Penyakit Menyerang, Warga Transmigrasi Minta Dipulangkan
Metrotvnews.com, Morotai: Sedikitnya 200 warga transmigrasi di Pulau Morotai, Maluku Utara, menuntut pemerintah memulangkan mereka ke daerah asal. Sebab, penyakit mulai menyerang sejumlah anak dan orang dewasa di daerah transmigrasi. Pemerintah pun tak menyediakan perawatan bagi mereka.
Warga transmigrasi itu bermukim di Satuan Pemukiman (SP) 3 Desa Baruba, Kecamatan Morotai Selatan. Mereka mengaku tak tahan dengan kondisi alam daerah tersebut. Tak ada sarana dasar seperti air bersih, lahan pertanian, sekolah, dan puskesmas seperti yang dijanjikan pemerintah. Bahkan lahan yang mereka tempati bermasalah dengan penduduk setempat.
Sejak mereka datang ke daerah itu pada Desember 2010, tak satupun petugas penyuluh pertanian yang datang. Mereka hanya mendapat rumah dan pekarangan. Padahal pemerintah pernah menjanjikan akan menyiapkan lahan pertanian untuk bercocok tanam berikut penyuluh dan pembimbing.
Mereka tak dapat bertani sebab lahan yang akan digarap ternyata bermasalah dengan penduduk asli. Mereka terpaksa bercocok tanam di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya itu, para orang tua terkena lumpuh. Sedangkan anak-anak banyak terserang penyakit kulit. Itu lantaran mereka menggunakan air dari sungai yang kotor. Mereka pun menggunakan air untuk mandi dan memasak. Mereka pun tak dapat berobat karena tak ada puskesmas.
Kepala Bidang Penyiapan Pemukiman Transmigrasi Disnakertrans Maluku Utara, Umar Sangaji, mengakui ada kesalahan penempatan di SP 3. Ia mengakui pihaknya yak mengontrol saat pembukaan lahan dan menyerahkan sepenuhnya ke kontraktor. Namun Umar menolak menjelaskan ketidaktersediaan sarana dasar.(Burhanuddin Arsyad/RRN)



