METRO VIEW


Suryo
Suryopratomo
Suryopratomo [AT] metrotvnews.com

Pers dan Nilai-Nilai Kebangsaan

Senin, 8 Februari 2010 20:07 WIB

Hari-hari ini begitu banyak persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Ada Panitia Khusus DPR yang terus melakukan penyelidikan atas skandal Bank Century. Ada soal bentrokan antara keluarga para purnawirawan dan aparat Tentara Nasional Indonesia berkaitan dengan pengosongan rumah dinas TNI. Ada banjir yang melanda beberapa daerah. Ada kasus anak yang hilang. Ada kasus penggunaan narkoba oleh artis. Ada aksi kekerasan di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran.
    
Berbagai persoalan tersebut membuat masyarakat ingin tahu seperti apa duduk perkaranya. Mereka ingin tahu karena berbagai persoalan itu satu saat bisa mengenai pada diri mereka. Mereka ingin tahu seperti apa persoalan itu lalu dipecahkan.
    
Begitu banyaknya persoalan yang terjadi, tidaklah mungkin masyarakat bisa mengetahuinya secara langsung. Media massa menjadi alat yang paling efektif untuk membuat masyarakat tahu berbagai persoalan yang terjadi bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Kemajuan teknologi informasi membuat kita bisa dengan cepat mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di belahan mana pun di dunia ini.
    
Di sinilah kehadiran media massa menjadi penting bagi masyarakat. Media massa membuat masyarakat menjadi melek terhadap informasi, melek terhadap berbagai persoalan yang terjadi, dan melek terhadap langkah apa yang sebaiknya dilakukan.
    
Begitu besar peran yang diberikan media massa untuk membuat masyarakat tahu persoalan dan bahkan bisa mengerti apa yang perlu dilakukan untuk kepentingan dirinya, kepentingan keluarganya, kepentingan lingkungannya, dan bahkan kepentingan bangsa dan negaranya. Bayangkan kalau tidak ada media massa yang menyampaikan berbagai informasi itu, maka bisa-bisa kita jadi salah langkah dan akhirnya merugikan diri sendiri.
    
Seperti misalnya badai salju yang melanda Amerika Serikat saat ini, khususnya lagi ibu kota negara itu, Washington DC. Snowmageddon yang sedang melanda kota itu membuat cuaca kota itu sangat membahayakan manusia. Kalau kita tidak tahu akan apa yang terjadi di sana dan tiba-tiba saja datang ke Washington DC hari-hari ini, maka niscaya kita akan bisa menjadi korban dari cuaca buruk.
    
Peran-peran positif yang diberikan media massa dan para wartawan sejak mereka hadir di abad ke-19, memberikan kemajuan bagi kehidupan manusia. Tulisan-tulisan yang diangkat media massa merupakan pembelajaran yang tiada terkira nilainya dan ikut mencerdaskan kehidupan umat manusia.
    
Apakah peran itu disadari oleh kita semua? Ya kalau kepentingan kita bisa dipenuhi. Ketika kepentingan itu tidak tertampung, maka media massa dianggap sebagai biang kerok dan tidak memberikan manfaat apa-apa.
    
Salah mengerti terhadap peran media massa seringkali terjadi. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Terutama para pemangku kekuasaan selalu menganggap media massa sebagai pangkal persoalan. Terutama lagi ketika banyak persoalan yang terjadi di tengah masyarakat diangkat media dan kemudian menimbulkan tekanan kepada pemerintah. Sebaliknya, ketika keberhasilan pemerintah diangkat dan mendapat respons yang positif dari masyarakat, media dianggap sebagai mitra.
    
Love and hate, cinta dan benci merupakan sesuatu yang abadi dalam hubungan antara media massa dan pemangku kekuasaan. Sepanjang keberadaannya, media massa harus siap untuk setiap kali dicintai, tetapi di saat yang lain dibenci.
    
Media massa tidak boleh terganggu oleh semua itu. Media massa bukan hadir untuk disanjung atau dibenci. Media massa hadir untuk menjalankan perannya menyampaikan kebenaran. Memang kebenaran itu tidaklah pernah absolut, kebenaran di media massa adalah kebenaran yang juga subyektif. Tetapi dengan prinsip mendahulukan kepentingan yang lebih besar dan mengutamakan profesionalisme yang dipegang, maka wartawan tidak perlu takut dalam menjalankan tugasnya.
    
Wartawan hanya boleh takut bahwa apa yang dikerjakannya tidak memberikan manfaat yang baik bagi masyarakatnya. Wartawan dikatakan selalu bekerja “in fear and trembling in anxious”, takut dan gemetar karena gelisah, karena mereka bekerja sepenuhnya untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Fungsi sebagai alat kontrol dan alat koreksi bukan didasarkan atas ketidaksukaan, tetapi kecintaan kepada kemajuan masyarakat banyak.
    
Kritikan yang  diterima kalangan media massa bahwa jauh dari nilai-nilai kehidupan dan bahkan nilai-nilai kebangsaan harus menjadi masukan untuk perbaikan. Media massa tidak perlu alergi terhadap berbagai kritikan itu, tetapi harus berani untuk memperbaiki kekurangan yang ada.
    
Kritikan bagi peran yang belum optimal datang dari kalangan media massa sendiri. Seperti misalnya kritikan dari wartawan olahraga bahwa media massa di Indonesia telah jauh dari tanggung jawabnya untuk  ikut memajukan prestasi olahraga nasional. Hal itu tentunya bisa dipakai untuk melakukan introspeksi, sudahkah media massa kita memberikan porsi yang memadai untuk memberitakan kegiatan olahraga di Tanah Air kita? Ataukah media massa Indonesia ikut larut dalam arus besar globalisasi sehingga justru membesarkan olahraga dunia?
    
Industrialisasi di kalangan media kadang membuat idealisme ikut luntur. Termasuk dalam pemberitaan-pemberitaan olahraga misalnya. Media sekadar ramai-ramai memanggungkan liga sepak bola Eropa, daripada sepak bola di dalam negeri hanya karena dianggap lebih laku dijual. Padahal kita tidak boleh lupa bahwa ada pembinaan yang harus lebih diperhatikan di Indonesia ini.
    
Secara keseluruhan, banyak hal-hal yang telah dilakukan media massa Indonesia untuk membangun harapan. Berbagai cerita-cerita keberhasilan tidak pernah berhenti diangkat setiap hari di media massa untuk menjadi inspirasi kita bersama. Beberapa acara televisi seperti Kick Andy, memanggungkan cerita-cerita kemanusiaan agar kita menjadi bangsa yang beradab.
    
Media massa tidak perlu ragu pula untuk mengangkat berbagai persoalan yang masih membebani negara ini.  Tokoh pers besar AS, Joseph Pulitzer selalu mengatakan bahwa pers harus terus dan terus mengungkap ketidakberesan yang terjadi di negaranya agar kemudian semua sadar dan mau memperbaikinya.
    
Selamat Hari Pers Nasional 2010.

Bookmark and Share



KOMENTAR [7]

  • Sigemblung, Selasa, 3-Februari-2010

    Saya kira Pers adalah corong kebajikan untuk itu suarakan dengan timbang rasa kebenaran, kejujuran, keadilan dan mendidik serta jauh dari kepentingan. Dalam menyuarakannya kemaslah dengan bahasa yang indah dan santun serta menyejukan, jelas dan mudah dicerna, artistik dan berseni, mengandung kebenaran, rasa keadilan dan tidak memihak, bermoral dan jauh dari kepentingan serta dapat diterima oleh berbagai pihak .....................

  • anto quadart, Selasa, 3-Februari-2010

    Wartawan dan berita tak dapat dipisahkan, seperti pasir dan lautan. saat ini media informasi lbh cenderung membesar2kan opini ke pada publik yang justru mlh meresahkan, media sehrsnya relevan dalam mengendalikan otoritas berita, memaksakan pendapat tanpa fakta sama saja dengan kebodohan, tp gw rasa msh sah2 saja selama berita dapat pahami dan didefinisikan atau diwujudkan dalam bentuk pemikiran dan pemahaman, kita semua berharap peran pers dalam kasus century sebagai media informasi yang bertanggung jawab bukan media politik yg bertanggung jawab. Ulasan berita dan tidak mengekang atau menyikapi dgn skeptis setiap keputusan pemerintah dalam pengambilan dan kebijakan. Sampai sekarang, kita tidak bnr2 tahu apa sesungguhnya yang terjadi dalam kasus century. Pansus menafsirkan dan menjelaskannya dengan berbelit-belit, yang justru membuat kita kebingungan. Maka tidak heran jika kemudian setiap orang memilih untuk tidak perduli atau menafsirkan sendiri kasus century tersebut dgn kapsitas yg mereka pahami, dengar/baca dari sumber berita, yaitu media informasi. Dengan cara itu, setiap orang punya penafsiran sendiri tentang kasus century, tanpa harus terkungkung oleh logosentrisme definisi umum yang verbal dan dibuat oleh mereka kaum intelektual. (prannngg!!..hheheuee..gaya bicaranya sok politikus) :D

  • Gatot Marhaeni, Selasa, 3-Februari-2010

    PERS ikut mencerdaskan bangsa. selamat bekerja dan berkarya

  • adri, Selasa, 3-Februari-2010

    Terkutuklah Media, krn sudah ikut2an bergaya BARAT, tak berbudaya, gak murni , beracun Politis, sebagian berita yg tidak cerdas telah meracuni rakyat bodoh utk jadi sok tahu

  • Ardi, Selasa, 3-Februari-2010

    bersama pers, hentikan rezim neolib

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *