Kuwait Belanjakan 90 Miliar Dolar untuk Proyek Minyak
Metrotvnews.com, Kuwait City: Anggota Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) Kuwait berencana membelanjakan 90 miliar dolar AS pada proyek-proyek minyak dalam dan luar negeri selama lima tahun ke depan.
"Sekitar 90 miliar dolar akan digunakan selama lima tahun ke depan untuk mencapai strategi kami," kata Hasyim al-Refaai, direktur pengelola untuk perencanaan Kuwait Petroleum Corp (KPC), konglomerat minyak nasional emirat, Senin (29/11).
Lebih dari sepertiga dari jumlah tersebut dialokasikan untuk dua proyek utama membangun kilang baru dengan biaya 14 miliar dolar dan memperbaharui dua kilang yang ada sebesar 16,3 miliar dolar. Hal itu disampaikan Al-Refaai pada konferensi tahunan ke-6 proyek-proyek Kuwait yang diselenggarakan oleh MEED.
Kedua proyek telah terhenti oleh sengketa politik antara anggota parlemen dan pemerintah selama lima tahun terakhir.
Proyek kilang 615.000 barel per hari (bph) telah dibatalkan oleh pemerintah setelah diberikan kepada perusahaan Korea Selatan dan Jepang. Keputusan itu diprotes anggota parlemen oposisi bahwa tender tersebut tidak melalui saluran hukum yang layak.
Faruq al-Zanqi, CEO perusahaan minyak nasional KPC, kepada wartawan mengatakan, ia berharap dua proyek akan ditender dan diberikan pada 2011.
Dia mengatakan KPC sedang menunggu Dewan Minyak Tertinggi, badan pembuat keputusan minyak tertinggi Kuwait, untuk bertemu dan mengambil keputusan yang menguntungkan pada dua proyek tersebut. Ia bersikeras Kuwait membutuhkan mereka.
Setelah menyelesaikan dua proyek, Kuwait berencana untuk menutup kilang Shuaiba, salah satu dari tiga kilang dalam negeri dengan total kapasitas produksi 930.000 barel per hari.
Ketika dua proyek beroperasi, Kuwait akan memiliki sebuah penyulingan berkapasitas sebesar 1,4 juta barel per hari.
Rencana pengeluaran Kuwait di sektor minyak yang memasok 90 persen dari pendapatan negara, menargetkan peningkatan kapasitas produksi minyak menjadi 3,5 juta barel minyak per hari pada 2015 dari 3,1 juta barel per hari saat ini.
Menurut Ketua Oil Development Company ini, tujuan akhir dari strategi jangka panjang Kuwait adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi empat juta barel per hari pada 2020 dan mempertahankannya sampai 2030.
Kepala Kuwait Oil Co (KOC), anak perusahaan KPC yang bertanggung jawab atas eksplorasi dan produksi, Sami al-Rasheed, mengatakan perusahaan memperkirakan untuk mengeluarkan 25 miliar dolar selama lima tahun ke depan pada proyek-proyek.
Rasheed mengatakan KOC bertujuan untuk meningkatkan produksi minyak mentah menjadi 3,65 juta barel per hari pada 2020 dari sekitar tiga juta barel per hari sekarang. Sebanyak 350.000 bph sisanya akan berasal dari pembagian zona dengan Arab Saudi.
KOC juga berencana untuk meningkatkan produksi gas alam, dari asosiasi maupun nonasosiasi, menjadi sekitar 4,5 miliar kaki kubik (127 juta meter kubik) per hari pada 2030.
Kuwait saat ini memproduksi satu miliar kaki kubik (28 juta meter kubik) gas dari asosiasi dan sekitar 140 juta kaki kubik (empat juta meter kubik) gas dari nonasosiasi per hari.
Anak perusahaan transportasi KPC, Kuwait Oil Tanker Co (KOTC) akan menerima 1,6 miliar dolar untuk memodernisasi armada minyak Kuwait dengan memesan enam kapal tanker baru modern pada 2015.
Kuwait, produsen terbesar kelima OPEC, mengatakan pihaknya duduk di 10 persen dari cadangan terbukti minyak mentah dunia dan memompa 2,3 juta barel per hari.(Ant/BEY)



