BI akan Recehkan Rp120 Triliun
Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Direktorat Peredaran Uang BI, Mokhamad Dahlan mengatakan pihaknya telah mempersiapkan Rp120 triliun untuk penarikan uang receh selama Ramadan 2011. Banyak penarikan uang itu, tegasnya, tak akam memengaruhi inflasi.
"Nanti setelah lebaran, uang masuk lagi, arus balik lagi ke BI. Uang dibelanjakan, masuk ke BI lagi. Jadi tidak ada pengaruh inflasi. Pemasukannya akan tinggi lagi. kita hanya memenuhi kebutuhan uang masyarakat," ujarnya saat ditemui Jumat petang (26/8).
Selain itu, situasi seperti ini hanya terjadi musiman, yakni setahun sekali menjelang lebaran. Sehingga tidak akan berpengaruh signifikan terhadap inflasi. "Sifatnya sangat musiman, hanya puasa ini aja. Dalam satu tahun hanya sekali, dan dalam posisi terkendali. Sudah ada perencanaan uang keluar oleh BI, tidak akan signifikan terhadap inflasi," tukasnya.
Ia menambahkan, penarikan uang tersebut juga dipengaruhi oleh kantor-kantor bank yang juga akan libur operasional. "Jadi banyak permintaan, bank tutup, kecuali ATM. Hanya beberapa bank yang buka cabang," jelas Dahlan.
Sementara itu, pengamat Ekonomi Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dampak penarikan uang selama Ramadan terbatas secara jangka panjang. Sebab, hal tersebut hanya berlangsung musiman setahun sekali. Sementara jika dilihat secara year on year (yoy) pertumbuhannya relatif stabil.
Oleh sebab itu ia menilai dampak inflasi lebaran secara jangka panjang relatif terbatas. "Jadi setiap lebaran tiba-tiba harga inflasi tinggi, setelah itu bakal kembali lagi. Lebaran uangnya naik, tapi dampak Jangka panjang ke inflasi akan terbatas," ujarnya.(MI/ARD)




Sebanyak Ituu Ychh??