Cegah Abrasi, Pantai Lampung Butuh 1 Juta Bibit Pohon

Nasional / Jumat, 15 Juli 2011 09:41 WIB

Metrotvnews.com, Lampung: Lampung Barat membutuhkan sedikitnya satu juta bibit pohon untuk menghijaukan kembali kawasan pantai pesisir Lampung Barat.

"Untuk melindungi kawasan pantai dari abrasi yang diakibatkan tingginya gelombang perairan tersebut," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Barat Nata Djudin Amran, di Liwa, Jumat (15/7).

Nata menjelaskan rehabilitasi pantai Lampung Barat membutuhkan sedikitnya satu juta bibit pohon untuk mengembalikan kembali fungsi pantai sebagai lokasi konservasi penyu.

Nata mengakui minimnya anggaran dana membuat pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kondisi yang dihadapi kawasan pesisir itu.

"Lampung Barat harus menjadi target perhatian pemerintah dalam pernyaluran bantuan bibit pohon sebab di lokasi perairan ini menjadi kawasan konservasi penyu langka dunia dan menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk mereallisasikan sarana penghijauan di kawasan pantai," kata Nata.

Dia menyebutkan kondisi abrasi pantai di Lampung Barat mengkhawatirkan diakibatkan minimnya pengijauan dan sarana infrastruktur guna menghalau tingginya gelombang di perairan tersebut.

Minimya penghijauan di kawasan pesisir pantai Lampung Barat menimbulkan keprihatinan dari semua kalangan sebab lokasi perairan tersebut digunakan pemerintah pusat sebagai lokasi konservasi penyu langka, mirisnya wilayah yang dijadikan sebagai kawasan konservasi kondisinya sangat gersang.

"Minimnya penghijauan di sepanjang pantai pesisir jelas mengancam kelangsungan habitat penyu yang jarang sekali melakukan pendaratan di pantai dan melakukan pendaratan di pantai lain yang tidak terpantau petugas, sehingga berpotensi terjadinya pernjarahan telur penyu," kata Nata lagi.

Data menyebutkan beberapa titik abrasi pantai terdapat di Pantai Way Sindi dan Way Nungkak, Muara Tembuling.

Selain itu, di daerah perbatasan Provinsi Bengkulu dan Lampung Barat, kondisi titik abrasi nyaris mendekat di jalur lintas barat (Jalinbar) dan tingginya gelombang sejak sebulan terakhir membuat titik abrasi semakin luas mencapai lima hingga tujuh meter.

Pemerintah daerah telah berulang kali mengajukan bantuan bibit pohon kepada Kementrian Kelautan dalam rangka rehabilitasi penghijauan pantai, sayangnya pengajuan tersebut hingga kini belum terealisasi.

"Seharusnya pemerintah pusat meninjau ke lokasi dan mengetahui persis bagaimana kondisi pantai pesisir sesungguhnya, dan hal yang harus diperhatikan pemerintah pusat yakni kelangsungan habitat penyu yang ada di pesisir. Sebab, bila dibiarkan dengan kondisi kerusakan pantai, dipastikan populasi penyu dapat terancam," kata Nata lagi. (Ant/ICH)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *