membawa dua senjata api laras panjang.<br /><br />"Kita temukan selongsong peluru kaliber 5,58 mm," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat siang.<br /><br />Menurut Anton, selongsong peluru kaliber 5,58 mm biasa digunakan untuk senjata SS1 atau M16. Polisi juga menemukan kaliber 7,62 mm yang diduga berasal dari senjata AK 47.<br /><br />Penembakan terjadi di kilometer 38 dan kilometer 39 kawasan Freeport. Di kilometer 38, korban bernama Aloysius Margono, sopir PT Kuala Palabuhan Indonesia.<br /><br />"Dia berangkat dari kilometer 40 menuju 38, sampai sana ditembak orang tidak dikenal dari kanan, lalu meninggal," kata Anton.<br /><br />Berselang 15 menit, penembakan kembali terjadi di kilometer 39. Dua penambang tradisional yang acap mengais biji emas di Sungai Aikwa, tewas. <br /><br />Polisi kini memburu 10 pelaku penembakan tersebut. Pengejaran itu melibatkan petugas gabungan TNI-Polri. "Menurunkan 4 unit satuan untuk menangkap," kata Anton. (IKA)<br /></p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>68988</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 17:33:00 GMT</pubDate>
			<title>Reskonstruksi Umar Patek di Solo Hadirkan Tersangka HK</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/21/68979/Reskonstruksi-Umar-Patek-di-Solo-Hadirkan</link>
			<description><![CDATA[<p>Rekonstruksi rencananya dilakukan di tiga tempat di kota tersebut.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Polisi menghadirkan tersangka teroris, Heru Kuncoro, dalam rekonstruksi tersangka kasus bom Bali I Umar Patek di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22/10) besok. Rekonstruksi rencananya dilakukan di tiga tempat di kota tersebut.<br /><br />"Hari ini memang kita datangkan satu orang ke Solo untuk menunjukkan tempat-tempat di mana mereka melakukan kegiatan (pertemuan) it. Inisialnya HK" kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (21/10).<br /><br />Heru Kuncoro adalah ipar gembong teroris Dulmatin, yang juga terlibat Bom Bali I tahun 2002. Ia diduga sebagai orang yang belanja perlengkapan bom untuk Dulmatin. Heru juga diduga mengelola kamp pelatihan jihad di Filipina Selatan.<br /><br />Menurut Anton, Heru dan Patek akan memeragakan adegan seputar persiapan bom yang menewaskan 202 orang tersebut. Sebelumnya, Patek telah menjalani rekonstruksi di empat tempat di Bali, dan di Imigrasi Jakarta Timur, tempat ia dan istrinya membuat paspor.(IKA)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>68979</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 15:39:38 GMT</pubDate>
			<title>Lagi, Buron Bom Cirebon Ditangkap</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/21/68967/Lagi-Buron-Bom-Cirebon-Ditangkap</link>
			<description><![CDATA[<p>"Empat-empatnya telah  ditangkap," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi  Anton Bachrul Alam</p>
<p><input id="gwProxy" type="hidden"><!--Session data--></input><input id="jsProxy" onclick="if(typeof(jsCall)=='function'){jsCall();}else{setTimeout('jsCall()',500);}" type="hidden" /></p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Detasemen Khusus 88 kembali menangkap seorang buron kasus bom Cirebon, Nanang Irawan alias Nangndut. Nanang ditangkap di Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Madiun, Jawa Timur, Jumat (21/10) pagi. <br /><br />"Jadi otomatis kasus bom Cirebon telah dapat, empat-empatnya telah ditangkap," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat siang.<br /><br />Anton mengatakan, Nanang diduga terlibat dua kasus, yakni bom bunuh diri di Masjid Adz-Zikra, Markas Kepolisian Resor Kota Cirebon, Jawa Barat, dan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah. <br /><br />Nanang diduga berperan sebagai perakit bom. Namun, kepastiannya masih menunggu pemeriksaan selama tujuh hari. "Kita punya waktu satu minggu untuk memeriksa yang bersangkutan, di mana saja kegiatan yang bersangkutan selama ini, kita akan dalami," kata Anton. <br /><br />Bom bunuh diri meledak di Masjid Adz-Zikra, menjelang salat Jumat, 15 April 2011. Pelakunya Muhammad Syarif, yang juga tewas dalam kejadian itu. Polisi lalu menetapkan lima teman Syarif sebagai buronan. <br /><br />Kelima buronan tersebut Ahmad Yusefa Hayat, Yadi Al Hasan, Beni Asri, Heru Komarudin, dan Nanang Irawan. Ahmad Yusefa menjadi "pengantin" selanjutnya. Ia meledakkan bom bunuh diri di GBIS Kepunton, dan tewas di lokasi kejadian.<br /><br />Pascaledakan bom Solo, polisi menangkap Beni Asri di kampung halamannya, Solok, Sumatra Barat, 30 September 2011. Pada 8 Oktober, polisi menangkap Heru Komarudin di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Kemudian Yadi Al Hasan ditangkap di Kampung Pasindangan, Cirebon.(IKA)</p>
<p><input id="gwProxy" type="hidden"><!--Session data--></input><input id="jsProxy" onclick="if(typeof(jsCall)=='function'){jsCall();}else{setTimeout('jsCall()',500);}" type="hidden" /></p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/68967.jpg</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>68967</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 20:35:27 GMT</pubDate>
			<title>Pejabat Kemenkes SB Diperiksa 5 Jam</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/20/68873/Pejabat-Kemenkes-SB-Diperiksa-5-Jam</link>
			<description><![CDATA[<p>Syamsul ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek  pengadaan alat bantu pendidikan bagi dokter/spesialis di 17 rumah sakit  di 12 provinsi.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Penyidik Polri memeriksa Kepala Bagian Program dan Informasi Sekretariat Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan, Syamsul Bahri, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/10). Syamsul diperiksa sebagai tersangka selama 5 jam.<br /><br />"Sudah diperiksa tadi, mulai pukul 10.00 WIB, selesai pukul 15.00 WIB. Tidak (ditahan), karena pemeriksaannya belum selesai," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Kamis sore.<br /><br />Anton mengatakan, Syamsul dipersilakan pulang dan akan dipanggil lagi untuk pemeriksaan lanjutan. Namun, tanggal dan waktunya belum ditetapkan.<br /><br />Syamsul ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat bantu pendidikan bagi dokter/spesialis di 17 rumah sakit di 12 provinsi. Proyek senilai Rp498 miliar itu berjalan pada 2009.<br /><br />Sebelumnya, Anton mengatakan, Syamsul akan dimintai keterangan seputar dugaan ketidakberesan proses lelang dalam&nbsp; proyek tersebut. Anton mengatakan ada barang-barang yang ditiadakan, atau tidak sesuai.</p>
<p><br />Kerugian negara masih dihitung Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan.(IKA) <br /><br /></p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>68873</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 20:03:45 GMT</pubDate>
			<title>Pemilik 1.500 Butir Ekstasi Ditangkap di Batam</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/hukum/2011/10/20/68870/Pemilik-1.500-Butir-Ekstasi-Ditangkap-di</link>
			<description><![CDATA[<p>DS merupakan bandar narkoba yang baru saja tiba dari Malaysia melalui Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Batam: </strong>Satuan Reserse Narkotik dan Obat-obatan Berbahaya (Narkoba) Kepolisian Resor Kota Batam Rempang Galang menangkap tersangka pemilik ekstasi senilai Rp300 juta di sebuah hotel di kawasan Nagoya, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Tersangka berinisial nama DS (31).<br /><br />"Saat kami tangkap DS tengah membawa sekitar 1.500 butir ekstasi berbagai jenis. Menurut pengakuannya, setiap butir ia beli dengan harga Rp150.000 dan dijual Rp200.000," Kata Kasat Narkoba Polresta Batam Rempang Galang (Barelang) Komisaris Arief Bastari di Mapolresta, Kamis (20/10).<br /><br />Arief mengatakan, DS merupakan bandar narkoba yang baru saja tiba dari Malaysia melalui Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. "Kami mendapat informasi tersebut dari masyarakat dan langsung melakukan penggerebekan dengan cara menjebak agar mau bertransaksi dengan anggota kami," tambah dia.<br /><br />Jaringan DS selain beroperasi di Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjungpinang, dan beberapa daerah lain di Kepri, juga beroperasi di wilayah Sumatra daratan seperti Pekanbaru, Riau. "Kami telah mengantongi tiga nama yang masuk dalam jaringan DS," ucap Arief.<br /><br />Namun, tidak menutup kemungkinan masih ada nama lain di luar tiga nama tersebut. "Kami terus mengembangkan kasus ini, bukan tidak mungkin mereka adalah sindikat narkoba antarnegara mengingat barang mereka berasal dari Malaysia," tambah Arief.(MI/BEY)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
			<guid>68870</guid>
			</item></channel></rss>
