Mantan Biarawan Tibet Protes Bakar Diri
Metrotvnews.com, Beijing: Seorang mantan biarawan membakar dirinya dekat satu biara Budha Tibet di China barat daya. Aksi itu sebagai protes terhadap tekanan pada agama di wilayah tersebut. Norbu Dathul (19) berteriak,"Tibet Harus Merdeka." Ia juga meminta memimpin spritual Tibet Dalai Lama harus pulang dari pengasingan. Peristiwa itu terjadi di pasar utama Aba, Tibet, Sabtu (15/10), seperti diungkapkan anggota kelompok Free Tibet yang berpusat di London, Inggris mengutip sumber-sumber Tibet di pengasingan.
Polisi memadamkan api di tubuh pria. Ia kemudian dibawa. Keberadaan pria itu sekarang ini, menurut kelompok aktivis tersebut, tidak diketahui. Kejadian ini menambah daftar orang yang membakar diri di Tibet tahun ini menjadi delapan orang. "Para warga Tibet kini merasa membakar diri menjadi satu-satunya cara lain perjuangan mereka," kata direktur Free Tibet Stephanie Brigden.
Brigden mengatakan masyarakat internasional harus meminta China bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia di Tibet. Perhatian masyarakat dunia menunjukkan tekad tulus untuk menghentikan pengekangan di Tibet.
AFP menelepon pemerintah lokal dan polisi di Aba, tetapi tidak ada jawaban. Seorang wanita di rumah sakit lokal mengatakan pihaknya tak tahu apakah orang itu telah di bawa ke sana untuk dirawat.
Biara Buddha Tibet telah menjadi ajang protes-protes yang berulang-ulang. Aksi-aksi bakar diri sebelumnya di wilayah itu memicu tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan China.
Jumlah biarawan di biara Kirti menurun menjadi hanya sekitar 600 dari 2.500 orang pada Maret 2011. "Karena pendidikan ulang patriotik yang wajib, penahanan dan pengusiran," kata Free Tibet mengutip sumber-sumber di wilayah itu.
Banyak warga Tibet di China marah atas apa yang mereka anggap sebagai dominasi yang meningkat kelompok etnik Han yang mayoritas di negara itu. Biara Kirti menjadi titik api bagi kemarahan yang meningkat atas terkikisnya kebudayaan mereka. Akan tetapi China mengatakan standar kehidupan warga Tibet membaik dalam beberapa tahun belakangan ini berkat investasi miliaran dolar AS.(Ant/BEY)



