BI Rate Disarankan agar Turun Lagi

Ekonomi - / Selasa, 1 November 2011 14:18 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Panja Inflasi dan Suku Bunga Komisi XI DPR Kemal Azis Stamboel menyarankan Bank Indonesia (BI) agar menurunkan kembali BI Rate pada awal November saat ada kecenderungan makin rendahnya inflasi.

"Kalau benar inflasi Oktober ini rendah, di bawah 0,3 persen, atau seperti September 0,27 persen, ini sebaiknya dimanfaatkan BI untuk menurunkan BI Rate. Dengan begitu, kita harapkan akan mendorong suku bunga kredit juga akan ikut turun nantinya. Penurunan ini penting untuk mendorong permintaan domestik, dan akan mengakselerasi perekonomian nasional dan sektor riil di tengah resesi global," ujarnya, di Jakarta, Selasa (1/11).

Saat ini BI Rate sebesar 6,50 persen setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Oktober lalu memutuskan untuk menurunkannya sebesar 25 basis points (bps).

Kemal mengatakan BI sebelumnya memproyeksikan tingkat inflasi pada akhir 2011 akan terjaga di level 4,7-4,9 persen. Hal ini seiring dengan pengamatan BI yang memperhatikan perkembangan inflasi selama 2011 yang terus mengarah turun.

"Inflasi Oktober-November kemungkinannya memang akan sangat rendah. Kemungkinan akan sedikit naik di Desember tapi tidak akan terlalu besar. Tetapi secara umum akan bisa di bawah 5 persen. Dan ini sejalan dengan arah kebijakan bank sentral yang akan terus berusaha menurunkan BI Rate sejalan dengan penurunan angka inflasi ke depan," ujarnya.

Kesempatan penurunan ini, menurut Kemal, sebaiknya diambil kembali, apalagi kekhawatiran sebelumnya akan keluarnya hot money juga tidak terjadi bahkan sekarang justru semakin deras.

Kemal kembali mengingatkan suku bunga di Indonesia masih tertinggi di kawasan. Cost of capital yang tinggi selama ini juga telah menurunkan daya saing produk nasional.

"Saya kira BI jangan terlalu khawatir bahwa penurunan BI rate akan membuat capital outflow semakin deras dan melemahkan rupiah. Ini sudah tidak terbukti sebelumnya. BI harus memberikan stimulus dengan mendorong terbukanya akses kredit untuk sustainabilitas dan daya saing usaha nasional agar dapat bersaing dengan produk luar negeri yang memiliki akses modal murah," ujarnya.

Kalau BI Rate diturunkan kembali, akan mendorong penurunan suku bunga kredit. Dan ini juga akan mendorong pengusaha dan masyarakat untuk menyerap dana sehingga akan memacu produksi dan permintaan domestik yang semakin kuat atau membuka ruang penciptaan lapangan kerja baru.

Akan ada ruang ekspansi usaha dan peluang lapangan kerja baru di tengah resesi global. Dan ini membutuhkan penurunan BI Rate sehingga diharapkan suku bunga kredit juga turun. (Ant/ICH)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *