Kamis, 28 Januari 2010 18:05 WIB
Aksi demonstrasi berkaitan dengan 100 hari Pemerintahan SBY-Boediono berlangsung di banyak kota. Meski diwarnai dengan sedikit gesekan-gesekan, secara keseluruhan aksi unjuk rasa berlangsung aman. Sekali lagi kita mampu memperlihatkan kematangan dalam menjalankan kebebasan berekspresi.Selanjutnya kita mengharapkan semua pihak untuk mau melakukan introspeksi dan melakukan perbaikan. Tidak ada salahnya pemerintah untuk mencatat hal-hal yang memang relevan dan pantas untuk ditindaklanjuti. Sepanjang demi kebaikan kita bersama, tidak ada salahnya poin-poin yang penting dijadikan masukan dan dilaksanakan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.Parlemen juganya perlu tentunya untuk memperbaiki diri. Kalau masih banyak penyampaian aspirasi masyarakat yang dilakukan dengan turun ke jalan berarti masih ada saluran-saluran komunikasi yang masih tersumbat. Parlemen belum bisa sepenuhnya memainkan peran sebagai penyambung lidah masyarakat.Masyarakat pun harus mau belajar untuk bersabar. Kita harus terus menyuarakan hal-hal yang penting mendapat perhatian ppemerintah. Tetapi ketika hal itu akan dilaksanakan, tentunya dibutuhkan waktu untuk bisa menghasilkan sesuatu. Ada proses yang harus dilalui untuk merealisasikan sebuah rencana.Sekarang saatnya semua pihak untuk menyelesaikan pekerjaan rumah kita masing-masing. Pembangunan bangsa dan negara ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Kalangan dunia usaha dan kelompok masyarakat memunyai peran yang tidak kalah pentingnya untuk ikut memajukan bangsa dan negara ini.Kolaborasi di antara ketiga sektor itu bahkan sangat diperlukan. Kerja sama dengan saling percaya dan saling menghormati menjadi kunci keberhasilan.. Jangan pernah berpikir bahwa bangsa dan negara ini hanya bisa dibangun seorang diri. Kita harus menjauhkan sikap mentang-mentang dan tidak peduli kepada pihak yang lain.Selalu kita mengatakan bahwa bangsa ini memerlukan adanya sikap saling mengerti (mutual understanding), sikap saling percaya (mutual trust), dan sikap saling menghormati (mutual respect). Tampaknya itu merupakan barang yang mahal, karena setiap pihak terlalu menonjolkan egonya. Seakan-akan hanya merekalah yang terbaik dan mampu, sementara pihak lain tidak bisa.Padahal dalam sebuah organisasi besar apalagi negara, setiap komponen memainkan peran yang penting. Bahkan setiap komponen harus berada pada posisi yang terbaik, bukan menjadi yang terlemah. Sebab, komponen yang terlemah itu akan menjadi penyebab kegagalan seluruh sistem. Komponen yang terlemah itu akan menjadi beban.Apakah kita mampu untuk membangun kolaborasi tiga sektor yang kuat? Pada tingkat yang lebih kecil seperti perusahaan dan bahkan kabupaten, kita melihat bagaimana kolaborasi tiga sektor dimainkan secara baik. Kita melihat adanya pemimpin-pemimpin yang mampu untuk membangun sikap saling mengerti, sikap saling percaya, dan sikap saling menghormati di antara komponen dalam perusahaan atau kabupatennya.Kita telah melihat bupati-bupati yang berhasil seperti diangkat dalam program Kick Andy. Kita sungguh kagum kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto misalnya, yang mampu memperbaiki kehidupan petani tembakau di daerahnya dengan membangun komunikasi yang intens di antara petugas Dinas Pertanian, pedagang tembakau, dan petani tembakau. Juga ketika ia mampu membangun kesadaran di antara guru, orangtua murid, dan murid, serta dirinya sendiri sebagai kepala daerah untuk meninggalkan semua kepura-puraan dan fokus kepada tanggung jawab masing-masing untuk belajar dengan baik guna menghadapi ujian nasional.Kunci dari semua itu adalah kemauan pemimpin untuk mau mendengar, mengajak, dan memberikan contoh. Selama ini yang sangat kuat ada pada diri kita adalah kepura-puraan. Pemimpin suka berpura-pura bekerja dan dianggap berhasil. Guru berpura-pura mengajar, tetapi tidak pernah mendidik dengan sepenuh hati. Pegawai negeri dan pegawai swasta berpura-pura bekerja tekun, padahal tidak semua tugasnya dikerjakan dengan tuntas. Pengusaha berpura-pura mengembangkan bisnis, padahal ia lebih suka berspekulasi. Pelajar berpura-pura belajar, padahal mereka tidak melaksanakannya dengan sungguh-sungguh.Kita harus mau menanggalkan semua kepura-puraan tersebut. Mari kita berkonsentrasi kepada diri kita masing-masing dan menghardik diri kita sendiri, apakah kita sudah mengerjakan semua tanggung jawab kita tersebut dengan baik.Janganlah kita terlalu menggantungkan diri kepada orang lain. Seakan-akan semua itu hanya bisa berjalan dan menjadi lebih baik karena orang tersebut. Padahal, harapan itu mungkin terlalu tinggi. Mungkin itulah kemampuan terbaik yang dimiliki orang yang kita andalkan itu dan kita tidak mungkin lagi mengubahnya.Akan lebih baik apabila kita pertama-tama melihat pada diri kita sendiri.. Kita berusaha memacu diri kita masing-masing untuk bisa meraih pencapaian yang tertinggi. Dengan melakukan yang terbaik, maka kita akan bisa meraih hasil terbaik seperti yang kita inginkan.Beberapa pengusaha telah melakukan hal itu. Mereka tidak terlalu memedulikan segala macam hal yang menjadi kelemahan yang ada di negara ini. Apalagi mengharapkan orang lain berubah atas kelemahan yang dimiliki. Mereka tetap berkonsentrasi terhadap bidang keahliannya dan mencoba untuk menghasilkan yang paling baik untuk bisa diraih.Make the best of it. Itulah kira-kira yang harus kita lakukan ke depan. Kita semua harus berupaya untuk menjadi yang terbaik. Untuk itu tidak bisa lain kecuali kita bekerja dan menyelesaikan pekerjaan rumah kita masing-masing.Aksi demonstrasi berkaitan dengan 100 hari Pemerintahan SBY-Boediono telah berakhir. Setelah itu tidak ada lain kecuali kita kembali bekerja membangun bangsa dan negara. Tidak ada yang bisa membuat bangsa dan negara ini lebih makmur dan sejahtera, kecuali kita sendiri yang melakukannya.
saya guru dan saya sependapat dengan wawasan berpikir anda, mudah-mudahan kita selalu di jalan yang diridho'iNya. dan selalu meminimalkan hal-hal yang berbau kepura-puraan. Amiinn.
usai demos yang rugikan pemerintah cs ayolah kita bangun negara untuk kejayaan kepentingan luwar nigri dan oligarki dalam negeri yang super mapan ekonominya. Kita yakinsemuanya ini memang nasib yang lekat pada bangsa yang sebagian besar penduduknya miskin dan alumni SD. kesenjangan masarakat adalah takdir atau belenggu yang enggak mungkin dibuang. Kita hrs berperilaku santun, masing masing bekerja rajin dan keras ditempatnya (klu kebetulan sedang tidak nganggur), mulut komat kamit agar Ratu Adil yang ada terus pimpin bangsa. Term ke3 bisa diurus, para kawula akan pasrah bahagia
Betul sekali pendapat Iwan Ridone diatas, Mengurus dan mengatur negara bukan pekerjaan gampang. Mengurus diri dan mengatur diri sendiri masih sulit. Paling tidak memberikan kesempatan untuk mengadakan perbaikan-perbaikan, bukan terus menerus mengkritik dan menarget secara berlebihan. Setiap diri masing-masing perlu ikut membantu memperbaiki keadaan terutama keadaan ekonomi. "tetap berkonsentrasi terhadap bidang keahlian dan mencoba untuk menghasilkan yang paling baik ". Semangat untuk membangun, bukan semangat untuk mengkritik. Perlu waktu, ketekunan, dan kesabaran, dalam memperbaiki nasib dan keadaan. Bukan sulapan coy...!!!
Mungkin Metro TV dan Bung sendiri juga perlu menilik jauh kedalam diri sendiri, apakah akhir-akhir ini pura-pura menyuarakan keinginan rakyat atau tidak, pura-pura memberitakan kebenaran atau tidak. Sebenarnya acara macam kick andy kemaren sungguh bagus, menyebarkan optimisme dan mestinya seperti itulah cara pandang kita sebagai anggota organisasi besar bernama Indonesia. Terhadap adanya dugaan kesalahan perlu ditelusuri sampai tuntas dan tatkala terbukti, harus diberikan hukuman yang sepadan bagi para pelakunya . Namun "dugaan" kesalahan yang (persis)sama -tanpa informasi tambahan- disorot dan diberitakan berulang-ulang melulu dengan harapan agar "dugaan" tersebut berubah menjadi "kebenaran", telah cukup menunjukkan itikad dari si pembawa berita itu. Semoga kita kembali ingat, sebelum jadi apapun diri kita seperti saat ini, pertama kali kita adalah manusia yang setiap kali bisa melakukan kesalahan tetapi setiap kali berpeluang menemukan kesadaran kembali. Kata AA Gym : mulai dari diri sendiri, disini, saat ini.
s7 p suryo. memang skr bkn saatnya tuk demo sana demo sini gak karuan buang2 waktu. justru dg 100 hari itu awal dari kinerja pemerintah. apa yang harus dibenahi untuk 5 tahun yg akan datang. ternyata banyak rakyat msh bodoh, pemilu kmrn yg pilih presiden rakyat,skr yg menuntut presiden mundur rakyat juga. saya rasa bukan atas kemauan rakyat juga pasti ada provokator di atas sana. kalo memang mereka bisa menilai kinerja pemerintahan SBY gagal. saya ingin tahu sampai dimana kemampuan mereka (yg merasa dirinya bersih n lbh pinter dr SBY) memimpin negara ini. JADI JANGAN MERASA LEBIH BERSIH N LEBIH PINTAR WAHAI PARA MUNAFIKER !!! SBY MAJU TERUS, JANGAN TAKUT DIBILANG GAGAL BUKTINYA BAPAK MASIH DIPERCAYA JADI PRESIDEN LAGI. PEACEEE
saya guru dan saya sependapat dengan wawasan berpikir anda, mudah-mudahan kita selalu di jalan yang diridho'iNya. dan selalu meminimalkan hal-hal yang berbau kepura-puraan. Amiinn.
usai demos yang rugikan pemerintah cs ayolah kita bangun negara untuk kejayaan kepentingan luwar nigri dan oligarki dalam negeri yang super mapan ekonominya. Kita yakinsemuanya ini memang nasib yang lekat pada bangsa yang sebagian besar penduduknya miskin dan alumni SD. kesenjangan masarakat adalah takdir atau belenggu yang enggak mungkin dibuang. Kita hrs berperilaku santun, masing masing bekerja rajin dan keras ditempatnya (klu kebetulan sedang tidak nganggur), mulut komat kamit agar Ratu Adil yang ada terus pimpin bangsa. Term ke3 bisa diurus, para kawula akan pasrah bahagia
Betul sekali pendapat Iwan Ridone diatas, Mengurus dan mengatur negara bukan pekerjaan gampang. Mengurus diri dan mengatur diri sendiri masih sulit. Paling tidak memberikan kesempatan untuk mengadakan perbaikan-perbaikan, bukan terus menerus mengkritik dan menarget secara berlebihan. Setiap diri masing-masing perlu ikut membantu memperbaiki keadaan terutama keadaan ekonomi. "tetap berkonsentrasi terhadap bidang keahlian dan mencoba untuk menghasilkan yang paling baik ". Semangat untuk membangun, bukan semangat untuk mengkritik. Perlu waktu, ketekunan, dan kesabaran, dalam memperbaiki nasib dan keadaan. Bukan sulapan coy...!!!
Mungkin Metro TV dan Bung sendiri juga perlu menilik jauh kedalam diri sendiri, apakah akhir-akhir ini pura-pura menyuarakan keinginan rakyat atau tidak, pura-pura memberitakan kebenaran atau tidak. Sebenarnya acara macam kick andy kemaren sungguh bagus, menyebarkan optimisme dan mestinya seperti itulah cara pandang kita sebagai anggota organisasi besar bernama Indonesia. Terhadap adanya dugaan kesalahan perlu ditelusuri sampai tuntas dan tatkala terbukti, harus diberikan hukuman yang sepadan bagi para pelakunya . Namun "dugaan" kesalahan yang (persis)sama -tanpa informasi tambahan- disorot dan diberitakan berulang-ulang melulu dengan harapan agar "dugaan" tersebut berubah menjadi "kebenaran", telah cukup menunjukkan itikad dari si pembawa berita itu. Semoga kita kembali ingat, sebelum jadi apapun diri kita seperti saat ini, pertama kali kita adalah manusia yang setiap kali bisa melakukan kesalahan tetapi setiap kali berpeluang menemukan kesadaran kembali. Kata AA Gym : mulai dari diri sendiri, disini, saat ini.
s7 p suryo. memang skr bkn saatnya tuk demo sana demo sini gak karuan buang2 waktu. justru dg 100 hari itu awal dari kinerja pemerintah. apa yang harus dibenahi untuk 5 tahun yg akan datang. ternyata banyak rakyat msh bodoh, pemilu kmrn yg pilih presiden rakyat,skr yg menuntut presiden mundur rakyat juga. saya rasa bukan atas kemauan rakyat juga pasti ada provokator di atas sana. kalo memang mereka bisa menilai kinerja pemerintahan SBY gagal. saya ingin tahu sampai dimana kemampuan mereka (yg merasa dirinya bersih n lbh pinter dr SBY) memimpin negara ini. JADI JANGAN MERASA LEBIH BERSIH N LEBIH PINTAR WAHAI PARA MUNAFIKER !!! SBY MAJU TERUS, JANGAN TAKUT DIBILANG GAGAL BUKTINYA BAPAK MASIH DIPERCAYA JADI PRESIDEN LAGI. PEACEEE