Mahasiswa HMI Harus Kendalikan Diri

Senin, 8 Maret 2010 21:10 WIB

KITA bisa memahami kemarahan yang ada pada diri mahasiwa Himpunan Mahasiswa Islam ketika beberapa rekan mereka dipukuli oknum polisi dan kantor cabang mereka di Makassar dirusak oknum polisi bersama warga. Namun kita tidak habis mengerti ketika kemarahan itu dieskspresikan dalam tindakan anarkis dan permusuhan kepada aparat polisi hampir di seluruh Indonesia.

Di kolom ini kita sudah membahas bagaimana polisi sebaiknya memperbaiki sikap dan perilaku mereka. Hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menemukan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan oknum polisi. Atas tindakan tersebut, pimpinan polisi di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan telah menindak empat oknum polisi yang diduga sebagai pelaku tindakan pelanggaran HAM tersebut.

Sebagai orang-orang yang telah berpendidikan tinggi, seharusnya para anggota HMI bisa mengerti bahwa kesalahan pribadi tidak bisa dijadikan kesalahan institusi. Apalagi kemudian digeneralisasi sebagai kesalahan seluruh aparat kepolisian.

Menyusul kerusuhan yang terjadi di Makassar sendiri sudah dilakukan pertemuan antara Pimpinan Kepala Daerah, Pimpinan Polda Sulsel, Korps Alumni HMI Sulsel, Pengurus HMI Sulsel, dan Forum Rektor. Pertemuan tersebut menyepakati dibentuknya Tim Pencari Fakta dan selanjutnya temuan tersebut akan dijadikan bahan untuk dilakukannya tindakan hukum kepada yang bersalah.

Sebagai salah satu pihak yang mendorong tumbuhnya demokrasi di Tanah Air, para mahasiswa seharusnya menyadari bahwa esensi utama dari demokrasi adalah menyelesaikan semua persoalan melalui cara damai. Pilar dari demokrasi adalah hukum, sehingga kalau ada perbedaan yang tidak bisa diselesaikan melalui dialog, maka jalan yang paling adil adalah melalui jalur hukum.

Cara-cara untuk memaksakan kehendak dan menggunakan kekerasan dalam menyampaikan sikap sungguh bukan cara yang baik. Itu bukan hanya semakin menjauhkan dari penyelesaian persoalan, tetapi justru akan menimbulkan antipati kepada mahasiswa.

Inilah yang harus menjadi perhatian para pimpinan HMI dan seluruh anggota HMI. Apalagi ketika itu dilakukan di banyak kota di seluruh Indonesia. Unjuk rasa kepedulian atas nasib sesama anggota HMI selalu diwarnai dengan bentrokan dengan aparat kepolisian, memblokade jalan, bahkan tidak sedikit yang diikuti dengan perusakan fasilitas umum.

Jangan salahkan apabila masyarakat luas lalu menilai tindakan para anggota HMI sudah di luar batas kewajaran. Tindakan yang mereka lakukan sungguh tidak mencerminkan sikap para mahasiswa sendiri yang  mengritik sikap oknum polisi yang melakukan kekerasan terhadap anggota HMI. Bahkan masyarakat akan terpancing kemarahan apabila tindakan para mahasiwa sudah mengganggu keamanan dan ketenteraman warga.

Aksi yang sudah berlangsung beberapa hari ini haruslah segera diakhiri. Unjuk rasa kepedulian terhadap sesama rekan perlu diubah dengan cara yang lebih simpatik. Toh Komas HAM sudah menyatakan adanya dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oknum polisi, sehingga pasti akan ada tindakan keras terhadap oknum polisi yang bersalah.

Dengan tindakan yang lebih mengundang simpati, para mahasiswa justru akan bisa mencapai tujuannya. Yakni  membuat aparat kepolisian tidak lagi bertindak sewenang-wenang. Meski ada hukum yang melekat pada diri anggota polisi, tetapi itu tidak bisa digunakan semaunya. Tetap ada aturan-aturan yang melekat dan wajib untuk dipatuhi.

Demikian pula pada kita warga. Kita juga dibatasi dengan aturan dan juga norma. Bahwa setinggi apa pun kemarahan kita, namun hal itu harus dilakukan dengan cara yang beradab. Kita tidak boleh menggunakan cara-cara yang tidak pantas untuk mengritik ketidakpantasan yang dilakukan oleh pihak lain.

Mahasiswa adalah calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. Agar bisa menjadi pemimpin yang diandalkan, maka sikap dan perilaku harus dibina sejak masih muda. Para mahasiswa harus belajar untuk menjadi pribadi-pribadi yang dewasa dan memiliki tanggung jawab. Bukan hanya tanggung jawab kepada diri sendiri, tetapi juga kepada keluarga, almamater, masyarakat, bangsa dan juga negara.

Banyak harapan yang dipikulkan kepada para mahasiswa untuk membuat masa depan Indonesia yang lebih baik. Untuk itulah para mahasiswa harus mempersiapkan diri baik mental, moral, dan intelektual. Tanpa semua itu maka mustahil Indonesia yang lebih jaya akan bisa tercipta.

Sikap kritis terhadap kondisi yang dihadapi bangsa ini harus juga diikuti dengan kerja keras dari para mahasiswa. Kerja keras terutama dalam mengasah diri, tekun dalam menuntut ilmu, serta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat itu untuk kemajuan bangsa dan negara.

Keberhasilan mahasiswa tidaklah diukur dari berapa hebatnya sikap merusak yang bisa dilakukan. Kehebatan mahasiswa diukur dengan seberapa cemerlangnya hal-hal baru yang bermanfaat bagi masyarakat yang bisa dihasilkan.

Bookmark and Share



KOMENTAR [30]

  • dakrimun, Sabtu, 7-Maret-2010

    Makasar, atao suwalwesi yang lain mahasiwanya sama aja... TUKANG GELUT... ada century ato ga sama aja.. lihat aja rekordx ... bolaan mongondo, unhas... mereka semua PRIMITIF..PRIMITIF....PRIMITIF.... ATO PRIMITIVE.... E.. PRIMITIP...PRIMItiv.... orang jawa bilang WONG ALASAN, ORANG HUTAN... budayanya hanya mengenal BERANTEM... walopun disekolahkan wong dasarnya PRIMITIP...YA.....TETAP..

  • Justice, Jumat, 6-Maret-2010

    Sudah terlihat beberapa waktu terakhir ini aksi2 para mahasiswa semakin ga terkendali n beringas seperti orang2 yg ga berpendidikan & ga beretika. Saya pribadi merasa muak dan sangat terganggu melihat aksi2 brutal mahasiswa yg merusak fasilitas umum. Tidak ada kedewasaan di sana, yg ada hanya mental sok jagoan, norak, dan penuh emosi yg menimbulkan antipati. Aksi2 tsb tak pelak merusak citra mahasiswa & almamater. Kampus2 yg mahasiswanya sering berdemo anarkis akan di cap jelek dan dijauhi masyarakat. Ada baiknya mahasiswa memperbaiki diri, menunjukkan citra sebagai kaum intelektual yg beradab, yg mengedepankan solusi2 damai atas suatu permasalahan.

  • gojoel, Kamis, 5-Maret-2010

    hai para mahasiswa yang ngakunya calon penerus bangsa, mana sumbangsih MU jika hanya bisa menggangu ketentraman umum, coba dong lihat kebelakang orang tua membiayai bukan untuk jadi perusak stabilitas negara dan untuk POLRI mohon tindakan jangan terlalu keras kepada para mahasiswa dongggggg

  • adiL, Rabu, 4-Maret-2010

    Lihat Pakai mata, dan cukup melihat secara Fair, sudah kelihatan ini para mahasiswa beringasan, ikut2an yg di makasar, yang SALAH gak usah di BELA-BELA deh, jangan jadi pecundang terus rakyat negri ini. tidak perlulah pakai modal "CURIGA" teruss, fakta ajah, gak usah fiksi.

  • sugi, Selasa, 3-Maret-2010

    Ya, ya. Harus.

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *