Urbanisasi Karena Minimnya Lapangan Kerja di Desa
Metrotvnews.com, Jakarta: Tingginya arus urbanisasi terjadi karena minimnya variasi pekerjaan di desa. Hal tersebut dikatakan pakar demografi Universitas Indonesia Sonny Harry saat diskusi polemik Trijaya, Sabtu (10/9).
"Di desa, pilihan pekerjaannya terbatas akibat tidak ada investasi di pedesaan. Investasi kita bias kota," ujarnya.
Sonny juga mengatakan urbanisasi sebagian besar terjadi pada kelompok muda yang termakan oleh gaya hidup yang muncul dari televisi. Dari budaya tersebut, timbul pemikiran bahwa kehidupan yang layak bukanlah hidup di desa tapi di kota.
"Urbanisasi terjadi pada kelompok muda yang dapat contoh dari televisi. Ada faktor-faktor non-income yaitu gaya hidup sehingga mereka pindah dari desa ke kota. Mereka enggak mau bekerja di desa," tambahnya.
Senada dengan Sonny, Ketua DPD RI, Laode Ida mengatakan, faktor budaya memang menjadi faktor urbanisasi paling utama. Anak muda desa banyak terpengaruh oleh gaya hidup sehingga keinginan mereka untuk pindah ke kota sangat besar.
Laode pun mengatakan orang-orang yang memiliki modal adalah penunjuk gaya hidup yang mengendalikan budaya tersebut.
"Banyak yang terpengaruh gaya hidup. Siapa yang menjadi pengendali budaya? mereka yang punya modal yang menunjukkan gaya hidup. Saat ini gaya hidup berorientasi dengan kota bukan desa. Makanya anak muda gak ada yang tertarik di desa," tandasnya. (MI/*)




hanya tmbhan, pmerintah kurang membrdayakan sdm d desa padahal sda nya brlimpah yg ada juga malah sda nya d ambil sama orang asing,orang desa d butuhkannya nanti waktu pemilu!
inilah indonesia para pemimpin bukan mengabdi pada rakyat malahan sebliknya,tpi qta juga jangan pesimis kelak nanti indonesia akan menjadi negara yg maju!