JK: Tingkat Kesulitan UN Perlu Ditambah

Sosbud / Minggu, 21 Agustus 2011 05:37 WIB

Metrotvnews.com, Bandung: Kualitas Ujian Nasional (UN) cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi memiliki kompetensi tak memadai.

Hal tersebut berbeda dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang menerapkan UN dengan kualitas jauh lebih sulit ketimbang di Indonesia. Kedua negara itu dinilai Kalla menyadari UN dengan tingkat kesulitan lebih tinggi akan memacu daya belajar generasi muda.

"Jika tingkat kesulitan UN setiap tahun semakin mudah, maka mutu SDM kita pun akan ikut menurun. Kalau seperti itu, mana bisa kita bersaing dengan negara lain," ujar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Institut Teknoligi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/8).

Menurut Kalla materi UN merupakan soal-soal yang menguji pemahaman siswa mengenai ilmu pengetahuan. Padahal setiap tahun, ilmu pengetahuan berkembang sehingga materi UN harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Sementara di Indonesia, materi UN dari tahun ke tahun tidak berbanding lurus dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Yang malah terjadi, siswa terlalu dimudahkan ketika mengerjakan soal UN demi menaikkan tingkat kelulusan.

"Jangan terjebak pada target angka kelulusan yang tinggi. Pemerintah harus berani menaikkan standar UN demi perbaikan kualitas SDM meski pun angka kelulusan merosot. Tidak lulus adalah risiko dan kalau mau lulus, ya belajar lebih keras," tegasnya.

Ia mengusulkan agar pemerintah menambah tingkat kesulitan UN sehingga dalam lma tahun mendatang soal UN di Indonesia setara dengan UN di Singapura maupun Malaysia. "UN adalah salah satu tolok ukur terpenting dalam menilai kualitas pendidikan sebuah negara. Materi UN yang cenderung lembek mencerminkan rendahnya mutu SDM. Begitu pula sebaliknya," pungkas Kalla.(MI/****)




Bookmark and Share

KOMENTAR [6]

  • Master, Senin, 12-Maret-2012

    Demikian juga tingkat kesulitan soal-soal UAN disesuaikan supaya memenuhi standar mutu. Sedangkan mutu soal-soal UAN saat ini adalah di bawah standar mutu, bahkan Paket C-nya jauh di bawah standar mutu.

  • Master, Minggu, 11-Maret-2012

    Setuju Pak Jusuf Kalla, standar kelulusan minimal 7,00 untuk mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika.

  • qq, Minggu, 21-Agustus-2011

    jika UN dipersulit implikasinya tingkat analistis murid ditambah. bisa dilakukan bila para guru lebih serius mengajar. guru akan serius bila pemerintah juga serius mikirin perut dan kebutuhan berkembang guru.
    salah satu potensi adalah sumberdaya ajar di internet. kalau saja pemerintah mau berinvestasi lebih pada insfrastruktur komunikasi.

    para guru dan murid bisa mengambil referensi dari sini:
    www.khanacademy.org, website yang sangat bagus, sayangnya belum diterjemahkan dalam bahasa indonesia.

  • B. Adek, Minggu, 21-Agustus-2011

    Pak JK kan ga tahu permasalahan di lapangan, saya yang mengajar mengerti betul soal kenapa kualitas pendidikan kita sekarang menurun, karena pemerintah / BSNP menetapkan nilai terendah untuk LULUS, sehingga pihak sekolah, anak didik, orang tua bahwa pejabat di Dinas pendidikan sekalipun tidak lagi berorientasi pada kualitas, tetapi mereka hanya memikirkan bagaimana bisa LULUS dan untuk itu segala cara dilakukan (menyontek, mencari dan membeli kunci jawaban, memberikan jawaban kepada siswa, bahkan mengatrol nilai anak di tingkat Panitia daerah bisa jadi dilakukan). Kalau kita ingin melihat kualitas pendidikan secara benar, serahkan standar KELULUSAN SISIWA kepada pihak sekolah, biarlah masyarakat nanti memberikan penilaian terhadap lulusan dari suatu lembaga pendidikan itu, daripada seperti sekarang ini. Saya merasakan kejujuran sudah mulai hilang sejak diterapkannya Standar Kelulusan Minimal dalam setiap Ujian Nasional atau Ujian Sekolah

  • RUDY MULYONO GEMILANG, Minggu, 21-Agustus-2011

    Setahu saya kita sekolah untuk kehidupan bukan untuk belajar, dlm pepatah kuno di katakan 'NON SCOLAE SET VITAE DICIMUS'
    dalam kehidupan apa yang di pelajari di sekolah blum tentu bisa di terapkan dalam menghadapi kehidupan ini..Menghadapi kehidupan adalah hal yang penting bagi penduduk Indonesia yang bejumlah skitar 240 juta jiwa..adalah kurang bijak jika berpendapat bahwa UN perlu di persulit lagi..
    Bicara masalah kecerdasan sains & tekhnologi siapa bilang Indonesia kalah dgn negara spt singapur dll..saat ini yang diperlukan bagi negara yang berpenduduk banyak adalah menaruh dasar-dasar menhadapi hiduo..ini yang harus jadi prioritas..

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *