Hatta Rajasa Pimpin PAN

Sabtu, 9 Januari 2010 20:13 WIB

Tanpa harus melalui proses pemungutan suara, Hatta Radjasa terpilih sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional menggantikan Soetrisno Bachir. Dradjad Wibowo yang semula maju sebagai pesaing, mundur di saat-saat menjelang pemungutan suara dilakukan.

Terpilihnya Hatta sebagai ketua umum yang baru menandai bergulirnya kembali tongkat estafet kepemimpinan pada partai yang lahir di zaman reformasi. Itu tentunya merupakan indikasi yang baik, karena berarti partai tersebut tidak tergantung kepada orang, tetapi pada sistem.

Tugas dari Hatta Rajasa selanjutnya adalah bagaimana mengokohkan konsolidasi di dalam partai dan mengembangkan PAN sebagai partai yang besar. Ketika pertama kali didirikan, partai ini mengusung semangat reformasi yang kuat dan menjunjung tinggi pluralisme sebagai kekuatan Indonesia. Namun dalam perjalanannya PAN belum berhasil merealisasikan cita-cita tersebut, bahkan karena dinilai melenceng dari cita-cita awal partai, satu per satu pendiri partai kemudian meninggalkan PAN.

Ini tentunya bukan tugas yang ringan bagi Hatta. Apalagi ia bukan orang yang memiliki banyak waktu untuk berkonsentrasi mengurusi partai. Sebagai Menteri Koordinator Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu II, praktis sebagian besar waktunya habis tersita untuk memikirkan tugas-tugas kenegaraan.

Sejak lama kita sebetulnya mendambakan adanya pemisahan antara tugas partai dan tugas negara. Loyalitas kepada partai haruslah berakhir ketika tugas negara memanggil. Namun dalam kasus perpolitikan Indonesia tampak sulit untuk merealisasikan harapan itu.

Perangkapan jabatan di partai dan pemerintahan terjadi hampir di semua partai politik. Sepertinya ada ketakutan ketika seorang pimpinan parpol tidak memegang jabatan negara, maka aksesnya untuk mendapatkan dana yang diperlukan untuk menghidupi partai tidak bisa diperoleh.

Inilah ironi dari demokrasi yang kita bangun. Begitu kuat kesan bahwa kekuasaan bukanlah dipakai sepenuhnya untuk memperbaiki perikehidupan rakyat banyak, tetapi juga untuk kepentingan partai. Bahkan dari kekuasaan itu kemudian dibangun relasi dengan pengusaha.

Relasi antara kekuasaan dan pengusaha memang sudah terjadi sejak zaman Orde Baru. Meski zamannya sudah berubah, tetapi praktiknya masih saja sama. Lihat saja misalnya hubungan antara pengusaha Joko Tjandra dan Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian seperti yang disinyalir George Junus Aditjondro. Niscaya Joko Tjandra tidak akan begitu mudah untuk mau menyumbangkan uang satu juta dollar AS kalau tidak diyakini bahwa yayasan itu dekat dengan kekuasaan.

Apakah yang diharapkan pengusaha ketika memberi sumbangan kepada kekuasaan? Naif sekali kalau kita katakan bahwa itu adalah sumbangan sukarela. Pasti ada imbalan yang diharapkan oleh seorang pengusaha baik dalam bentuk proyek maupun perlindungan hukum.

Pada PAN sebenarnya kita mengharapkan adanya perubahan besar. Sebagai partai reformis pantas jika kita berharap mereka menjadi pelopor pemisahan antara jabatan partai dan jabatan negara, serta juga pemisahan antara bisnis dan kekuasaan.

Kehadiran Dradjad Wibowo untuk tampil menantang Hatta Rajasa sebenarnya kita harapkan bukan hanya sebagai simbol sebuah kompetisi, tetapi lebih jauh bisa melahirkan perubahan besar itu. Kita berpikir kader-kader PAN merupakan orang yang punya pikiran maju dan mendobrak ketidakpantasan yang berlaku pada sistem demokrasi kita ini.

Namun rupanya pragmatisme terlalu kuat di negeri ini. Sekarang ini masih sulit untuk mengharapkan adanya sebuah sikap yang bisa membawa perubahan besar di negara ini.

Kalau saja Dradjad Wibowo bisa tetap maju dan bahkan menang maka kita akan mendapatkan simbolisasi yang kuat. Itu bukan hanya cermin dari kemenangan David atas Goliath, tetapi akan mengajarkan kepada para pemain politik bahwa tidak perlu selalu ada kekuatan kekuasaan untuk bisa memimpin partai.

Dradjad akhirnya sadar bahwa para pemain politik kita masih mendewakan yang namanya kekuasaan. Karena dengan kekuasaan itu akan ada uang. Dan dengan uang akan ada kesejahteraan. Sebuah cara berpikir yang terlalu pragmatis, tetapi itulah realita yang harus diterima.

Kita tentunya harus menerima pilihan politik yang sudah dilakukan para kader PAN. Harapan kita tinggal terletak pada tangan Hatta Rajasa untuk mampu membawa partai berlambang Matahari Terbit itu benar-benar menjadi partai yang mengusung reformasi bagi negeri ini.  

Apakah itu sebuah utopia? Hanya Hatta Rajasa yang bisa menjawab semua ini.

Bookmark and Share



KOMENTAR [6]

  • Syahban.siregar, Senin, 2-Agustus-2010

    Dirut PLN Dahlan Iskan mengatakan dalam pertemuan di Trijoyo kantor pusat bersama Bupati Bintan Ansar Ahmad,Bupati Lingga Daria,Bupati Karimun Nurdin Basirun,Bupati Natuna Raja Amirullah,Walikota Batam Ahmad Dahlan,Walikota Tanjungpinang Suryatati A manan,Gubernur Kepri Muhammad Sani dalam dialognya mengatakan,akan terang benderang tahun 2012 awal,hal ini menginginkan investasi dapat bergerak cepat,untuk menanamkan investasinya di Kepri.Kita tunggu aja ucapan Dahlan Iskan.Semoga warga dapat meninkmati fasilitas listrik yang hidup mati ini.Semoga..jaya.

  • Syahban.siregar, Senin, 2-Juli-2010

    Gerak jalan Tri Lomba Juang 17 Km ,8 Km ,45 Km Di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang mendapat rekor MURI dari Jakarta,ada 500 peserta lebih 26/7 di mulai pagi hari sampai sore hari dari Tepi Laut ,di buka oleh Sekda Kota Tanjungpinang Drs H Gatot Winoto MM,dan di hadiri Muspida Gubernur Terpilih Muhammad Sani (yang akan di lantik 16 Juli 2010) hadir pada acara Tri Lomba Juang.Namun sebagian warga banyak juga yang tidak setuju sebab lebih baik hadiahnya di perbanyak dan para pejuang kita yang membela NKRI di berikan sagu hati demi keberlangsungan hidupnya,dulu pernah mendapat MURI otak-otak (makanan ciri khas Melayu).Semoga Walikota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A manan yang mendapat suara 70 persen lebih ini mempunyai visi misi yang bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya,investor baik dalam dan luar,sarana infrastruktur seperti listrik,air perlu di benahi.Pertambangan bauksit yang sudah hampir habis,ini perlu di aklamasi dan di buat seperti Ancol kedua.Dan konon katanya akan ada di buka Judi bertaraf internasional,di lokalisasikan.Hanya saja Kapolri tetap berpegang pada 303,di larang keras.Begitu juga Kapolda Brigjend Pol Fuji.S.

  • Syahban.siregar, Senin, 2-Maret-2010

    Dari berbagai tahapan pilkada di Provinsi Kepulauan Riau,yang bersamaan dengan Kab Bintan,Kab Lingga,Kab Anambas pada tanggal 26 Mei 2010 ,warga di harapkan datang ke TPS dengan menggunakan hak suaranya,untuk menentukan pilihan Gubernur Dan Bupati.Untuk Kampanye kata Ketua KPUD Kepri Den Yealta akan di jadwalkan pada tanggal 9-22 mei 2010 yang akan datang,baik itu monologis maupun dialogis.Nomor Urut 1 yakni Nyar Kadir-Zulbahri,Nomor Urut 2 yakni Sani-Suryo,Nomor Urut 3 yakni Aida Ismeth - Eddy Wijaya.Berbagai bentuk kegiatan sosialisasi sudah di laksanakan,baik itu di Mesjid,Surau,Gereja,Balai pertemuan untuk sosialisasi pendekatan moral dan emosional.Semoga pilkada di Kepri aman dan kondusif.

  • Syahban.siregar@yahoo.com, Rabu, 4-Februari-2010

    Saran,bila istri Gubernur Kepri akan maju sebagai calon Gubernur Prov Kepulauan Riau periode 2010-2015 yang tidak lama lagi akan berlangsung ,hal ini agar pasangannya dengan Kepala Dinas yang ada di Kepri yang lahir di Kepri,supaya ada singkronisasi antara pejabat politis dengan birokrat.Karena Aida Zulaika Boru Nasution yang menjadi anggota DPD-RI,hal ini harus sejalan dengan Kadis yang bisa loyal dan mampu melakukan terobosan baru,demi meneruskan pembangunan kepri nkedepan yang baru saja seumur jagung ini.Bahkan Dompak sebagai Ibu Kota Prov Kepri yang masih 60 % pembangunannya,begitu juga Rumah Sakit bertaraf internasional sembilan lantai yang di bangun di Km 8 Tanjungpinang baru 80 % hal ini harus bisa di lanjutkan.Semoga Pembangunan Kepri bisa sejajar dengan Prov lainnya di Indonesia.Bahkan Ismet yang sudah lima tahun memimpin di Kepri,sudah banyak perubahan baik itu akses jalan,akses kesehatan ,akses informasi dan berbagai terobosan koperasi dan UKM,hal ini sangat membantu warga,salah besar bila ada warga mengatakan gagal dalam memimpin Kepri,Ismeth boleh di bilang loby tingkat nasional dan internasional tidak di ragukan lagi,hanya saja ada persoalan yakni sebagai tersangka kasus damkar pada zaman Ketua OB Batam,hal ini sangat di zolimi oleh orang yang tidak bertanggung jawab.Semoga Pilkada Kepri 26 Febuari 2010 pendaftaran terakhir ini dapat berjalan sebagai mana mestinya.Kalau kita lihat Keluarga Ismeth Abdullah kecil kemungkinan untuk macam-macam,sebab anak-anaknya sudah sukses semuanya.Tinggal pengabdian yang dia inginkan.untuk calon yang sudah muncul yakni H Muhammad Sani (Wagub Kepri),Suryo Respationo (Ketua DPD PDI-P Kepri),Huzrin Hood (mantan Bupati Bintan),Nyat Kadir (mantan Walikota Batam).

  • Syahban.siregar, Senin, 2-Februari-2010

    Mohon kiranya Ketum PAN Bapak Hatta Rajasa dan Wakil Ketum PAN Drajat Wibawa melakukan transparansi tentang dana partai yang ada dari kontribusi partai,bila perlu sebelum Pilpres 2014 yang akan datang,sudah ada kantor permanen di tiap-tiap Provinsi Se Indonesia dan Kab/Kota Se Indonesia,agar dapat berjalan sebagai mana mestinya,hal ini di ungkapkan oleh Syahban Siregar yang pernah mencalonkan diri sebagai Caleg PAN Kota Tanjungpinang yang beralamat Kuantan Indah Blok K Nomor 4 Tanjungpinang Hp.085264772888.Pernah menjabat Panwaslu Kab Bintan Dan Kab Lingga.Semoga DPRt SE Indonesia dapat berjalan dengan sistem pengkaderan yang sehat.

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *