

<rss version="2.0">
	<channel>
        <title>METRO TV NEWS NUSANTARA</title>
        <link>http://www.metrotvnews.com/</link>
        <description>Metrotvnews Indonesia News Video Portal</description>
        <language>id-ID</language>
        <managingEditor>editor@metrotvnews.com</managingEditor>
        <webMaster>admin@metrotvnews.com</webMaster>
		<image>
		  <title>KapanLagi.com</title>
		  <url>http://www.metrotvnews.com/metrotvnews.jpg</url>
      	  <link>http://www.metrotvnews.com/</link>
		</image>
<item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 16:48:55 GMT</pubDate>
			<title>Penambangan Pasir Perparah Abrasi Pantai Ketaping</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13085/Penambangan-Pasir-Perparah-Abrasi-Pantai-Ketaping</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Bengkulu: </strong>Jarak bibir pantai dan permukiman warga semakin dekat, tak lebih dari 100 meter. Jika terus dibiarkan, besar kemungkinan air pasang akan membanjiri permukiman.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Bengkulu: </strong>Penambangan pasir secara liar di Pantai Ketaping, Teluk Sepang, Bengkulu, memperparah abrasi di pantai itu. Jarak bibir pantai dan permukiman warga semakin dekat, tak lebih dari 100 meter. Jika terus dibiarkan, besar kemungkinan air pasang akan membanjiri permukiman.<br /><br />Warga sudah berkali-kali memprotes pengambilan pasir. Bahkan, protes sudah disampaikan kepada Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedy melalui surat pencabutan izin penambangan pasir yang dikeluarkan 2006. Namun, aktivitas penambangan oleh orang-orang dari luar kampung itu terus berlangsung.<br /><br />Menurut seorang warga, Fahmi, Pemerintah Kota Bengkulu memberikan izin penambangan pasir kepada sebuah koperasi pada 2000. Kemudian di tahun 2005, warga mulai keberatan dengan penambangan yang membabat habis hutan pantai. Wali Kota Bengkulu yang saat itu dijabat Chalik Efendi akhirnya mencabut izin penambangan.<br /><br />Meski begitu, aktivitas penambangan tak pernah berhenti. Sekelompok orang bahkan membuka jalan untuk mengangkut pasir. "Mereka sangat berani membuka lahan seolah-olah izin pengambilan pasir sudah pasti akan diberikan," kata Fahmi.<br /><br />Tindakan orang-orang tak dikenal itu menyulut emosi warga. Apalagi, lahan yang dibuka merupakan kawasan yang sudah ditanami kembali. Warga secara swadaya menanami 4.500 batang cemara dan sekarang sudah berumur enam bulan. Namun, harapan warga mengatasi abrasi kandas gara-gara ulah penambang.(****)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13085</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 16:03:18 GMT</pubDate>
			<title>Batam Aman dari Teroris</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13081/Batam-Aman-dari-Teroris</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Batam:</strong> Menurut Ahmad, pulau-pulau, baik yang dihuni maupun yang tidak, selalu dijaga ketat warga sekitar. Batam aman dari teroris.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Batam:</strong> Ratusan pulau yang terletak di Kota Batam bebas dari teroris. Masyarakat Batam cerdas, sehingga tak mudah tertipu muslihat teroris. Demikian dikatakan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Kamis (18/3).<br /><br />Menurut Ahmad, pulau-pulau, baik yang dihuni maupun yang tidak, selalu dijaga ketat warga sekitar. Tapi dia tak memungkiri, letak Batam di Selat Malaka dan berbatasan dengan beberapa negara jiran sangat strategis untuk lalu lintas teroris.<br /><br />Komandan Pangkalan TNI Aangkatan Laut Batam, Kolonel Laut Iwan Isnurwanto mengatakan, timnya terus berpatroli untuk mengantisipasi lalu lintas teroris di perairan Batam.<br /><br />Kepolisian Kota Besar Batam, Rempang, dan Galang juga terus melakukan razia di pelabuhan laut dan udara. Kepala Bagian Operasional Kepolisian Kota Besar Barelang, Komisaris Polisi Danu Waspodo mengatakan Batam acap dijadikan persinggahan teroris internasional, sehingga perlu diantisipasi.(Ant/**)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13081</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 15:58:30 GMT</pubDate>
			<title>Pembawa Dua Ons Shabu Ditangkap</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13080/Pembawa-Dua-Ons-Shabu-Ditangkap</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Riau: </strong>Halim mengaku, shabu dibeli di daerah Bireun, Aceh Utara, seharga Rp 200 ribu. Halim bin Zainuddin, 42, menyembunyikan shabu di dalam kotak P3K.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Riau: </strong>Seorang warga Aceh tertangkap tangan membawa dua paket shabu seberat dua ons, Rabu (17/3) malam. Halim bin Zainuddin, 42, menyembunyikan shabu di dalam kotak P3K.<br /><br />Penangkapan Halim sebenarnya tak disengaja. Malam itu, Kepolisian Resor Indragiri Hilir, Riau, menggelar razia di Jalan Lintas Sumatra buat mengantisipasi pelarian tersangka teroris.<br /><br />Saa pemeriksaan, Halim mengaku, shabu dibeli di daerah Bireun, Aceh Utara, seharga Rp 200 ribu. Dia mengatakan, shabu akan dikonsumsi sendiri.(ICH/Loly Andriawan)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13080</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 14:35:46 GMT</pubDate>
			<title>Kasus Korupsi Gebernur Bengkulu Didesak Dituntaskan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13070/Kasus-Korupsi-Gebernur-Bengkulu-Didesak-Dituntaskan</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta: </strong>Tak hanya itu, mereka membakar spanduk dan foto Agusrin. Mahasiswa pun&nbsp; memberikan bingkisan pakaian wanita buat petugas Kajati.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Jakarta: </strong>Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi setempat, sempat bersitegang dengan polisi, Kamis (18/3). Mahasiswa menuntut Kejaksaan segera melimpahkan berkas perkara korupsi Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin.<br /><br />Mahasiswa saling dorong dengan polisi saat mereka memaksa masuk ke dalam Gedung Kajati Bengkulu. Tak hanya itu, mereka membakar spanduk dan foto Agusrin. Mahasiswa pun&nbsp; memberikan bingkisan pakaian wanita buat petugas Kajati.<br /><br />Mahasiswa kecewa berat karena kasus korupsi sebesar Rp 21,3 miliar yang diduga melibatkan Agusrin tak segera dituntaskan. Mereka menuntut kasus ini diambil alih Komisi Pemberantasan Korupsi.(ICH/Safran)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13070</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 13:29:35 GMT</pubDate>
			<title>Drive Thru Samsat Gowa Pertama di Indonesia Timur </title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13061/Drive-Thru-Samsat-Gowa-Pertama-di</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Sungguminasa:</strong>&nbsp; Pemerintah Kabupaten Gowa bermaksud memanjakan pemilik dan pengguna kendaraan bermotor. Mengurus perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sekarang tidak perlu lagi beranjak dari mobil atau kendaraan bermotor roda dua Anda.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Sungguminasa:</strong>&nbsp; Pemerintah Kabupaten Gowa bermaksud memanjakan pemilik dan pengguna kendaraan bermotor. Mengurus perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sekarang tidak perlu lagi beranjak dari mobil atau kendaraan bermotor roda dua Anda.<br /><br />Ini semua karena Sistem Administrasi Satu Atap (Samsat) Gowa, sebelumnya telah membuka fasilitas layanan pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) secara online, mulai melayani pengurusan surat STNK dengan layanan drive thru. "Jadi cukup menyerahkan KTP asli, bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) asli dan STNK asli," jelas Dirlantas Polda Sulselbar Komisaris Besar Budi Setiyadi.<br /><br />Bahkan, diterangkan Budi, layanan drive thru ini adalah yang pertama di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Di Indonesia sendiri, sudah ada sekitar 60 layanan Samsat Drive Thru yang dibuka Samsat dan paling banyak berada di Jawa Timur. Rencananya, April mendatang, layanan drive thru juga bakal dibuka di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel sekaligus bakal di-launching, dua samsat keliling untuk pelayanan kepada masyarakat.<br /><br />Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo mengemukakan, kehadiran Drive Thru di Samsat merupakan bagian dari proses penerapan good governance. "Sekarang rakyat butuh pelayanan yang lebih cepat, jujur, dan tidak berbelit-belit. Daerah lain juga diimbau untuk segera menerapkan layanan efisien," ungkap Syahrul.<br /><br />Beberapa tahun terakhir, Samsat memang kian berbenah diri. Selain mulai menerapkan layanan Drive Thru, Samsat juga sudah membuka layanan secara online di lima kabupaten kota. Di antaranya Makassar, Gowa, Parepare, Bone, dan Palopo.<br /><br />Sementara itu, Sukri, warga Jalan Malino Makassar, berpendapat adanya layanan baru drive thru tersebut tidak begitu berpengaruh dalam mempermudah layanan. "Akan sama saja, jika tempat layanannya hanya satu, karena juga akan mengantri dan bisa panas di bawah terik matahari. Pasti orang lebih memilih dalam gedung yang berteduh," tegasnya. (MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13061</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 11:43:37 GMT</pubDate>
			<title>Satu Keluarga Terseret Arus, Dua Tewas</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13051/Satu-Keluarga-Terseret-Arus-Dua-Tewas</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Garut: </strong>Yuningsih ditemukan sekitar 40 meter dari lokasi kejadian. Sedangkan Eriansyah ditemukan sekitar 600 meter dari tempat ditemukannya Yuningsih.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Garut:</strong> Empat orang dalam satu keluarga warga Kampung Timbang Hayu, Desa Situ Gede, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat, terseret arus sungai setelah jembatan yang mereka lewati tiba-tiba roboh, Kamis (18/3). Dua korban ditemukan tewas, sementara dua lainnya masih hilang.<br /><br />Korban tewas adalah Yuningsih (28) dan anaknya, Eriansyah (5). Yuningsih ditemukan sekitar 40 meter dari lokasi kejadian. Sedangkan Eriansyah ditemukan sekitar 600 meter dari tempat ditemukannya Yuningsih.<br /><br />Sementara dua anak Yunungsi lainnya--salah satunya Erni (14), hingga kini belum diketemukan. Belum bisa dipastikan pula keduanya selamat atau sudah tak bernyawa.<br /><br />Menurut warga sekitar, jembatan bambu yang dilalui korban memang rapuh. Jembatan tetap digunakan karena itu akses satu-satunya untuk masuk dan keluar kampung. Petugas dibantu warga kini masih mencari dua korban hilang.(Hendra Herdiana/**)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13051</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 11:13:08 GMT</pubDate>
			<title>Jelang UN, Ratusan Siswa Salat Hajat</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13047/Jelang-UN-Ratusan-Siswa-Salat-Hajat</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Kendari: </strong>Para siswa berharap, mental mereka kuat saat mengikuti UN, 22 Maret mendatang. Sebab banyak di antara mereka yang khawatir gagal.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Meetrotvnews.com, Kendari:</strong> Jelang ujian nasional (UN), ratusan siswa madrasah aliyah (MA), sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan (SMK) di kendari, Sulawesi Tenggara, menggelar salat Hajat dan doa bersama di Mesjid Pesantren Ummushabri, Kamis (18/3). Hadir pula Walikota Kendari Asrun.<br /><br />Para siswa nampak khusyuk berzikir zikir dan berdoa. Para siswa berharap, mental mereka kuat saat mengikuti UN, 22 Maret mendatang. Sebab banyak di antara mereka yang khawatir gagal. Tapi tak sedikit pula yang optimistis akan lulus.(Abdul Halim Ahmad/**)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13047</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 10:56:08 GMT</pubDate>
			<title>HTI Jabar Menolak Kedatangan Obama</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13045/HTI-Jabar-Menolak-Kedatangan-Obama</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Bandung:</strong> Obama tak ada bedanya dengan presiden AS terdahulu. Mereka gemar menyakiti dan menjajah warga muslim, seperti di Irak dan Afghanistan.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Bandung:</strong> Lebih dari 1.000 anggota Hizburt Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat, turun ke jalan menolak kedatangan Presiden Amerika Barack Hussein Obama, Kamis (18/3). Mereka long mars berkeliling Kota Bandung.<br /><br />Dalam orasinya, anggota HTI Jabar menilai Obama tak ada bedanya dengan presiden AS terdahulu. Mereka gemar menyakiti dan menjajah warga muslim, seperti di Irak dan Afghanistan.<br /><br />HTI Jabar pun menuding, kedatangan Obama hanya untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS di Indonesia. Menurut juru bicara HTI Jabar Lutfhi Afandi, sudah selayaknya umat muslim di Indonesia serempak menolak kedatangan Obama.(ICH/Iwan Gumilar)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13045</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 10:47:18 GMT</pubDate>
			<title>Kapal Filipina Akhirnya Dilepas</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13044/Kapal-Filipina-Akhirnya-Dilepas</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Palu:</strong> Kapal masuk Indonesia tanpa dokumen pelayaran resmi. Sementara enam penumpangnya memegang paspor.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Palu:</strong> Kapal motor berbendera Filipina, yang ditangkap Syahbandar dan petugas Kesatuan Pengamanan Pantai dan Pelabuhan (KP3) Luwuk, Kabupaten Banggai, pada 13 Maret 2010, akhirnya dilepas. Kapal dan enam warga asing yang ada di kapal harus meninggalkan Indonesia paling lambat 22 Maret mendatang.<br /><br />Kepala sub Pengawasan dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim) Palu, Purnomo mengatakan, kapal masuk Indonesia tanpa dokumen pelayaran resmi. Sementara enam penumpangnya memegang paspor. Kesalahan mereka, kata Purnomo, hanya masuk tanpa surat izin.<br /><br />Menurut Purnomo, setiap kapal asing yang masuk Indonesia harus mendapat jaminan dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) atau agen resmi. Tanpa izin setiap kapal yang masuk akan ditangkap.<br /><br />Christopher, penumpang kapal, menjelaskan kapal terpaksa mendarat di Pelabuhan Luwuk karena terjadi kerusakan mesin. Selain Christopher, lima warga asing lainnya adalah Jhon Leslie Sullivan, Mitcel Maloloy Pontillas, Jennifer Tangpos Rodrigo, Marnee Undalok Mahasoal, Josephine Carbaquilopanlaan.(Ant/**)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13044</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 10:19:38 GMT</pubDate>
			<title>Soal UN Provinsi Lampung Dikirimkan </title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13041/Soal-UN-Provinsi-Lampung-Dikirimkan-</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Kudus: </strong>Kemasan soal UN juga berlapis, mulai amplop soal, kardus untuk amplop, karung untuk kardus, hingga pintu boks truk. Semua disegel.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Kudus:</strong> Soal ujian nasional (UN) untuk sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, cetakan PT Pura Kudus, Jawa Tengah, untuk wilayah Lampung, mulai didistribusikan, Kamis (18/3). Pengiriman 400 ribu eksemplar soal UN dijaga ketat.<br /><br />Soal UN disegel. Kemasan soal UN juga berlapis, mulai amplop soal, kardus untuk amplop, karung untuk kardus, hingga pintu boks truk. Semua disegel. Bahkan plat nomor truk bok pengangkut soal dicopot untuk menjaga kerahasiaan.<br /><br />Kepala Humas PT Pura Kudus Hamidin mengatakan, untuk wilayah Lampung, pihaknya mencetak 433 ribu soal. Soal terdiri dari soal utama, soal cadangan, dan soal ujian susulan.<br /><br />Dijadwalkan soal tiba di Lampung, besok. Soal akan langsung diserahterimakan ke Kepolisian Daerah Lampung untuk didistribusikan ke tiap kota dan kabupaten. Soal akan digunakan 22-26 Maret mendatang.(Adi Widharyanto/**)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13041</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 09:57:24 GMT</pubDate>
			<title>Pejabat Pemprov Sumsel Bebas Narkoba</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13037/Pejabat-Pemprov-Sumsel-Bebas-Narkoba</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Palembang:</strong> Menurut Alex, tudingan yang menyebutkan 12 pejabat di Pemprov Sumsel mengonsumsi narkoba cuma isapan jempol. Tes darah akan rutin digelar.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Palembang: </strong>Seluruh pejabat di Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan bersih narkoba. Demikian diungkapkan Gubernur Sumsel Alex Noedin di Palembang (18/3).<br /><br />Menurut Alex, tudingan yang menyebutkan 12 pejabat di Pemprov Sumsel mengonsumsi narkoba cuma isapan jempol. Mereka bersih. Setelah cek darah, mereka diketahui hanya menggunakan obat untuk kebutuhan, seperti penyakit jantung.<br /><br />Alex menambahkan, cek darah semacam ini akan rutin dilakukan untuk menditeksi pemakaian narkoba. Soalnya, saat ini narkoba sudah menyelusup hingga ke lapisan masyarakat, bahkan sampai ke pedesaan.(Ant/**)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13037</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 09:50:44 GMT</pubDate>
			<title>Warga Enam Desa di Toraja Utara Resah</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13036/Warga-Enam-Desa-di-Toraja-Utara</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Toraja Utara:</strong> Kini banyak warga terpaksa membiarkan hasil panen mereka membusuk. Sebab tak ada kendaraan yang bisa masuk dan mengangkut markisa mereka.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Toraja Utara:</strong> Warga enam desa yang terisolir akibat longsor di Kecamatan Buntu Pepasan, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, mengeluh. Warga sama sekali tak bisa menjual hasil bumi karena akses ke desa mereka putus total.<br /><br />Salah satu desa yang terisolasi adalah Desa Pulu-Pulu, kira-kira berjarak 10 kilometer dari ibukota kecamatan. Desa ini adalah penghasil buah markisa. Tapi, kini banyak warga terpaksa membiarkan hasil panen mereka membusuk. Sebab tak ada kendaraan yang bisa masuk dan mengangkut markisa mereka.<br /><br />Sejauh ini, belum ada tindakan apapun dari pemerintah daerah setempat buat meringankan beban warga. Padahal longsor sudah terjadi empat hari silam. Selain merusak puluhan rumah dan memutus jalan, bencana juga menewaskan dua warga.<br /><br />Enam desa yang terisolasi masing-masing Desa Sapan, Ranteuma, Pulu-Pulu, Paonganan, Talimbangan, dan Desa Pangkungbatu. Warga enam desa berharap bantuan cepat mereka terima.(ICH/Aris Bafauzi)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13036</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 09:13:30 GMT</pubDate>
			<title>Penumpang Perahu Jhonson Belum Juga Ditemukan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13033/Penumpang-Perahu-Jhonson-Belum-Juga-Ditemukan</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Biak:</strong> Tanda-tanda kelima awak bakal cepat ditemukan tipis. Pencarian sangat sulit karena titik kejadian tak diketahui dengan jelas.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Biak:</strong> Lima awak dan bangkai perahu Jhonson belum juga ditemukan. Perahu diduga karam usai dihantam ombak besar di perairan Teluk Cendrawasih, Papua, Jumat pekan kemarin. <br /><br />Lima awak kapal masing-masing Soleman Rumpobmbrai (awak perahu), dan empat penumpang yaitu Gustaf Sanuari, Antoneta Rumatoby, Yunita Sanuari, dan Serlina.<br /><br />Tanda-tanda kelima awak bakal cepat ditemukan tipis. Kepala SAR Biak Sumpeno Yuwono, Kamis (18/3), mengatakan sejuah ini tim penyelamat belum bisa mengendus jejak perahu nahas itu. Pencarian melibatkan satu kapal cepat dan perahu karet.<br /><br />Menurut Sumpeno, pencarian sangat sulit karena titik kejadian tak diketahui dengan jelas. Apalagi cuaca juga acap tak bersahabat.(Ant/**)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13033</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 08:53:59 GMT</pubDate>
			<title>Puluhan Rumah di Ponorogo Kebanjiran</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/18/13030/Puluhan-Rumah-di-Ponorogo-Kebanjiran</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Ponorogo: </strong>Di beberapa titik ketinggian air lebih dari satu meter. Alhasil warga tak bisa kemana-mana.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Ponorogo:</strong> Puluhan rumah warga di Desa Tegal Sari dan Desa Demangan, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur, terendam banjir, Kamis (18/3) pagi. Banjir juga merendam beberapa gedung sekolah.<br /><br />Bajir lahir akibat luapan Sungai Gendol usai diguyur hujan deras sepanjang malam. Di beberapa titik ketinggian air lebih dari satu meter. Alhasil warga tak bisa kemana-mana.<br /><br />Warga setempat mengatakan, banjir adalah kiriman dari Tugu Trenggalek. Mereka berharap pemerintah daerah setempat cepat memperlebar daerah aliran sungai agar desa mereka tak selalu kebanjiran.(ICH/Ferry Aquarius)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13030</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 23:48:30 GMT</pubDate>
			<title>Tujuh Imigran Gelap asal Afghanistan Ditahan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/13021/Tujuh-Imigran-Gelap-asal-Afghanistan-Ditahan</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Tanjungpinang: </strong>Tujuh imigran gelap asal Afghanistan ditangkap di Lampung dan dibawa ke Tanjungpinang. Mereka mengaku lari dari negaranya karena konflik berkepanjangan.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Tanjungpinang: </strong>Tujuh imigran gelap asal Afghanistan tiba di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (17/3) malam. Sebelumnya mereka ditangkap di Lampung.<br /><br />Imigran asal Afghanistan diangkut dengan feri Baruna. Personel Polda Lampung dan petugas imigrasi mengawal mereka ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang. Mereka diperiksa dengan teliti.<br /><br />Pengakuan imigran, mereka kabur dari Afghanistan akibat konflik berkepanjangan. Selain itu, untuk mencari suaka politik. Rencananya imigran gelap dikirimkan ke negara tujuan. Namun, selama beberapa waktu ini mereka harus diperiksa oleh pihak internasional.(Agus Fathur/*****)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13021</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 22:41:38 GMT</pubDate>
			<title>Jalan ke Bandara Sultah Salahuddin Diblokade Mahasiswa</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/13017/Jalan-ke-Bandara-Sultah-Salahuddin-Diblokade</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Bima: </strong>Kericuhan berlangsung sesaat. Polisi mengawasi aksi mahasiswa. Mahasiswa meminta izin penebangan hutan di Bima dicabut.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Bima: </strong>Aksi blokade jalur Bandar Udara Sultan Salahuddin, Bima, Nusa Tenggara Barat, ricuh, Rabu (17/3). Mahasiswa nyaris baku hantam dengan polisi karena merintangi aksi blokade.<br /><br />Keributan terjadi ketika polisi membersihkan sisa ban bekas di tengah jalan. Lokasi ini sekitar 500 meter dari Bandara Sultan Salahuddin. Aksi polisi dinilai menghambat blokade jalan. Keributan berlangsung sesaat. Unjuk rasa mahasiswa berlanjut dan dikawal ketat polisi.<br /><br />Mahasiswa meminta Bupati Bima, Ferry Zulkarnaen mencabut izin penambangan dan penebangan hutan di Bima. Selain itu, pejabat pegawai negeri sipil terlibat politik praktis jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah Bima diminta ditindak tegas.<br /><br />Jalur lalu lintas ke bandara sempat lumpuh akibat aksi mahasiswa. Kemacetan terjadi hingga depan kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa, Bima.(Ikra Hardiansyah/*****)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13017</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 22:10:18 GMT</pubDate>
			<title>Enam Bulan Jenazah TKI Belum Dipulangkan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/13015/Enam-Bulan-Jenazah-TKI-Belum-Dipulangkan</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Maros:</strong> Rahmatia berharap bisa jadi TKI di Arab Saudi. Namun, ia dikabarkan tewas di sana sejak September 2009. Sayang, jenazahnya belum kembali.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Maros: </strong>Hingga Rabu (17/3), jenazah Rahmatia, tenaga kerja Indonesia asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, belum juga dikembalikan dari Jeddah, Arab Saudi. Rahmatia dikabarkan meninggal akibat gagal jantung dan saluran pernapasan pada 5 September 2009.<br /><br />Keluarga korban masih mempertanyakan penyebab kematian Rahma. Sebab, Rahma sebelumnya tidak pernah mengidap penyakit jantung dan pernapasan. Keluarga almarhumah menyayangkan tindakan PT Levi Perkasa Bersaudara, penyalur tenaga kerja. Perusahaan ini terlambat mengabarkan kematian Rahma.<br /><br />Mereka hanya bisa berharap jenazah segera dikirimkan ke kampung halaman. Keluarga korban mengaku Rahmatia berangkat ke Arab Saudi sembilan bulan lalu. Besar harapannya menjadi TKI di sana.(Andi Haswar/*****)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13015</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 21:43:10 GMT</pubDate>
			<title>Baharuddin Lopa Diusulkan Jadi Nama Bandara</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/13013/Baharuddin-Lopa-Diusulkan-Jadi-Nama-Bandara</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Mamuju: </strong>Puang Depu, pejuang wanita Mandar, Sulbar dan Baharuddin Lopa, mantan Jaksa Agung yang terkenal lurus, direkomendasikan menjadi nama baru bandara dan pelabuhan di wilayah itu.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Mamuju: </strong>Puang Depu, salah satu pejuang wanita tersohor di Mandar, Sulawesi Barat dan Baharuddin Lopa, mantan Jaksa Agung yang terkenal lurus direkomendasikan ke pemerintah Provinsi Sulbar. Nama keduanya dianggap pas menjadi nama baru bandara dan pelabuhan di wilayah itu.<br /><br />Hasil rekomendasi tersebut berdasarkan hasil seminar pemberian nama Bandara Tampapadang dan pelabuhan Belang-Belang, yang dilaksanakan di Mamuju, Rabu (17/3).<br /><br />Seminar dibuka Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh. Acara ini dipandu para pejuang pembentukan Provinsi Sulbar. Antara lain adalah Syahril Hamdani, Prof. Darmawan Mas`ud, Prof. Basri Hasanuddin dan Prof. Ma`mun Hasanuddin.<br /><br />Tampak hadir beberapa pejabat dari kabupaten di antaranya Ketua DPRD Mamuju Utara, Yaumil RM; Wakil Bupati Mamasa, Ramlan; Wakil Bupati Majene, Andi Itol Syaiful Tonra; dan pejabat SKPD yang ada di wilayah itu.<br /><br />Selain nama Puang Depu, juga muncul beberapa nama tokoh pejuang di antaranya Prof.Dr.Baharuddin Lopa, Puang Malolo dan Todilaling. Dari beberapa nama tersebut, Puang Depu mendapat persetujuan sekitar 12 suara untuk dilekatkan menjadi nama baru bandar udara dan nama Baharuddin Lopa hanya mendapat dua suara.<br /><br />Sedangkan untuk nama pelabuhan laut Belang-Belang, para peserta cenderung memilih nama Baharuddin Lopa yang juga salah satu nama tersohor yang dikenal sebagai pendekar hukum, dengan dukungan sebanyak 13 suara. Sementara nama Puang Depu hanya meraih dua suara.<br /><br />Sedangkan dua nama tokoh lainnya seperti Puang Malolo, pejuang dari Kabupaten Mamuju dan Todilaling pejuang pemerintahan kerajaan di Mandar hanya mendapat beberapa dukungan dari beberapa peserta seminar. Syahril Hamdani usai pelaksanaan seminar mengatakan, hasil seminar pemberian nama bandara dan pelabuhan laut itu menghasilkan dua nama yakni Puang Depu untuk nama bandara dan Baharuddin Lopa untuk nama pelabuhan laut.<br /><br />"Dua nama yang disimpulkan ini akan kita rekomendasikan kepada gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, untuk diajukan ke DPRD Sulbar," kata dia.(Ant/BEY)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13013</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 20:55:32 GMT</pubDate>
			<title>Limbah Penggilingan Jagung Ohio Meresahkan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/13010/Limbah-Penggilingan-Jagung-Ohio-Meresahkan</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Gowa: </strong>Limbah dan asap penggilingan jagung PT Ohio menimbulkan penyakit bagi warga. Perusahaan berjanji memperbaiki sistem pembuangan dalam sepekan.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Gowa: </strong>Perusahaan penggiling jagung PT Ohio di Kecamatan Bajeng, Gowa, Sulawesi Selatan, disambangi warga, Rabu (17/3). Perusahaan diprotes lantaran mengeluarkan limbah dan asap yang menimbulkan penyakit.<br /><br />Warga memalang pintu masuk dengan balok kayu dan batu. Mereka terganggu, limbah dan asap membuat mereka gagal-gatal, muntah-muntah, dan batuk. Kondisi sudah dirasakan sejak sebulan terakhir. Karenanya perusahaan diminta stop memakai bahan bakar batu bara dan beralih ke minyak tanah.<br /><br />Polisi tiba di lokasi dan menyetop demo sebelum menjadi anarkis. Polisi meminta perwakilan warga bertemu pemilik perusahaan. Pihak PT Ohio berjanji memperbaiki sistem pembuangan dalam jangka satu pekan. Warga juga berjanji kembali berdemo jika tuntutan tak dipenuhi.(Hairuddin Laduri/*****)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13010</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 20:27:47 GMT</pubDate>
			<title>BMKG: Daratan Babel Padat Berawan</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/13006/BMKG-Daratan-Babel-Padat-Berawan</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Pangkalpinang: </strong>Cuaca berpeluang hujan ringan secara tidak merata, mulai Kamis pukul 07.00 WIB.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Pangkalpinang: </strong>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang memprakirakan cuaca di daratan Bangka Belitung (Babel) padat berawan. Cuaca berpeluang hujan ringan secara tidak merata, mulai Kamis pukul 07.00 WIB. Begitulah kata staf Kantor BMKG Pangkalpinang, Evi Diana Prihatiningsih di Pangkalpinang, Rabu (17/3).<br /><br />Arah kecepatan angin dari barat hingga utara mencapai empat sampai 24 km per jam, suhu udara 24 sampai 32 derajat celsius dan kelembaban udara mencapai 60 sampai 97 persen. Demikian juga, cuaca di daratan Pulau Belitung berawan hingga berawan banyak berpotensi hujan ringan tidak merata. Arah angin dari barat hingga utara dengan kecepatan empat sampai 28 km per jam. Suhu udara 23 sampai 31 derajat celsius dan kelembaban udara mencapai 62 sampai 98 persen.<br /><br />Ia mengatakan, tinggi gelombang di perairan jalur pelayaran Mentok, Kabupaten Bangka Barat hingga Palembang (Sumsel) rata-rata 1,5 hingga dua meter. Kecepatan angin dari barat hingga utara mencapai 10 hingga 40 km per jam.<br /><br />Tinggi gelombang di perairan jalur Pangkalbalam (Bangka) hingga Tanjungpandan (Belitung) rata-rata 1,5 hingga dua meter. Arah dan kecepatan angin dari barat hingga utara 10 hingga 45 km per jam. Demikian juga, tinggi gelombang di perairan jalur Pangkalbalam (Bangka) hingga Tanjungpriok (Jakarta) rata-rata 1,5 hingga dua meter. Kecepatan angin dari barat hingga utara mencapai 10 hingga 50 km per jam.<br /><br />Tinggi gelombang di perairan Selat Karimata, rata-rata berkisar 1,5 hingga dua meter. Kecepatan angin dari barat hingga utara berkisar 10 hingga 50 km per jam.(Ant/BEY)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13006</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 18:41:25 GMT</pubDate>
			<title> Makassar Kembangkan Pasar Wisata </title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/13001/-Makassar-Kembangkan-Pasar-Wisata-</link>
			<description><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">DINAS</span> Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar akan mengembangkan pasar wisata untuk mengakomodir kebutuhan wisatawan China dan Jepang yang sangat menyukai produk khas Sulawesi Selatan.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><span style="font-weight: bold;">DINAS</span> Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar akan mengembangkan pasar wisata untuk mengakomodir kebutuhan wisatawan China dan Jepang yang sangat menyukai produk khas Sulawesi Selatan.        <br /> <br />Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, Russmayani Madjid saat dihubungi di Makassar, Selasa (16/3) kemarin, mengatakan pengembangan pasar wisata itu telah dikonsultasikan dengan PD Pasar Makassar Raya dengan rincian wisatawan Jepang di Makassar mencapai 10 persen dan China sekitar 15 persen dari total kunjungan 30 ribu per tahun.  <br /> <br />"Kita upayakan pasar wisata itu ada sebelum Visit Makassar 2011," ujarnya.       <br /> <br />Dia mengaku, wisatawan mancanegara maupun domestik yang berkunjung ke daerah ini cukup meminati pasar-pasar tradisional yang menjajakan souvenir atau kerajinan-kerajinan masyarakat Sulsel.       <br /> <br />Sedangkan menurut Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Djamaluddin Yunus, mengaku pihaknya saat ini tengah menajajaki lokasi pasar  yang cocok untuk dijadikan pasar wisata sesuai keinginan Disbudpar Makassar. <br /> <br />"Memang pusat penjualan souvenir banyak di sini, tetapi pasar yang khusus melayani wisatawan itu belum ada," ujarnya. Menurut dia, kemungkinan besar pasar wisata tersebut akan dibangun di daerah timur Makassar, tepatnya di daerah Mandai, menggantikan Pasar Mandai yang sudah lama.       <br /> <br />Nantinya, keberadaan pasar Mandai yang memiliki dua lantai itu, lantai satunya akan tetap menjadi pasar tradisional yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok, sedangkan lantai duanya akan dijadikan sebagai pasar wisata. Pertimbangan pasar wisata dikembangkan di daerah itu karena lokasi pasar wisata tersebut relatif dekat dari bandar udara. (Ant/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/13001.jpg</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>13001</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 18:03:47 GMT</pubDate>
			<title>Gempa Guncang Banda Aceh</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/12998/Gempa-Guncang-Banda-Aceh</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Banda Aceh:</strong> Kota Banda Aceh dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan 5,1 pada Skala Richter (SR). Gempa sempat menimbulkan kepanikan warga terutama yang berada di bangunan berlantai lebih dari satu.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Banda Aceh: </strong>Kota Banda Aceh dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan 5,1 pada Skala Richter (SR), Rabu (17/3) sekitar pukul 16.43 WIB. Gempa sempat menimbulkan kepanikan warga terutama yang berada di bangunan berlantai lebih dari satu.<br /><br />Petugas operasi Stasiun Meteorologi Badan Klimatologi Meteorologi dan Geofisika (BKMG) Mata Ie, Aceh Besar, Vina, menyebutkan gempa berpusat sekitar 90 kilometer barat laut Meulaboh, Aceh Barat. "Pusat gempa tersebut terdekat dengan wilayah Meulaboh, Aceh Barat. Namun, kami belum memperoleh konfirmasi terkait dampak gempa yang berpusat dengan kota Meulaboh itu," katanya.<br /><br />Episentrum gempa yang berada di perairan laut pesisir barat Aceh itu berada pada posisi 4,54 Lintang Utara (LU)-95,41 Bujur Timur (BT). Gempa dirasakan masyarakat kota Banda Aceh yang berpenduduk sekitar 300 ribu jiwa tersebut berkisar I-II Modified Mercally Intensity(MMI).<br /><br />Sejumlah warga sempat panik ketika merasakan guncangan gempa. Terutama mereka yang berada di bangunan berlantai. Warga yang berada di bangunan berlantai langsung turun saat merasakan gejala alam itu. Namun, sebagian masyarakat terutama pengendara bermotor mengaku tidak merasakan guncangan gempa.<br /><br />"Saya tidak tahu ada gempa. Mungkin saat itu saya berada di dalam mobil," kata Nuriah, warga Banda Aceh.<br /><br />Kota Banda Aceh dan sebagian besar wilayah pesisir Provinsi Aceh pernah diguncang gempa dahsyat berkekuatan 8,9 SR yang menyebabkan tsunami pada 26 Desember 2004. Bencana alam tersebut berdampak lebih 200 ribu jiwa penduduk meninggal dunia dan hilang serta menghancurkan berbagai fasilitas publik termasuk lebih 100.000 rumah warga di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.<br /><br />Pascagempa akhir 2004, wilayah Aceh masih sering diguncang gempa dengan skala (SR) baik kecil yang tidak dirasakan masyarakat maupun besar seperti terjadi hari Rabu ini.(Ant/BEY)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>12998</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 17:47:08 GMT</pubDate>
			<title>Kampung Jeyeng Juga Menyimpan Kisah Obama</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/12997/Kampung-Jeyeng-Juga-Menyimpan-Kisah-Obama</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta:</strong> Kediaman ayah tiri Obama di Kampung Jeyeng Prawiran sudah disulap jadi percetakan. Sewaktu kecil, Obama dikenal bocah pemalu.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Yogyakarta: </strong>Seperti halnya Menteng di Jakarta, Kampung Jeyeng Prawiran, Pakualaman, Yogyakarta, ternyata menyimpan cerita tentang Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama. Lolo Sutoro, ayah tirinya, berasal dari kampung ini.<br /><br />Saat kecil, Obama dan ibunya, Ann Dunham, kerap mengunjungi nenek tirinya di Jeyeng Prawiran. Sang nenek, nyonya Martodiharjo, tak lain ibu kandung Lolo Sutoro. Kini rumah itu tak lagi ditempati keluarga Obama. Rumah sudah dijual ke sebuah percetakan di kawasan Pakualaman. Dulu rumah itu didesain Jawa kuno. <br /><br />Ditemui hari ini, Rabu (17/3), Daldiri, warga setempat mengaku tak menyangka, Barry kecil yang kerap dijumpainya dulu sudah menjadi Presiden AS. Dalam ingatannya, Barry sosok bocah aktif dan suka bermain. Namun, lanjutnya, Barry anak pemalu.<br /><br />Ia berharap jika jadi melawat ke Tanah Air, Obama mau mampir ke rumah eyangnya. Ia juga berharap Obama mampu mewujudkan keadilan dan perdamaian dunia selama menjabat Presiden Negeri Paman Sam. (Fatih Gama/*****)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>12997</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 17:25:04 GMT</pubDate>
			<title>Pekerja Kontrak Pertamina Indramayu Demo</title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/12996/Pekerja-Kontrak-Pertamina-Indramayu-Demo</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Indramayu:</strong> Pekerja kontrak meminta perusahaan memakai sistem penggajian seperti buruh migas. Selama ini, penggajian mengacu hanya ke standar UMR.</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Indramayu: </strong>Ratusan pekerja kontrak Pertamina memblokade pintu lapangan pengumpul minyak mentah Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (17/3). Akibatnya, puluhan tangki sumur minyak Pertamina asal Bekasi dan Subang tidak bisa masuk.<br /><br />Pengunjuk rasa mendorong-dorong pagar hingga menimbulkan keributan. Aksi dilakukan untuk menuntut upah dan sistem penggajian diubah. Mereka meminta, penggajian sesuai standar buruh migas. Selama ini, penggajian mengacu hanya ke upah minimum regional. Padahal, risikonya lebih besar.<br /><br />Unjuk rasa dijaga personel Kepolisian Resor Indramayu. Hingga berita ini ditulis, demo masih berlangsung. Aktivitas bongkar minyak mentah pun lumpuh total.(Dedy Musashi/*****)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>12996</guid>
			</item><item>
			<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 16:03:11 GMT</pubDate>
			<title>Muncul Lagi Gas Liar Baru di Kawasan Lumpur Lapindo </title>
			<link>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/nusantara/2010/03/17/12985/Muncul-Lagi-Gas-Liar-Baru-di</link>
			<description><![CDATA[<p><strong>Sidoarjo:&nbsp;</strong> Gas liar baru dampak semburan lumpur Lapindo kembali muncul di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (17/3).</p>]]></description>
			<story><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com, Sidoarjo:&nbsp;</strong> Gas liar baru dampak semburan lumpur Lapindo kembali muncul di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (17/3). <br /> <br />Gas liar itu muncul di sisi barat rumah Miyatun, 60, warga RT 2 RW 8 Desa Ketapang. Munculnya gas liar itu mengagetkan warga, sebab gas liar yang dulu muncul sekitar setahun terakhir ini banyak yang mati. <br /> <br />Dari data di Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), gas liar tersebut tercatat yang ke 146. Seperti munculnya gas liar sebelumnya, gas liar ini sangat meresahkan warga. <br /> <br />"Sebab gas liar ini menimbulkan bau menyengat dan mengandung sejenis metan yang mudah terbakar," kata Suprapto, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi. <br /> <br />Warga berharap pemerintah bijaksana menangani persoalan lumpui. Sebab, saat ini masih banyak wilayah yang tidak masuk peta areal terdampak, padahal sebenarnya sudah terkena dampak dari semburan lumpur Lapindo. (MI/ICH)</p>]]></story>
			<image>http://www.metrotvnews.com/bank_images/actual/12985.jpg</image>
			<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
			<guid>12985</guid>
			</item></channel></rss>