Pengusaha Nilai Pekerja Belum Siap Hadapi MEA
Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Iftida Yasar, menilai pekerja di Tanah Air belum siap menghadapi integrasi ekonomi atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlangsung pada 2015.
"Tenaga kerja di Tanah Air masih sedikit yang bisa menguasai Bahasa Inggris, berbeda dengan negara lain di ASEAN seperti Filipina yang sudah belajar Bahasa Indonesia," kata Iftida di Jakarta, Senin (31/10).
Selain kemampuan berbahasa, pemerintah juga perlu membekali para pekerja dengan keahlian melalui pelatihan. "Takutnya, yang bisa menghadapi integrasi ini hanya perusahaan besar, sedangkan perusahaan kecil malah semakin tenggelam," kata Iftida.
Pengusaha sudah membekali para pekerja melalui pelatihan yang diberikan. Selain itu juga diperlukan dukungan dari serikat pekerja untuk meningkatkan kompetensi dan melindungi tenaga kerja.
"Adanya integrasi ini tentunya akan menguntungkan para pengusaha, karena dengan mudah mendapatkan tenaga yang berkompeten. Masalahnya, di Tanah Air sendiri tenaga kerja yang berkompeten sangat sedikit karena banyak yang memilih kerja di luar negeri," ujarnya.
Saat ini, tenaga kerja asing sudah banyak masuk ke Tanah Air khususnya bidang-bidang keahlian seperti tenaga akuntan dan tenaga kesehatan. "Pengusaha diminta untuk bersikap nasionalisme dengan merekrut tenaga kerja lokal, namun kenyataannya sangat sulit menemukan tenaga kerja berkompeten di dalam negeri," katanya.
Beberapa ciri dari MEA adalah kebebasan pasar di semua aspek, seperti pemasukan barang industri ke seluruh negara ASEAN dengan bea masuk nol dan juga kebebasan lalu lintas tenaga kerja untuk keluar masuk. Artinya, kesepakatan yang ada dalam MEA terkait tenaga kerja ini memberikan kebebasan bagi siapapun tenaga kerja yang memiliki kualifikasi tertentu untuk masuk dan bekerja secara bebas di negara-negara anggota ASEAN.(Ant/BEY)




Kecerdasan pekerja sungguh minimal S1 Ekonomi adalah jauh di atas pengusaha. Hanya pejabat profesional (non pengusaha) sungguh minimal S1 Ekonomi dari perusahaan bersangkutan mampu menilai kompetensi calon karyawan dan karyawan. Sudahlah, kalian pengusaha duduklah tenang menunggu hasil kerja manajer profesional sungguh minimal S1 Ekonomi yang jujur. Jangan sok cerdas sehingga membuat berantakan perusahaan.