Politikus PKB Minta Setgab Dibubarkan Saja
Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Malik Haramain mengatakan, sekretariat gabungan (Setgab) partai politik pendukung pemerintah lebih baik bubar.
Pasalnya setgab sampai saat ini bersifat diskriminatif dan tidak mengakomodasi partai yang memiliki kursi lebih sedikit. "Sampai saat ini, Setgab belum serius membahas RUU Pemilu, terutama kemungkinan mencari solusi tentang angka PT (parliamentary threshold) yang ideal. PKB merasa keberadaan Setgab tidak begitu manfaat ketika menyangkut agenda partai lain," ungkap Malik kepada MediaIndonesia.com, Jakarta, Ahad (4/12).
Menurut Abdul Malik Haramain, situasi setgab saat ini bisa mengancam soliditas dan kohesifitas anggota koalisi. "Selanjutnya, situasi ini akan banyak berpengaruh terhadap efektivitas pemerintahan ke depan," ungkapnya.
Abdul Malik Haramain juga mengatakan, hingga saat ini Setgab hanya berpikir mengenai partai besar. "Untuk isu-isu tentang RUU Pemilu, mereka cenderung menutup diri dan tidak bersedia membahas dengan serius, terutama dalam menentukan angka PT. Kita merasa setgab diskriminatif, terlalu banyak mikirin partai-partai besar," ujar Malik.
Seperti diketahui, setgab diisi partai-partai koalisi pendukung pemerintahan seperti Demokrat, Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, PKB, Partai Amanat Nasional.
Dalam pembahasan angka PT di RUU Pemilu, Demokrat dan Golkar meminta angka sebesar empat persen dan lima persen. Sedangkan tiga partai lainnya meminta angka PT dikisaran 2,5 persen-3 persen. "Bubarin (setgab) aja, enggak ada manfaatnya," ketus anggota Komisi II DPR RI tersebut. (MI/RIZ)




kalau saya setuju 5% jadi Partai2 yg kurang jadi GABUNG, COBA PIKIR PARTAI2 ISLAM BERSATU,..... PAN, PPP,PKB,PKS, PBB, DLL. PASTI MENANG PEMILU.
Dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi. Tp yg diharapkan adalah kemungkinan yg membawa kebaikan dan kemajuan politik terhadap bangsa dan negara, bukan terhadap kepentingan parpol2. Setgab seharusnya bersatu dalam berpandangan untuk membawa bangsa dan negara lebih baik. Jangan karena tdk diakomodir atau kurang mendapat dukungan pendapatnya lalu minta dibubarkan. Egois dan kerdil sekali pemikiran2 parpol yg seperti itu. Dan ini menandakan bahwa parpol2 masih mementingkan kekuasaan dan golongannya sendiri.