Ujian Bagi Partai Demokrat
Senin, 17 Mei 2010 10:28 WIB
Sebagai partai pemenang pemilu yang sekaligus Ketua Dewan Pembinanya menduduki kursi Presiden RI, Partai Demokrat pasti dalam sorotan. Penyelenggaraan konggres Partai Demokrat pada tanggal 22-23 Mei 2010 ini merupakan satu tonggak ujian yang harus dihadapai oleh Partai Demokrat. Publik akan menunggu apakah Partai Demokrat telah menunjukkan dirinya sebagai partai yang kuat dan terus berkembang di masa mendatang.
Kekuatan partai politik biasanya dilihat dari tiga pilar utama. Pilar pertama adalah kemampuan organisasi partai. Partai yang kuat adalah partai yang dikelola dan dijalankan oleh organisasi yang kuat dan terlembaga. Tata kelola organisasi partai yang demokratis dan partisipatif, dengan aturan main yang jelas, serta transparan dan akuntabel. Dengan cara ini partai politik diharapkan mampu untuk mengelola konflik, membangun consensus, serta mampu untuk menjalankan peran dan fungsinya secara efektif dan efisien.
Pilar kedua adalah derajat pengakaran partai. Parpol yang kuat adalah parpol yang mengakar di masyarakat. Partai yang didukung oleh konstituen yang loyal, yang mempunyai hubungan politik timbal balik yang intensif dengan konstituennya, akan lebih mampu untuk bertahan di tengah kontestasi politik yang tinggi.
Pilar ketiga adalah derajat kemampuan parpol dalam menjalankan pemerintahan. Setelah memenangi pemilu, parpol akan memegang tampuk pemerintahan. Kemampuan parpol akan diuji oleh masyarakat dari kemampuannya menjalankan pemerintahan bagi kepentingan publik. Bukan hanya kemampuan parpol di lembaga legislatif saja yang diuji, tetapi juga kemampuannya untuk menjalankan fungsi eksekutif.
Untuk pilar yang ketiga ini, Partai Demokrat sedang terus mengalami ujian yang bertubi-tubi dari masyarakat. Ketika Presiden SBY sedang diuji dalam kemelut pemberantasan korupsi, pemberantasan terorisme, pengentasan kemiskinan dan masalah bangsa lainnya, ketika itu pula ujian juga tertuju pada Partai Demokrat. Sebut saja skandal Bank Century yang dihebohkan oleh publik Indonesia yang menjadi pekerjaan rumah luar biasa berat bagi Presiden SBY. Kegagalan Presiden SBY akan diidentikkan dengan kegagalan Partai Demokrat. Sebaliknya, Partai Demokrat akan memetik keuntungan dari keberhasilan Presiden SBY.
Untuk pilar pertama dan kedua, Partai Demokrat sedang diuji oleh publik dalam penyelenggaraan konggresnya 22-23 Mei 2010 ini. Apakah Partai Demokrat telah mengalami proses pelembagaan? Apakah organisasi partai bekerja dengan aturan main yang jelas, serta proses yang demokratis dan transparan? Ataukah pilihan-pilihan kebijakan Partai Demokrat lebih merupakan pilihan seorang kuat daripada pilihan organisasi partai? Apakah unit-unit organisasi Partai Demokrat mempunyai otonomi dalam merumuskan pilihan dan mempunyai peran besar dalam kebijakan partai di tingkat nasional?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat relevan untuk ditujukan kepada Partai Demokrat, mengingat partai ini tumbuh ‘dari atas’, berkembang sangat pesat melampaui standar normal, melejit pada saat Ketua Dewan Pembinanya menjadi Presiden. Dalam posisi seperti ini, organisasi Partai Demokrat tidak sehebat perolehan suaranya, dan akar Partai Demokrat tidak sekokoh porsi suaranya di parlemen. Mari kita lihat indikasinya dalam Konggres Partai Demokrat oada tanggal 22-23 Mei ini.
Oleh : Pratikno

Pilar keempat sekarang rakyat bisa menilai tentang sepak terjangnya pardem dengan korupsinya, dan sikap partai tentang korupsi itu sendiri. Cuma berwacana tapi tidak pernah bertindak. Berjanji tapi tidak pernah menepati. Berbohong melulu yang tidak pernah jujur. Pilar kelima. dibuktikan pada pemilu yad.
Yang jelas badai partai demokrat karena ,memenag dibikin sendiri .Pusat dari berbagai masalah nya ada pada Sibeye
gombal sekali mereka bicara soal badai dan ujian apa gak lihat yang di bikingempar uang rakyat ...dengan jumlah yang sagat besar sedangkan kondisi luwuk utara sagat terisolir padahal segelintir dana yang di hebohkan itu bisa membuat rakyat tak sekarat semoga nazar dan semua yang terlibat cepet sekarat sehingga merasakan semua yang di rasakan luwuk dan daerah yang senasib dengan luwuk utara
tidak pantas dikatakan "UJIAN" pada partai yang bermasalah,,masalahnya,kejadian ini terjadi setelah teruntkap dimedia, coba kalau tdk terungkap, maka merajalela polyTIKUS2 tsb mengerogoti uang rakyat ,bagi sy partai2 busuk,yg pengurus & pejabatnya serakah,penipu,yg tdk punya rasa malu lagi dan terelebih lagi munafik,pantasnya dikatakan"HUKUMAN dari ALLAH, biar mereka mau sadar dan ingat MATI.
sy tdk sependapat yg menyatakan mendapatkan ujian atau musibah,masalah yg dihadapi semua ini dari sikap pemimpinnya serta kader2nnya yng lupa padat rakyat kecil terunata, pemimpin dan politikus sdh hilang rasa malunya, yang ada ambisi tamaknya yang mengerogoti uang rakyak, jadi ngak perlu pakai kata2 ujian,cobaan yang membuat masyakat iba,siap berbuat siap pula menangung akibat.