BI Rate Diharapkan Turun Lagi

Ekonomi - / Rabu, 2 November 2011 21:21 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah pihak mengharapkan Bank Indonesia (BI) menurunkan lagi suku bunga acuannya untuk mendorong perekonomian. Sebab, inflasi tahun ini diperkirakan lebih rendah dari prediksi awal BI maupun pemerintah.

"Memang dunia perdagangan, perbankan, dan industri akan senang sekali kemungkinan peninjauan ulang BI rate, ini akan memicu pertumbuhan yang lebih baik. Menurut saya, any cut is good," kata pengamat perbankan Jos Luhukay ketika ditemui di Jakarta, Rabu (2/11).

Jos menilai, penurunan BI rate akan membuat kinerja ekonomi lebih mampu bergerak. Apalagi, saat ini potensi krisis dunia masih membayang. "Menuju akhir tahun ada hal-hal tertentu yang terjadi, antisipasi perubahan, kenaikan atau penurunan. Direct export ke AS dan Eropa harus hati-hati, secondary risknya untuk ekspor ke China," lanjutnya.

Pandangan yang sama diungkapkan Chief Economist Bank Mandiri Destry Damayanti. "Kalau melihat concern BI terhadap pertumbuhan ekonomi di 2012 sih tampaknya BI akan turunkan lagi bulan ini BI rate. Apalagi biasanya transmisi ke credit rate butuh sekitar 3 bulan. Jadi, view Mandiri kurang lebih turun juga sih, sekitar 25 basisi poin menjadi 6,25 persen," kata Destry.

Destry meminta BI tetap memantau perkembangan inflasi dua bulan terakhir tahun ini. Menurut Destry, ancaman inflasi ke depannya masih ada, terutama dari faktor eksternal. Deflasi yang terjadi pada Oktober sebesar 0,12 persen, kata Destry, bukan deflasi yang sustainable karena disebabkan turunnya harga emas.

"Kita tetap ingin BI lebih berhati-hati menurunkannya dan terbatas saja," tambahnya.

Ditemui terpisah, bankir justru punya pandangan berbeda. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Arwin Rasyid berpandangan, BI rate tidak perlu dipangkas lagi. "Tunggu dulu, terlalu cepat kalau cut lagi. Perlu dipantau kondisi inflasi ke depannya, terutama kondisi (perekonomian) global," katanya.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan hal serupa. "Sekarang cukup sajalah. Ini saja kredit sudah meningkat 27 persen, kalau naik lebih dari 30 persen nanti bahaya juga," ungkapnya lewat pesan pendek.

Sementara itu, penurunan BI rate pada 11 Oktober 2011 belum berpengaruh langsung pada penurunan suku bunga dasar kredit industri perbankan. Tercatat, data perbankan yang diakses Media Indonesia, Rabu, hanya BCA dan Bank Permata yang menyediakan data pascaturunnya BI rate. SBDK-nya pun tidak banya berubah.

Jahja mengatakan, ia tidak dalam rencana menurunkan lagi suku bunga kredit setelah BI rate dipangkas kemarin. "Suku bunga kami sudah yang paling rendah. Apalagi KPR sudah kita turunkan 2 persen dair 9,5 persen ke 7,5 persen," katanya.

Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad mengatakan, PR menurunkan SBDK punya banyak tantangan selain menstimulasi lewat BI rate. "Kalau SBDK isu dan tantangannya itu kan coachingnya pada transparansinya kepada masyarakat sehingga bisa digunakan. Nah jadi dengan itu bisa muncul kompetisi lebih sehat lewat transparansi itu. Ini di lapangan masih banyak yang harus diperbaiki," katanya.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *