Indonesia Tak Tergesa Masuk TPP

Ekonomi - / Sabtu, 19 November 2011 19:45 WIB

Metrotvnews.com, Nusa Dua: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan Indonesia belum ikut bergabung dalam kerja sama perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP) yang digagas Amerika Serikat. "Kita memilih tak perlu tergesa-gesa," kata Presiden pada konferensi pers diakhir rangkaian kegiatan KTT ASEAN ke-19 dan KTT Asia Timur ke-6 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Sabtu (19/11).

Menurut Presiden, kerja sama TPP banyak dibahas pada beberapa pertemuan seperti KTT APEC di Honolulu, dan G-20 di Prancis. Namun KTT ASEAN, ASEAN Plus, dan KTT Asia Timur kali ini di Bali tidak menjadi arena pembahasan TPP. Presiden menjelaskan TPP tak mengikat anggota ASEAN.

"ASEAN pun sebagai suatu entitas boleh bekerja sama dengan negara non-ASEAN dalam lintas Pasifik. Namun Indonesia perlu terus mengkaji dan memperhitungkan apakah dengan bergabung dengan TPP dapat membawa manfaat riil bagi ekonomi kita," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada KTT APEC di Honolulu, Hawai, Ahad (14/11) secara resmi mengimbau negara-negara di kawasan untuk bergabung dalam TPP. TPP sendiri diprakarsai sembilan negara yang empat negara di antaranya adalah anggota ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Menurut Kepala Negara, untuk bergabung dalam suatu kerja sama Indonesia harus melihat apakah menguntungkan secara perdagangan, investasi, penyerapan tenaga kerja atau tidak. "Kalau semuanya siap dan cocok tentu kita akan bergabung dengan TPP.

"Tetapi untuk menolak lebih dalam tidak boleh dilakukan tergesa-gesa. Akan tetapi jika kita yakin sudah siap dan itu membawa ketuntungan dan manfaat kita akan bilang "well we will joint" with TPP," kata Yudhoyono.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga menyatakan menolak karena Indonesia belum siap, dan membutuhkan waktu untuk dapat bergabung dengan TPP. Sejauh ini Indonesia belum bisa mengukur dan menilai apakah TPP tersebut akan membuahkan keuntungan bagi Indonesia.

Pada prinsipnya diutarakan Gita, Indonesia sudah memiliki sikap dan berani menyuarakan perbedaan pendapat meskipun ajakan itu datang dari negara besar.

Menurut Gita, untuk mencapai suatu titik daya saing tertentu dibutuhkan waktu yang cukup lama, karena Indonesia bukan seperti negara maju yang sudah memulai industri sejak 200 tahun sebelumnya.

Penolakan bergabung dengan TPP juga datang dari kalangan pengusaha Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi mengatakan banyak "pekerjaan rumah" yang harus diselesikan terlebih dahulu sebelum berbagung dengan TPP.

"Selesaikan dulu hambatan-hambatan ekonomi di dalam negeri masing-masing sebelum memutuskan membuka pasar bebas yang lebih luas," tegas Sofjan.

Menurut Sofyan, biarpun itu gagasan besar dari Amerika Serikat dan jika belum siap Indonesia harus berani menolaknya.(Ant/ICH)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *