- Kecelakaan yang Memilukan
- Piramida Dicari, Muaro Jambi Disia-siakan ..
- Bank Mutiara Diincar Investor
- Menjaga Kepercayaan Publik
- Partai Demokrat Terus Bergolak
- Mengembalikan Trotoar ke Fungsinya
- Beranikah PDIP Pelopori Politik Bersih
- Partai Demokrat Masih Bimbang
- Ketika Pilot Pakai Sabu
- Angelina Sondakh Jadi Tersangka
- Jangan Adu Pengusaha dan Buruh
- Pemerintah Hadapi Boikot AS
- Kegigihan Jaksa Dalam Kasus Rasminah
- Menguji Kewibawaan Pemerintah
- Pertarungan Menuju Puncak
Refleksi Diri di Hari Raya Nyepi
Senin, 15 Maret 2010 17:21 WIB
Sering kita merasakan dilema dari sebuah kemajuan. Di satu sisi kita melihat hal positif di mana kehidupan manusia menjadi lebih baik. Namun di sisi lain kita melihat betapa kemajuan juga menimbulkan gesekan sosial.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena kemajuan yang terjadi tidak bisa dinikmati secara sama oleh semua orang. Hanya sebagian kecil yang mendapatkan akses terhadap informasi yang bisa memetik keuntungan, sementara sebagian besar hanya bisa menjadi penonton.
Akibatnya kesenjangan di antara masyarakat semakin tinggi. Inilah yang membuat ketegangan di antara masyarakat dan juga negara meningkat. Salah satunya direfleksikan dari semakin banyaknya gerakan terorisme.
Kondisi ini semakin diperparah oleh sikap serakah dari sebagian masyarakat. Seakan hanya merekalah yang berhak menikmati kemajuan dan kelompok ini tidak peduli dengan kehidupan masyarakat yang termarjinalkan.
Momentum Hari Raya Nyepi sangat baik untuk kita berefleksi diri. Saat yang baik untuk bertanya, apakah selama ini kita masuk dalam kelompok masyarakat yang serakah dan tidak peduli terhadap sesama ataukah tidak?
Dalam keheningan, umat Hindu Bali melakukan perenungan diri. Mencoba menjauh dari kehidupan duniawi untuk melakukan meditasi dan refleksi. Sambil berpuasa, mencoba menata kembali hidup ini agar mendapat lindungan dari Yang Maha Kuasa sehingga selalu terhindar dari segala marabahaya serta mampu menata kehidupan sosial yang jauh lebih baik.
Kepedulian terhadap sesama umat manusia merupakan sesuatu yang sangat penting. Ibaratnya, kita tidak boleh bisa tidur nyenyak ketika tetangga kita menangis karena lapar. Kita harus bisa ikut mengangkat orang-orang yang ada di sekitar kita agar mereka tidak tertinggal dalam kemajuan pembangunan.
Seringkali kita asyik dengan kehidupan kita sendiri. Konsumtivisme membuat kita lupa diri dan sekadar mengejar kepuasan pribadi. Bahkan tidak jarang untuk bisa mengikuti gaya hidup seperti itu, orang terjerumus dalam tindakan yang tidak terpuji.
Pendewaan yang berlebihan terhadap yang namanya materi membuat kita menjadi sangat konsumtif. Bahkan seringkali diikuti dengan tingkat konsumsi yang di luar batas wajar. Padahal ketika itu dipergunakan untuk membantu mereka yang termarjinalkan, manfaatnya jauh lebih berarti.
Pengalaman menunjukkan ketika kita alpa untuk mengangkat kehidupan mereka yang di bawah, akhirnya kita sendiri yang menjadi korban. Keamanan dan ketertiban tidak bisa kita rasakan karena kemiskinan dan pengangguran yang tidak tertahankan.
Pembangunan sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kita, masyarakat, tidak kalah pentingnya untuk ikut mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran.
Kunci untuk bisa melakukan itu cukup dengan kepedulian. Kalau kita mau peduli kepada mereka yang hidup dalam kekurangan, maka akan ada jalan untuk mengangkat mereka.
Tentunya bukan dengan memberikan derma atau sedekah. Akan jauh lebih bermanfaat apabila kepedulian itu dilakukan dengan memberdayakan kelompok masyarakat.
Daya tahan masyarakat bawah untuk mengembangkan dirinya sangatlah luar biasa. Melalui usaha mikro yang dilakukan, mereka bisa menopang kehidupan mereka. Yang mereka butuhkan bukanlah belas kasihan atau sumbangan, tetapi kesempatan untuk bisa ikut bermain dalam sebuah kompetisi yang sehat.
Sepanjang tidak ada penutupan akses terhadap pasar dan juga sumber keuangan mikro, masyarakat punya cara untuk tetap hidup. Kemampuan mereka untuk bisa bekerja dan mengembangkan bisnis mikro merupakan sebuah kebanggaan yang luar biasa.
Kepedulian inilah yang perlu kita terus bangun. Momentum Hari Raya Nyepi merupakan kesempatan yang baik bagi kita untuk juga mau peduli terhadap kehidupan bersama.

