- Kecelakaan yang Memilukan
- Piramida Dicari, Muaro Jambi Disia-siakan ..
- Bank Mutiara Diincar Investor
- Menjaga Kepercayaan Publik
- Partai Demokrat Terus Bergolak
- Mengembalikan Trotoar ke Fungsinya
- Beranikah PDIP Pelopori Politik Bersih
- Partai Demokrat Masih Bimbang
- Ketika Pilot Pakai Sabu
- Angelina Sondakh Jadi Tersangka
- Jangan Adu Pengusaha dan Buruh
- Pemerintah Hadapi Boikot AS
- Kegigihan Jaksa Dalam Kasus Rasminah
- Menguji Kewibawaan Pemerintah
- Pertarungan Menuju Puncak
Bersiap Cuaca Terburuk
Selasa, 12 Januari 2010 17:38 WIB
Pekan ini kita melihat bagaimana cuaca buruk harus dihadapi penduduk yang tinggal di Eropa dan Amerika. Bahkan disebut-sebut sebagai cuaca terburuk dalam beberapa puluh tahun terakhir, sehingga membuat aktivitas keseharian masyarakat di wilayah itu terganggu.
Cuaca buruk yang dialami hanya beberapa saat setelah berakhir Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark memberi peringatan kepada kita semua bahwa ancaman perubahan iklim itu merupakan sesuatu yang nyata. Kita merasakan langsung akibat dari terganggunya ekosistem kepada kehidupan manusia.
Pemerintah di Eropa dan Amerika sampai harus meminta masyarakat untuk tetap tinggal di dalam rumah apabila tidak ada hal yang tidak perlu dikerjakan di luar rumah. Bahkan masyarakat diminta untuk menyediakan makanan yang mencukupi guna mengantisipasi kondisi terburuk yang harus dihadapi.
Alam sungguh sedang mengajarkan kepada kita, manusia, agar bersungguh-sungguh merawat lingkungan tempat hidup. Dalam KTT Perubahan Iklim kita masih melihat egoisme yang begitu kuat, sehingga akhirnya membawa kita gagal mencapai kesepakatan untuk menyelamatkan Bumi.
Kita lupa bahwa tanggung jawab untuk menyelamatkan tempat kita hidup ada di tangan kita sendiri. Semua orang harus memberikan kontribusi yang terbaik apabila kita ingin sama-sama selamat dari malapetaka lingkungan.
Bisa kita bayangkan kondisi lebih buruk yang akan kita hadapi apabila tahun depan kita kembali gagal mencapai sebuah kesepakatan yang mengikat dalam menyelamatkan Bumi. Sepanjang semua negara masih kukuh dengan prinsipnya sendiri dan tidak mau peduli dengan negara lain, maka sebenarnya kita sedang melakukan bunuh diri.
Pada kita di Indonesia, persiapan untuk menghadapi konsekuensi dari perubahan iklim ini tidak boleh tertinggal. Kita tidak bisa mengatakan bahwa kita lebih beruntung dari mereka yang hidup di negara empat musim. Meski kita hidup di negeri dengan dua musim, namun siklusnya sempat sulit diprediksi.
Pekan lalu kita melihat bagaimana masyarakat di Cianjur dan Tuban dikagetkan dengan air ribut. Di Cianjur masyarakat dibuat tunggang langgang ketika tiba-tiba atap rumah mereka tersapu angin, sementara di Tuban para nelayan harus berjuang untuk menarik kapal mereka yang terseret ke tengah laut.
Sementara itu musim hujan yang kita sedang masuki mengakibatkan banjir di beberapa tempat. Di Pasuruan misalnya, masyarakat yang tinggal di dekat bantaran kali harus mengalami sebagian rumah mereka roboh tergerus air.
Ke depan ketika intensitas curah hujan akan semakin meninggi, niscaya potensi ancaman itu akan semakin besar. Inilah yang membuat kita benar-benar harus meningkatkan kewaspadaan.
Harapan Presiden agar kita sejak sekarang peduli lingkungan harus menjadi sesuatu yang memang terlaksana. Perbaikan lingkungan sekitar kita merupakan sesuatu yang dilakukan karena itulah yang akhirnya akan menyelamatkan kita dari malapetaka.
Program penghijauan harus terus kita lakukan. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga yang sudah ada. Daerah-daerah yang menjadi penyangga ataupun resapan harus dijaga sebisa mungkin.
Keseimbangan lingkungan merupakan sesuatu yang penting. Itu bukan hanya membutuhkan peraturan yang menunjang, tetapi pelaksanaan aturan yang efektif. Tingginya konversi lahan yang terjadi, yang setiap tahun mencapai 100.000 hektar merupakan salah satu contoh betapa keseimbangan lingkungan tidak mampu kita jaga dengan baik.
Sepanjang kondisi ini tidak mampu kita perbaiki, maka jangan heran apabila malapetaka besar akan kita hadapi. Setiap tahun pasti ada musibah besar yang harus dialami masyarakat akibat kerusakan lingkungan. Kita tidak ingin keadaan yang lebih buruk harus kita hadapi.
Cuaca buruk yang dialami masyarakat di Eropa dan Amerika harus membuka mata kita bahwa ancaman lingkungan bisa terjadi di mana-mana. Kita memang sedang hidup di dunia yang berubah akibat perilaku kita yang tidak bersahabat dengan lingkungan selama ini.


Pola pikir yg akhirat centris mengakibatkan orang lebih banyak kumpul2 yg tidak produktif untuk pelestarian lingkungan /flora maupun fauna dan dan menganggap semua nanti menjadi kehendak Kuasa membuat orang merasa lebih baik melakukan ritual ketimbang melakukan penghijauan atau gerakan kebersihan. Inilah yg harus diubah......
PERUBAHAN IKLIM ADALAH BAGIAN DARI PROSES EVOLUSI YANG TERJADI PADA BUMI.APAKAH DENGAN ADANYA TINDAK LANJUT DARI EMISI TERHADAP PEMANASAN GLOBAL SEBAGAI UPAYA PENAGGULANGAN......KEMBALI LAGI PADA BMG YANG MAMPU MELIHAT GEJAL ALAM MELALUI PENELITIAN YANG LEBIH AKURAT .SEBUAH PEMIKIRAN DARI 2010,,,,,,,,,,,,,,METRO MENJAWAB
1. penghijauan menciptakan balai bibit di tiap lahan gundul agar dapat menciptakan sepuluh juta bibit perhari. 2.menambah personil polisi menjadi 1 batalion di hutan lindung dan mengunaan teknologi penginderaan jarak jauh. 3.membangun pabrikan kapal patroli sungai,laut,untuk tni,polisi,bea cukai,ditiap propinsi agar dapat mencetak 100 unit pertahun. 4.melebarkan bin. 5.militer,polisi,bea cukai di sebar di tiap 2 km garis perbatasan. 6sudin damkar dan sar serta rumah sakit /puskesmas 24 jam ditambah personil.
" GANYANG REZIM PREDATOR ". DEKRIT GUSDUR layak untuk diperjuangkan untuk meng-GANYANG REZIM PREDATOR. Beberapa penelusuran dan pengungkapan Skandal yang tidak jelas arah dan tujuannya mencabik-cabik hati nurani rakyat Indonesia. Beberapa Skandal yang mengakibatkan UANG RAKYAT raib di RAMPOK para PROFESIONALIS institusi PEMERINTAHAN abu-abu, antara lain : 1. METROPOLIS SKANDAL PERTAMINA Rp. 700 Triliyun, 2. MEGA SKANDAL BANK CENTURY Rp. 6.7 Triliyun, 3. Kode Etik Skandal REKENING LIAR 14 PERWIRA POLRI 4. Maestro Skandal Dana BLBI 5. Flamboyan Skandal DAU. 6. Skandal LAPINDO. Kinerja 100 hari, dibidang hukum, adanya upaya dan terjadi pengexlusifan hukum baik Perdata dan Pidana. Ini adalah bentuk makar terhadap UUD 1945 dan Menentang keinginan rakyat indonesia. Yang di tetapkan dalam TAP-TAP MPR sebagai acuan menjalankan roda pemerintahan. " GANYANG REZIM PREDATOR !!! " SATUKAN KEKUATAN RAKYAT INDONESIA, BULATKAN KEKUATAN PERJUANGAN !!! GALANG PERSATUAN & KESATUAN DISELURUH WILAYAH DAN ELEMEN RAKYAT INDONESIA !!! LANJUTKAN DEKRIT GUDUR
Kita sudah memiliki UU32/2009 ttg Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang amat bagus, namun meskipun sdh masuk lembaran negara sejak oktober 2009 yang lalu...Sosialisasi oleh KLH kok belum kedengaran ya, pada hal itu kerjaan raksasa demi kehidupan masa depan.....KLH salam sukses