Korban Lapindo Tuntut Oknum BPLS
Metrotvnews.com, Sidoarjo: Korban lumpur Lapindo dari Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, berunjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Senin (14/11). Warga menuntut kasus tindak pidana yang dilakukan oknum Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) diusut tuntas.
Demonstran kecewa karena kasus ini seperti jalan ditempat. Lantara itu mereka medesak Bupati Sidoarjo Saiful Ilah cepat turun tangan. Apalagi kerugian negara dalam kasus ini mencapai miliaran rupiah.
Ada dua oknum yang bermain dalam kasus ini: BJR dan Kepala Desa Besuki M. Shirot. Keduanya dituding menggelapkan uang ganti rugi tanah seluas 8.348 meter persegi. Tanah lapang milik 31 warga itu kini sudah disulap menjadi tanggul penahan lumpur. Padahal semula tanah mereka dihargai Rp 1 juta/meter.
BJR, tambah warga, juga memanipulasi sembilan bidang tanah di Desa Besuki. Total kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 1,2 miliar.
Selain di depan Kantor Pemkab Sidoarjo, aksi serupa pun digelar di halaman Kantor Kejaksaan Negeri, Gedung DPRD hingga ke Mapolda Jawa Timur. Mereka menyerahkan bukti dokumen tanah yang dipersoalkan serta bukti laporan kepada polisi.(Heri Susetyo/Wtr1)



