Jangan Lelah Melawan Korupsi

Rabu, 10 Maret 2010 19:18 WIB

TENTU menyakitkan mendengar hasil survei yang disampaikan Political and Economy Risk Consultancy tentang indeks korupsi di negara-negara Asia Pasifik. Kita sudah bekerja keras memerangi korupsi, namun survei itu menempatkan Indonesia berada di peringkat terbawah dari 16 negara yang paling korup.

Kita pantas terpukul karena sepertinya kita sudah begitu gencar memerangi korupsi. Penguatan kelembagaan antikorupsi dengan penuh kesungguhan kita lakukan. Begitu banyak sudah pejabat yang diajukan ke meja hijau dan dihukum karena terbukti terlibat korupsi.

Namun tentunya kita tidak bisa menutup mata bahwa usaha keras kita tidak cukup kuat untuk membuat orang jera melakukan tindak korupsi. Buktinya hasil survei yang dilakukan kepada para pelaku usaha ketika melakukan bisnis di Indonesia tetap menilai bahwa semua kegiatan baru bisa berjalan apabila ada uang pelicin.

Fakta ini tidak harus membuat kita mencoba menyangkalnya, tetapi lebih baik kita pakai sebagai sebuah masukan. Bahwa ada usaha yang lebih keras harus kita lakukan untuk melawan praktik kolusi, korupsi dan nepotisme yang kita sadari sudah begitu mengakar pada bangsa ini.

Sejak lama sudah kita ingatkan bahwa sstem politik yang feodal  menjadi penghambat paling berat dalam memerangi korupsi. Sebab dalam sistem yang feodal, keistimewaan itu sah didapatkan oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan bahkan keluarganya.

Sistem politik yang feodal tidak berarti berlaku hanya pada pemegang kekuasaan tertinggi. Pada semua tingkatan hal itu bisa terjadi dan apalagi setelah otonomi daerah berlaku tahun 2001, para kepala daerah menjadi penguasa tunggal.

Ketidakmampuan untuk membedakan antara milik umum (yours) dan milik pribadi (mine) membuat pemegang kekuasaan mudah terjerumus dalam praktik korupsi. Apalagi perubahan sistem politik besar  dari otokrasi ke demokrasi tidak diikuti dengan perubahan sikap dan perilaku.

Namun kita tidak boleh berkecil hati, apalagi sampai patah semangat. Kita harus bangkit untuk memperbaiki kelemahan yang masih ada. Termasuk dengan memberikan hukuman yang lebih keras kepada pelaku tindak korupsi agar memberikan efek jera.

Hal yang tidak kalah penting dilakukan oleh para pemegang kekuasaan--di semua tingkatan--untuk memberi contoh yang baik. Sikap dan perilaku dari pemimpin dalam melihat yang namanya materi, bisa menghindarkan bangsa ini untuk tidak terjebak sikap materialistis.

Praktik korupsi yang marak terjadi disebabkan oleh terlalu kuatnya sikap untuk mendewakan yang namanya materi. Seakan-akan itulah yang menentukan keberhasilan dan kemuliaan hidup.

Untuk bisa mencapai tujuan itu, kadang orang menjadi gelap mata. Mereka tidak peduli lagi kepada yang namanya nilai. Ibaratnya apa pun mau dilakukan demi mengejar kepuasan materi.

Pemimpin seharusnya bisa berperan untuk mencegah orientasi yang keliru itu. Sikap asketis dari pemimpin bisa membuat rakyat mengerti bahwa materi bukanlah segala-galanya.

Itulah sebenarnya esensi dari imbauan kita kepada pejabat negara untuk mau hidup lebih sederhana. Bukan kita melarang para pejabat untuk menggunakan mobil dinas yang mewah misalnya, tetapi ketika itu dipertontonkan oleh pejabat seakan gaya seperti itu pulalah yang harus diikuti mereka di bawah.

Di sinilah kita kagum dengan apa yang dilakukan bangsa India. Para pemimpin negeri itu memahami benar sikap asketis yang diajarkan Bapak Bangsa mereka, Mahatma Gandhi.

Mereka menyadari benar bahwa menjadi pejabat publik itu sebuah pilihan. Itu sebuah bentuk pengabdian khususnya dalam memberi contoh berperilaku kepada rakyatnya.

Kita bukan tidak memiliki contoh pemimpin yang sadar akan tanggung jawab itu. Mantan Wakil Presiden Mohammad Hatta merupakan sosok pemimpin yang sangat mengutamakan asketisme. Kesempatan yang dimilikinya sama sekali tidak membuat dirinya mencoba melakukan  salah guna kekuasaan.

Kalau kita menginginkan sebuah Indonesia yang lebih bersih, maka peran pemimpin menjadi sangat sentral. Apabila para pemimpin kita bisa mengikuti jejak Bung Hatta, maka niscaya kita akan lebih cepat membersihkan negeri ini dari praktik KKN.

Tanpa ada kemauan yang sangat keras, mustahil kita akan bisa membalikkan keadaan. Tantangan itulah yang harus bisa dijawab, terutama oleh para pemimpin.

Pemimpin harus mengorbankan semuanya untuk menggapai sebuah Indonesia yang lebih baik. Sebuah Indonesia yang lebih menyejahterakan karena seluruh sumber daya dipakai untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan untuk memperkaya para pejabatnya.

Bookmark and Share



KOMENTAR [20]

  • deden yopiana, Senin, 2-Mei-2010

    kalou menurut saya korupsi itu harus dihukum mati supaya jera.conto di negara cina sudah berlaku hukum seperti ini.ayo indonesia kmu pasti bisa berantas korupsi

  • fahmi, Minggu, 1-Maret-2010

    Negara tidak pernah menyeret atau memaksa rakyat untuk menjadi polisi atau pegawai negeri. Semua ketentuan ttg gaji pegawai sdh ada aturannya. Kalau gaji kecil dijadikan alasan maka sebaiknya mereka yang makan uang negara segera menjadi wirasasta/enterpreneur. Atau naikkan gaji pegawai 5 kali lipat dan kalau korupsi termasuk korupsi waktu saat bekerja dikenakan hukuman mati. Rekrut pegawai yang memang memiliki kualitas moral yang tinggi dan rekrutmen dilakukan secara transparan.

  • Jerry Radissa, Jumat, 6-Maret-2010

    GALANG KEKUATAN PARLEMEN RAKYAT !!! GUNAKAN HAK MENYAMPAIKAN PENDAPAT !!! SATUKAN KEKUATAN RAKYAT !!! MAKZULKAN DUET SBY-BUDIONO. " MPR JANGAN JADI MARTIL SEBAGAI MAJELIS PENJAJAHAN RAKYAT "

  • PUNOKAWAN, Kamis, 5-Maret-2010

    Punokawan sangat setuju dengan Ki Waras.......lebih baik hapuskan agama yang ada diganti dengan agama baru yaitu agama MALU.....krna agama yg ada sdh tak layak dianut oleh manusia2 Indonesia malah bikin brengsek para elit2 negara .makanya berbahagialah Punokawan tak punya agama sehingga tak merasa menantang TUHAN seperti yang beragama tapi kelakuannya seperti ulah setan penghuni negara,,,,,,salah siapakah ini ya.......? apa salah ulamanya.....? apa salah cara penafsiranya ya.....? dan apa salah para pengikut2nya ya yang menjadikan agama seperti pakai baju biar gak keliatan barang istimewanya itu ya.....? kalau ingin jawaban yang pasti tanyakan pada DIRIMU SENDIRI.......!!!!!!!!

  • Ki Sabdo Wicaksono, Kamis, 5-Maret-2010

    Andil besar kurupsi di Indonesia adalah faktor keyakinan kita kepada TUHAN.....banyak menafsirkan agama yang dianutnya hanya dianggap JUBAH dan bukan bermakna IBADAH.....karna tafsir yang diajarkan oleh para ULAMAH nya.setiap tahun jutaan manusia pergi ke tanah padang pasir sana untuk mencari status nya,jangan pernah bangga dengan kata MAYORITAS kalau rangking kurupsinya no 1 di asia......trus apa yg menjadi nilai kebanggaan anda......? trs kenapa para ulama megajarkan galang seruan tolak kedatangan OBAMA segala......ANEH TAPI NYATA ,,,,,,,orang2 Indonesia bangga dengan status rangking 1 nya,,,,,ha ha ha ha.trs para ulama kenapa masih saja bangga dgn jubah nya jika negara mu tetap naik terus rangking kurupsinya......lebih baik bangga dengan status GARONG saja daripada kena getah malu karna dinilai gak bisa menjadikan umatnya menjadi manusia yg alim dan diridoi ALLAH nya,,,,,,,trs nilai apa bentuk organisasi HMI......? ormas2 dgn simbol agama kalau tetap saja negara mu rangkingnya gak pernah bisa turun dari no 1 nya......? lebih baik Indonesia dipimpim oleh manusia yang gak beragama daripada yang beragama malah bikin runyam,bobrok segala tatanan dan Undang-undang yang sudah dibikinnya.trs apa pungsi dari jutaan tempat ibadah yang ada kalau negara mu masih saja rangking no 1 kurupsinya........siapa berani menjawab harus berani bertanggung jawab atas jawaban anda nanti.......siapa manusia Indonesia yang masih punya rasa malu.....? dan siapa manusia Indonesia yang masih suka pakai topeng berlapis baja......? rata2 dia yang pegang status tinggi dalam kehidupannya yg malah tak punya rasa malu yang ada cuma punya bangga atas statusnya yang selalu berada dipuncak klasemen diantara bangsa2 lain di dunia......memang aneh tapi nyata......tambah saja satu lagi agama di Indonesia yaitu MALU......biar tambah seru dan pasti kurupsi hilang dgn sendirinya tanpa harus diupayakan dgn berbagai cara,,,,,,,,siapa setuju besuk ganti saja KTP mu dengan agama yang baru yaitu agama MALU....karna agama yang ada tidak mampu memberantas kurupsi yang sdh meraja lela dari RT sampai Presidenya kalau gak isa kurupsi berarti bukan manusia beragama,ini fakta bukan isapan jembol atau isu belaka.

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *