Hasyim Muzadi: DPD Tak Serius Perjuangkan Amendemen
Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hasyim Muzadi, mengatakan bila Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menginginkan amendemen kelima UUD 1945, maka lembaga itu harus solid. Namun, ia menengarai, internal DPD kurang gigih mendorong amendemen. Padahal amendemen berperan untuk memperkuat kewenangan dan fungsi legislasi DPD.
“Dengan modal yang ada sekarang sulit sekali amendemen. Political struggle DPD rendah. Saya berkali-kali diundang DPD tetapi pimpinan tidak ada. Ketua DPD enjoy saja dengan kedudukannya,” ujarnya dalam dialog kenegaraan di DPR, Jakarta, Rabu (16/11).
Menurutnya, performa DPD kurang tampak untuk mengegolkan amendemen. Dalam banyak hal, misalnya, DPD tidak mengambil hati publik dengan meningkatkan kinerjanya. DPD pun jarang mengambil momen untuk menunjukkan kepada publik bahwa DPD lebih baik daripada DPR. “Mengapa momen seperti itu tidak diambil?,” ujarnya.
Hasyim menjelaskan, DPD harus bekerja keras untuk bisa golkan amendemen. Sebab, amendemen harus bisa menggerakan opini publik sehingga mendapat dukungan. Selain itu, DPD harus lebih banyak melakukan sosialisasi konstitusi agar rakyat tahu dan mengerti tujuan amendemen.(MI/BEY)




amandemen UUD'45 hendaklah pula MENGGANTI PARADIGMA BAHWA INDONESIA MENGANUT PRINSIP-PRINSIP NEGARA KEPULAUAN (ARCHIPELOGIC STATE), sebagaimana dideklarasikan ir DJOEANDA tgl 13 des 1957, sehingga wilayah Indonesia merupakan wilayah perairan...kemudian dengan Keppres No 126/2001, 13 desember dikukuhkan sebagai HARI NUSANTARA..
kemudian harus diikuti perundangan PRASARANA & SARANA PENGHUBUNG PULAU-PULAU POTENSIAL...