Jangan Bebankan Keamanan Transportasi pada Perempuan
Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi Nasional Perempuan Yuniyanti Chuzaifah angkat bicara terkait isu keamanan transportasi di Jakarta yang dihubungkan erat dengan pengguna perempuannya. Penyalahan cara berpakaian perempuan sama saja dengan melimpahkan beban keamanan transportasi pada kaum perempuan.
"Jangan limpahkan beban bertransportasi aman kepada perempuan. Ini sama saja menyuruh anak kecil tetap di ranjang biar tak jatuh di jalan. Harusnya orang tua yang memastikan perjalanan si anak aman," ungkap Yuni, Senin (19/9).
Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, terbukti pelaku pelecehan seksual sebagian besar melibatkan orang dekat. "Ini adalah persoalan kesadaran seseorang bahwa pelecehan seksual merupakan pelanggaran hak asasi. Faktanya di negara empat musim yang berpakaian mini angka pemerkosaan dapat ditekan," jelasnya.
Setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengurangi angka kejahatan di dalam angkot. Pertama, penegakan transportasi yang baik dan aman. Kedua, kesiapan penegakan aparat hukum sebagai efek jera. Terakhir, pendidikan sistemik tentang penghormatan terhadap orang lain.
Selama ini, lanjut Yuni, negara cenderung bertindak reaktif dan tidak membuat kebijakan kontinuitas dan masif. "Tiba-tiba Polda sediakan mobil patroli untuk antarpekerja perempuan malam. Itu sampai kapan? Memang ada berapa mobil yang dipunya Polda? Apa bisa jangkau semua? Jangan hanya bereaksi ketika isu sedang panas," sindirnya.(MI/***)




rasanya kita makin asing dng diri kita. dikasih tahu jangan pakai rok mini, ehh malah demo. mau dikemanakan neg kita.
tetap saja, perempuan berpakain mini turut berpartisipasi dalam de-moralisasi anak bangsa...
cuma mereka dilindungi oleh orang2 yg menginginkan segalanya bebas sebebas bebasnya