Rabu, 3 Februari 2010 19:39 WIB
Setelah sekitar dua bulan terbentuk dan bekerja, Panitia Khusus Bank Century tanggal 4 Februari ini akan menyampaikan laporan sementara hasil penyelidikan mereka. Masyarakat bertanya-tanya, apakah akan ada palu godam yang disampaikan Pansus DPR nanti.Setelah mengikuti proses meminta keterangan dari para pejabat yang terlibat dalam proses penyelamatan Bank Century, masyarakat sudah mendapatkan gambaran mengenai skandal yang membuat negara harus menyuntikkan dana talangan Rp 6,7 triliun. Pertanyaannya, apakah penilaian yang ada pada masyarakat akan sama dengan penilaian yang dimiliki Pansus?Dengan kaca mata awam, masyarakat melihat adanya hal yang janggal dalam penyelamatan Bank Century. Bank yang bermasalah sejak pembentukan tahun 2001, tidak mengindahkan prinsip-prinsip kehati-hatian dan profesionalisme dalam pengelolaannya.Bank Indonesia yang bertanggung jawab terhadap proses pengawasan dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya. Bahkan BI tidak bisa secara saksama mengawasi kinerja Bank Century, meski bank tersebut masuk kategori "bank dalam pengawasan khusus".Sampailah kemudian saat-saat genting harus dihadapi ketika dunia dihadapkan kepada krisis global pada bulan November tahun 2008. Apakah Bank Century lagi-lagi harus mendapatkan perlakuan istimewa ataukah dibiarkan tutup karena memang menghadapi persoalan likuiditas dan solvabilitas?Untuk mengukur kondisi tersebut maka dipergunakanlah empat kriteria yang umum dipakai bank sentral di Eropa untuk menyelamatkan atau menutup bank. Dari empat kriteria yang ada, Bank Century tidak memenuhi syarat bahwa penutupan mereka akan berdampak sistemik. Atas dasar tersebut, Komite Stabilitas Sistem Keuangan menambahkan satu faktor lain yakni psikologis pasar.Kriteria tambahan ini dinilai dipaksakan, karena ukurannya kualitatif. Apalagi dalam Sidang Kabinet yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tanggal 20 November sore hari, Gubernur BI Boediono menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih dalam keadaan aman.Sangatlah mengherankan apabila hanya beberapa jam kemudian ternyata ada kegentingan yang mengharuskan dilakukan penyelamatan terhadap Bank Century. Anehnya lagi, keputusan penyelamatan tersebut baru empat hari kemudian dilaporkan kepada Wapres Jusuf Kalla.Persoalan semakin rumit karena besarnya dana talangan meningkat hampir sepuluh kali lipat. Apabila pada rapat KSSK diperkirakan penyelamatan diperkirakan hanya membutuhkan Rp 673 miliar, nyatanya melonjak hingga Rp 6,7 triliun.Pertanyaan besar yang memang belum terjawab, apakah uang tersebut memang dipakai untuk menyehatkan Bank Century ataukah ada kepentingan yang lain? Keterangan yang disampaikan Komjen Susno Duaji menyebutkan, paling tidak ada dua orang yang tidak masuk akal menerima aliran dana dalam jumlah puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Fakta lain, hampir setahun kemudian Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengadu kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa dirinya merasa tertipu oleh data BI.Dengan fakta-fakta seperti itu, apakah Pansus DPR berani untuk mengatakan bahwa tidak ada yang salah dalam kebijakan penyelamatan Bank Century? Ataukah Pansus DPR akan berani menyatakan bahwa ada pelanggaran terhadap kebijakan penyelamatan itu seperti yang juga disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan? Bahkan lebih jauh Pansus DPR berani menyebut orang-orang yang pantas dimintai pertanggungjawaban dan diproses lebih lanjut melalui jalur hukum?Sejauh yang bisa tangkap, dinamika yang terjadi di Pansus DPR sangatlah tinggi. Sejauh ini memang Partai Demokrat berusaha agar keputusan Pansus Bank Century tidak sampai menggoyang pemerintahan. Mereka menagih komitmen partai-partai koalisi untuk mendukung mereka.Namun dalam penyelidikan yang sangat terbuka, di mana masyarakat mengikuti secara dekat setiap persoalan yang dibahas di Pansus, sulit bagi partai-partai koalisi untuk menutup mata dari kenyataan. Pertanggungjawaban kepada masyarakat jauh lebih penting daripada sekadar membela rekan koalisi.Hasil keputusan sementara Pansus Bank Century diperkirakan akan sangat tipis. Dari 30 anggota Pansus Bank Century diperkirakan 16 suara akan menyatakan ada kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan, sementara 14 lain menyatakan tidak perlu ada pertanggungjawaban, cukup perbaikan kerja.Apa pun hasilnya, ini adalah proses politik. Kita mengharapkan adanya kedewasaan dari semua pihak untuk menerima apa pun hasil kerja Pansus Bank Century. Termasuk untuk tidak menggunakan massa dan kekuatan untuk memaksakan kehendak. Apalagi bila sampai membenturkan massa sehingga merusak prinsip demokrasi yang mengharamkan adanya kekerasan.
" Applaus untuk keberhasilan PROGRAM-PROGRAM ISAPAN JEMPOL KIB II, GANYANG !!! GANYANG !!! GANYANG, REZIM PREDATOR !!! GANTUNG KORUPTOR !!! Beberapa penelusuran dan pengungkapan Skandal yang tidak jelas arah dan tujuannya mencabik-cabik hati nurani rakyat Indonesia. Beberapa Skandal yang mengakibatkan UANG RAKYAT raib di RAMPOK para PROFESIONALIS & POLITISI yang bercokol diinstitusi PEMERINTAHAN abu-abu, antara lain : 1. METROPOLIS SKANDAL PERTAMINA Rp. 700 Triliyun, 2. MEGA SKANDAL BANK CENTURY Rp. 6.7 Triliyun, 3. REKENING LIAR 15 PERWIRA POLRI 4. Dana BLBI 600 Triliyun 5. DAU 6. LEGEND SKANDAL LAPINDO. Penutupan Kinerja 100 hari, dibidang hukum, adanya upaya dan terjadi pengexlusifan hukum baik Perdata dan Pidana. Ini adalah bentuk makar terhadap UUD 1945 dan Menentang keinginan rakyat indonesia. Yang di tetapkan dalam TAP-TAP MPR sebagai acuan menjalankan roda pemerintahan. " GANYANG REZIM PREDATOR !!! " SATUKAN KEKUATAN RAKYAT INDONESIA, BULATKAN KEKUATAN PERJUANGAN !!! GALANG PERSATUAN & KESATUAN DISELURUH WILAYAH DAN ELEMEN RAKYAT INDONESIA !!! LAWAN, LAWAN !!! LAWAN, REZIM PREDATOR !!!
pejabat negara ini kalau sudah mau tutup buku/RAPBN pasti uangnya di habis-habiskan inilah pejabat rakus engga mau tau rakyat susah apalagi kroninya penguasa
Denagan adanya siaran langsung yg ditayangkan TV terutama kasus century, anggodo, antasari, maka masyarakat tau ternyata karakter-2 para petinggi kita sudah kita ketahui, pandai ngomong pandai mengolah kata-2 tapi hasilnya mana....?
logika , si burhan seorang pejabat tinggi , si japra seorang pejabat rendah , suatu hari si japra punya ide untuk mendapatkan uang dari kantor si burhan , nah karena mereka bersahabat , si japra memberikan ide tersebut , dan di setujui oleh si burhan , dengan satu syarat harus di bagi rata , tak lama kemudian cairkah uang tersebut , saya sih merasa itulah yg terjadi dengan kasus century ini ... maka menkeu dan gub BI lah biang keladi persoalan ini , ay ay siapa dia
Lawong penganut bajing loncat kok ditanya punya PALU GODAM. Pertanyaan yang pas ...... sudah kecepretan semua belum? .................. Jawabnya pasti ; kata dalangku belum ............... (kan multi dalang)
" Applaus untuk keberhasilan PROGRAM-PROGRAM ISAPAN JEMPOL KIB II, GANYANG !!! GANYANG !!! GANYANG, REZIM PREDATOR !!! GANTUNG KORUPTOR !!! Beberapa penelusuran dan pengungkapan Skandal yang tidak jelas arah dan tujuannya mencabik-cabik hati nurani rakyat Indonesia. Beberapa Skandal yang mengakibatkan UANG RAKYAT raib di RAMPOK para PROFESIONALIS & POLITISI yang bercokol diinstitusi PEMERINTAHAN abu-abu, antara lain : 1. METROPOLIS SKANDAL PERTAMINA Rp. 700 Triliyun, 2. MEGA SKANDAL BANK CENTURY Rp. 6.7 Triliyun, 3. REKENING LIAR 15 PERWIRA POLRI 4. Dana BLBI 600 Triliyun 5. DAU 6. LEGEND SKANDAL LAPINDO. Penutupan Kinerja 100 hari, dibidang hukum, adanya upaya dan terjadi pengexlusifan hukum baik Perdata dan Pidana. Ini adalah bentuk makar terhadap UUD 1945 dan Menentang keinginan rakyat indonesia. Yang di tetapkan dalam TAP-TAP MPR sebagai acuan menjalankan roda pemerintahan. " GANYANG REZIM PREDATOR !!! " SATUKAN KEKUATAN RAKYAT INDONESIA, BULATKAN KEKUATAN PERJUANGAN !!! GALANG PERSATUAN & KESATUAN DISELURUH WILAYAH DAN ELEMEN RAKYAT INDONESIA !!! LAWAN, LAWAN !!! LAWAN, REZIM PREDATOR !!!
pejabat negara ini kalau sudah mau tutup buku/RAPBN pasti uangnya di habis-habiskan inilah pejabat rakus engga mau tau rakyat susah apalagi kroninya penguasa
Denagan adanya siaran langsung yg ditayangkan TV terutama kasus century, anggodo, antasari, maka masyarakat tau ternyata karakter-2 para petinggi kita sudah kita ketahui, pandai ngomong pandai mengolah kata-2 tapi hasilnya mana....?
logika , si burhan seorang pejabat tinggi , si japra seorang pejabat rendah , suatu hari si japra punya ide untuk mendapatkan uang dari kantor si burhan , nah karena mereka bersahabat , si japra memberikan ide tersebut , dan di setujui oleh si burhan , dengan satu syarat harus di bagi rata , tak lama kemudian cairkah uang tersebut , saya sih merasa itulah yg terjadi dengan kasus century ini ... maka menkeu dan gub BI lah biang keladi persoalan ini , ay ay siapa dia
Lawong penganut bajing loncat kok ditanya punya PALU GODAM. Pertanyaan yang pas ...... sudah kecepretan semua belum? .................. Jawabnya pasti ; kata dalangku belum ............... (kan multi dalang)