Memperkuat Daya Saing
Kamis, 4 Februari 2010 19:07 WIB
Kekhawatiran akan adanya banjir produk-produk China menyusul diberlakukannya secara penuh Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) memberi dampak positif bagi kita. Setidaknya kekhawatiran tersebut menyentak kesadaran kita bersama akan perlunya kebanggaan terhadap produk dalam negeri dan memperkuat daya saing produk-produk nasional.
ACFTA sendiri secara bertahap sebenarnya sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2005. Sejauh ini sudah sekitar 7.000 pos tarif yang diturunkan bea masuknya hingga rata-rata tinggal 2,9 persen. Dari hasil kajian Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, dari jumlah itu hanya 228 pos tarif yang perlu dikaji ulang karena dinilai memberatkan kita.
Sejauh mana perdagangan bebas itu bisa merugikan kita sebenarnya ditentukan pula oleh sikap dan perilaku kita sebagai bangsa. Kalau saja ada kesadaran dari kita sebagai bangsa untuk mencintai produk bangsa sendiri dan secara bersamaan para industriawan pun terus memperbaiki dirinya, maka tidak perlu ada kekhawatiran bagi kita untuk menghadapi perdagangan bebas.
Apalagi jika pemerintah juga memiliki visi pembangunan yang jelas sehingga bukan hanya tahu akan ke mana kita menuju, tetapi juga melengkapi peraturan yang menunjang pencapaian visi tersebut. Seperti misalnya bagaimana menyediakan infrastruktur yang memadai, tingkat suku bunga yang kompetitif, sistem insentif perpajakan yang merangsang kegiatan usaha, aturan perburuhan yang tidak menakutkan, dan jelas fokus industri apa yang akan menjadi unggulan dari bangsa ini.
Kolaborasi di antara tiga sektor, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci kemajuan sebuah bangsa. Negeri-negeri kecil seperti Korea Selatan bisa masuk dalam jajaran negara maju karena jelas arah yang ingin dicapai bangsa itu, sehingga bisa diterjemahkan oleh kalangan dunia usahanya dan ditopang oleh masyarakat sebagai konsumennya.
Siapa yang bisa membayangkan Samsung bisa menjadi perusahaan elektronik terbesar di dunia di tengah dominasi Sony yang begitu kuat. Atau Hyundai dan Kia yang tetap bisa berkembang di tengah dominasi Toyota dan General Motor. Semua itu bisa terjadi karena masyarakat Korealah yang pertama-tama menjadi konsumen produk bangsanya sendiri. Setelah kokoh di dalam negeri, barulah mereka bertarung di pasar internasional.
Kecintaan terhadap produk dalam negeri itulah yang membuat bangsa Korea menjadi besar. Apalagi Pemerintah Korea mendukung tumbuhnya industri-industri nasional. Mereka dengan jelas menetapkan tujuan pembangunan mereka yakni membangun negara ekonomi berbasis teknologi.
Memang mereka menjalankan kebijakan tersebut dengan sangat keras. Pemerintah Korea mengharuskan rakyatnya menggunakan produksi dalam negeri. Bahkan untuk para pegawai negeri, mereka menjatuhkan hukuman yang keras apabila tidak menggunakan produk dalam negeri.
Itulah yang sering disebut sebagai cost of learning. Sebuah bangsa harus mau membayar biaya dari pembelajaran dari bangsa itu untuk maju. Dengan dukungan masyarakat sebagai konsumen dari produk bangsanya, industriawan kemudian menempa dirinya sebagai produsen yang mampu menghasilkan produk yang bermutu dan berdaya saing tinggi.
Proses itulah yang dikenal sebagai revolusi industri yang kemudian melahirkan etos kerja dan sikap disiplin. Dari sana lalu dihasilkan sebuah produk, yang kemudian dikembangkan menjadi produk-produk baru. Setelah tahapan itu dicapai barulah mereka menikmati yang namanya konsumtivisme dan konsumerisme.
Kita harus melalui proses itu apabila ingin menjadi bangsa yang besar. Semua pemangku kepentingan harus bahu membahu menciptakan sebuah Indonesia yang kuat, yang mampu menyejahterakan seluruh warga bangsanya.
Kita memiliki potensi besar untuk bisa menjadi itu. Kuncinya adalah kita tahu siapa diri kita dan hendak ke mana kita menuju. Jangan kita sekadar mengikuti langkah bangsa lain, tanpa kita menyadari apa kekuatan yang kita miliki.
Pertanian dan energi merupakan dua bidang yang bisa membuat Indonesia menjadi bangsa besar. Mengapa? Menurut pengusaha Anthony Salim, Indonesia merupakan negara yang dikaruniai alam yang luar biasa. Matahari selalu ada setiap hari dan sepanjang tahun melewati negeri ini. Matahari melepaskan energi yang luar biasa setiap hari tanpa harus kita membayarnya.
Pertanyaannya, apakah kita sudah mengoptimalkan energi gratis yang diberikan Matahari setiap hari? Jawabannya belum. Dengan berbasis energi Matahari itu seharusnya kita bisa membangun pertanian yang lebih hebat. Apabila kita mempunyai bibit yang berkualitas, pola tanam yang benar, dan pemupukan yang tepat, maka energi Matahari bisa kita ubah menjadi produksi yang melimpah.
Kalau kita kemudian membangun industri pertanian yang tepat, maka nilai tambahnya akan meningkat. Kita bukan hanya akan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi masyarakat dunia yang 50 tahun yang akan datang kemungkinan tidak memiliki pasokan bahan makanan yang memadai.
Belum lagi kalau kita mampu mengolah energi dan mineral yang banyak kita miliki. Kita seharusnya mampu menjadi negeri yang kuat dalam industri di bidang energi dan mineral.
Dengan menjadi pemain utama di kedua bidang tersebut, maka kita akan memiliki daya tawar yang lebih kuat. Dengan bermodalkan itu semua, kita tidak perlu takut untuk bertarung di pasar bebas.
Kalau sekarang kita khawatir karena kini memang tidak memiliki keunggulan apa pun. Kita memiliki segalanya, tetapi tidak ada satu pun yang membuat kita menjadi pemain besar di dunia. Kalau pun ada kita hanya kuat di dalam produk komoditas, sementara nilai tambahnya diambil oleh bangsa lain.
Momentum kekhawatiran terhadap dampak negatif perdagangan bebas seharusnya bisa kita pakai untuk memperkuat diri kita. Sekarang kita mulai dengan apa yang kita miliki. Kita mulai dengan mendahulukan kecintaan kita semua terhadap produk dalam negeri.
Dengan kreativitas yang dimiliki oleh bangsa ini, tidak perlu ada ketakutan untuk kalah bersaing. Apalagi bangsa ini telah menunjukkan keuletannya untuk tetap bisa bertahan dalam situasi sesulit apa pun.


8. Tingkatkan produk pertanian dgn, giatkan transmigrasi khusus agrobisnis dgn produk utama hasil2 pertanian/perkebunan yg mampu bersaing dgn kompetitornya. Ini hrs dikelola dgn mgmt yg profesional, dari kalangan pengusaha difasilitasi pemerintah (lokasi, infrastrukur dll) 9. Deptan dan Semua menteri yg terkait hrs mentargetkan, tahun 2014 tdk ada lagi import bahan makanan. Gula, kedelai, garam, buah2an, daging, telur, sayuran, sagu, apalagi beras, dll, kecuiali gandum mungkin kita belum bisa /kurang cocok. Semua hrs swasembada justru exportir jika masih mau menamakan diri negara agraris. 10. Tingkatkan dgn point 4 diatas pabrik 2 ikan kaleng hsl laut, targetkan 5kali dgn kondisi skrg hsl olahan laut, krn bebas ilegal fishing, ilegal jaring . Jadikan laut sbg sumber pendapatan ketiga setelah alam dan pertanian. 11. Silahkan koreksi dan nomor bisa disweat.
Siapa takut? Coba kita analisa kasar sbb: 1. Penduduk besar, sadarkan masing2 untuk mencintai produk dalam negeri (kurangi sikap sok, bangga pakai barang mahal) 2. Perdayakan masih banyaknya tenaga kerja yg ada (katanya masih banyak pengangguran), jika yg punya uang mau membuat usaha dan memperdayakan sdm tsb masih banyak peluang 3. Sudah disebut diatas tadi, kekayaan alam Indonesia mungkin terbesar diasi atau kedua setelah China, kelola dgn baik, stop export mentahan atau 1/2 jadi menjadi produk jadi. Shg TK dan devisa menambah 4. Kekayaan hasil laut, mestinya terbesar di Asia, karenga mempunyai laut terluas. Tunda dulu pembelian mobil dpr dan pesawat kepresidenan, yg sktr 1,5T? untuk membeli kapal patroli laut yg (3M an saja) spt ditulis beberap hari lalu 50% saja dapat sekitar 150 kapal patroli , biar laut aman shg 30Trilyum/tahun katanya hilang menjadi tambahan devisa negara. Sisanya 50% (750 M) untuk beli pukat penangkap ikan, Sehingga dari sini 1th saja sdh hemat 30T + hasil tangkapan ikan. Masak kalah dgn yg gak punya laut/sedikit. 5. Tingkatkan effesiensi semua industri yg ada, hapus pungutan2 resmi ilegal, peringan pajak, permudah perijinan. 6. Ya semua harus kerja keras, bahu membahu bekerja sama antar departemen kompak dlm kebaikan. 7. Ciptakan industri2 inovativ baru yg kreatif memberikan efek daya saing yg cepat/mendadak (hrs ada tim analisa dan improvisasi industri jangka menengah dan panjang dgn misi merebut pasar dunia)
produk china memang membanjiri dunia saat ini, karena katanya sih murah dan bagus. tapi beberapa perusahaan asing sudah mulai mempersiapkan diri untuk hengkang dari china karena sudah pada tahap 'biaya tinggi' untuk perusahaan mereka. yang paling hangat adalah mesin pencari 'google', yang hengkang dikarenakan 'sesuatu'. dua perusahaan mainan raksasa dari amerika dan jerman sudah hengkang lebih dulu dari china karena mereka menggunakan bahan yang tidak save........saya beli tas bermerek mahal tapi buatan china, setelah 2 tahun pakai, material-nya pada ngelupas (padahal ini merek terkenal dari amrik sana). coba-coba saya beli tas tembakan di ITC juga buatan china, 3 bulan pakai, talinya putus. sejak itu saya beli buatan dalam negeri.....murah meriah dan trendy. kalau cepet rusak, ya wajarlah....barang murah mau pakai seumur hidup, gimana bisa? satu hal saya belajar, kalau bukan saya yang orang indonesia ini, siapa lagi yang mau pakai buatan indonesia?
Daya saing Indonesia, terhalang dalam beberapa hal menurut saya: 1.Pemerintah Korup 2.Anggota DPR hanya memikirkan kepentingan Partai dan Kantong Pribadi. 3.Etos kerja yang malas 4.Upah tinggi tapi tidak produktif. Sebenarnya momentum bisa mulai dari KASUS CENTURY agar TERUNGKAP dengan jelas. Bukan masalah haus kekuasaan, fitnah, tidak mendukung. Itu di hembuskan oleh pendukung FANATIK! Analoginya rakyat sudah dukung, tapi di bohongin melalui lips service dan korupsi. Setahu saya beberapa KONGLOMERAT papan atas INdonesia saja, ASSET pribadi nya tidak sampai 6.7Triliun (bukan asset perusahaan) jadi 6.7 Triliun di hambur2kan ini :kebangetan" , karena level di bawah presiden pasti akan mengambil contoh dan tidak bisa memberika teladan karena pemimpin saja bisa KORUPSI? Anggot DPR juga mohon pikirkan lah kantong pribadi tapi untuk jangka panjang alias anak cucu. Sejarah sudah mencatat dan contoh banyak di sekitar kita bahwa uang hasil korupsi tidak bisa "terpelihara" untuk jangka panjang, biasanya "uang jin dimakan setan" alias habis. Etos kerja emang udah susah deh , paling untuk generasi berikutnya baru bisa berubah. Lho wong pulang cepet saja di kantor menjadi "kesukaan". Mengenai upah tinggi, karena pemerintah tidak kontrol peningkatan harga dll. Dalam hal ini menurut saya China tetap hanya bisa berkompetisi untuk produk 2 tertentu saja dan sekarang sudah mulai perketat kredit karena US, EUR yang menjadi target market utama pada melempem. Juga produk yang berkualitas tetap saja orang mencari buatan amerika dan eropa, jepang. Contoh: jika kita ada duit Rp.10juta yg siap di konsumsi buat apa saja. apa iya kita mau beli elektronik Changhong Rp.7jt dibandingkan Sony Rp.10jt, tentunya kita beli Sony Rp.10jt compare aja orang beli motor biar produk China murah tetap saja di beli produk Jepang. Enggak usah takut lah sama produ2 China, biasanya aja kok.
" Applaus untuk keberhasilan PROGRAM-PROGRAM ISAPAN JEMPOL KIB II, GANYANG !!! GANYANG !!! GANYANG, REZIM PREDATOR !!! GANTUNG KORUPTOR !!! Beberapa penelusuran dan pengungkapan Skandal yang tidak jelas arah dan tujuannya mencabik-cabik hati nurani rakyat Indonesia. Beberapa Skandal yang mengakibatkan UANG RAKYAT raib di RAMPOK para PROFESIONALIS & POLITISI yang bercokol diinstitusi PEMERINTAHAN abu-abu, antara lain : 1. METROPOLIS SKANDAL PERTAMINA Rp. 700 Triliyun, 2. MEGA SKANDAL BANK CENTURY Rp. 6.7 Triliyun, 3. REKENING LIAR 15 PERWIRA POLRI 4. Dana BLBI 600 Triliyun 5. DAU 6. LEGEND SKANDAL LAPINDO. Penutupan Kinerja 100 hari, dibidang hukum, adanya upaya dan terjadi pengexlusifan hukum baik Perdata dan Pidana. Ini adalah bentuk makar terhadap UUD 1945 dan Menentang keinginan rakyat indonesia. Yang di tetapkan dalam TAP-TAP MPR sebagai acuan menjalankan roda pemerintahan. " GANYANG REZIM PREDATOR !!! " SATUKAN KEKUATAN RAKYAT INDONESIA, BULATKAN KEKUATAN PERJUANGAN !!! GALANG PERSATUAN & KESATUAN DISELURUH WILAYAH DAN ELEMEN RAKYAT INDONESIA !!! LAWAN, LAWAN !!! LAWAN, REZIM PREDATOR !!!