Pertamina: Perlu Dukungan Konversi BBM ke Gas

Ekonomi - / Senin, 5 Desember 2011 13:30 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta:  Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengatakan, program konversi bahan bakar minyak untuk transportasi ke gas memerlukan dukungan penuh semua pihak.

"Dukungan ini mulai pemerintah sebagai regulator hingga seluruh pelaku usaha hulu, 'midstream' (pemrosesan), hilir gas," kata Direktur Utama Pertamina Karen Setiawan saat acara Forum Go Gas di Jakarta, Senin (5/12).

Karen Setiawan mengatakan program konversi BBM ke gas, selain memperbaiki kualitas udara, juga menghemat subsidi.

Ia juga mengatakan, kesiapan seluruh pihak terkait terhadap pelaksanaan program konversi, tidak akan ada artinya tanpa koordinasi yang solid.

"Contohnya, pembagian 'conveter kit' oleh satu pemda beberapa waktu lalu. Karena tidak ada komunikasi dan koordinasi dengan pendukung lainnya, maka akhirnya sia-sia karena ketidaksiapan tabung gas, 'workshop' pemasangannya, maupun kesiapan stasiun sebagai penyalur gas-nya," ujar Dirut Pertamina Karen.

Karen mengatakan, Indonesia perlu memiliki kebijakan energi yang mengarah kepada penghematan energi fosil dan meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

"Masing-masing energi perlu dihargai sesuai nilai perolehannya secara ekonomis. Subsidi yang terus tersedot untuk BBM bisa dialihkan kepada sektor lain yang membutuhkan," katanya.

Pertamina, lanjut Dirut Pertamina, siap menjadi koordinator pelaksana dan monitoring program konversi BBM ke gas.

"Program akan terlaksana secara cepat jika ada koordinatornya," ujarnya.

Menurut dia, Pertamina memiliki pengalaman sukses saat menjalankan program konversi minyak tanah ke elpiji dan pengalaman di bidang hulu, pemrosesan (midstream), maupun hilir.  (Ant/ICH)



Bookmark and Share

KOMENTAR [5]

  • portoo, Sabtu, 10-Desember-2011

    Sy sangat setuju dgn pemikiran Dirut Pertamina Dan Pak Dedy Program ini sdh terpikirkan oleh Pertamina 10 thn yg lalu hanya saja saat itu banyak Direktur nya penjilat takut jabatannya hilang lain dgn direksi yg sekarang yg pola pikirnya berorientasi Businis Dan kepentingan umum namun saat ini kita dihadapkan dgn suatu iklim masyarakat yg cara berpikir arogansi pada kesempat ini sy mencoba memberikan beberapa masukan yg mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan al :
    1. Untuk melakukan konversi BBG menggantikan BBM perlu dilakukan sosialisasi oleh pemerintah bersama Pertamina kepada seluruh jajaran
    yaitu mulai dr pengguna sampai kepada anak sekolah hal tsb untuk membuka wawasan ekonomi dan lingkungan.
    2. Pertamina hrs berani membuat produk antara dgn octan diatas premium dan dibawah pertamax dgn harga terjangkau namun tdk bersubsidi.
    3. Anak perusahan dioptimalkan secara maksimal

    Demikian dan semoga sukses

  • portoo, Sabtu, 10-Desember-2011

    Sy sangat setuju dgn pemikiran Dirut Pertamina Dan Pak Dedy Program ini sdh terpikirkan oleh Pertamina 10 thn yg lalu hanya saja saat itu banyak Direktur nya penjilat takut jabatannya hilang lain dgn direksi yg sekarang yg pola pikirnya berorientasi Businis Dan kepentingan umum namun saat ini kita dihadapkan dgn suatu iklim masyarakat yg cara berpikir arogansi pada kesempat ini sy mencoba memberikan beberapa masukan yg mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan al :
    1. Untuk melakukan konversi BBG menggantikan BBM perlu dilakukan sosialisasi oleh pemerintah bersama Pertamina kepada seluruh jajaran
    yaitu mulai dr pengguna sampai kepada anak sekolah hal tsb untuk membuka wawasan ekonomi dan lingkungan.
    2. Pertamina hrs berani membuat produk antara dgn octan diatas premium dan dibawah pertamax dgn harga terjangkau namun tdk bersubsidi.
    3. Anak perusahan dioptimalkan secara maksimal

    Demikian dan semoga sukses

  • portoo, Sabtu, 10-Desember-2011

    Sy sangat setuju dgn pemikiran Dirut Pertamina Dan Pak Dedy Program ini sdh terpikirkan oleh Pertamina 10 thn yg lalu hanya saja saat itu banyak Direktur nya penjilat takut jabatannya hilang lain dgn direksi yg sekarang yg pola pikirnya berorientasi Businis Dan kepentingan umum namun saat ini kita dihadapkan dgn suatu iklim masyarakat yg cara berpikir arogansi pada kesempat ini sy mencoba memberikan beberapa masukan yg mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan al :
    1. Untuk melakukan konversi BBG menggantikan BBM perlu dilakukan sosialisasi oleh pemerintah bersama Pertamina kepada seluruh jajaran
    yaitu mulai dr pengguna sampai kepada anak sekolah hal tsb untuk membuka wawasan ekonomi dan lingkungan.
    2. Pertamina hrs berani membuat produk antara dgn octan diatas premium dan dibawah pertamax dgn harga terjangkau namun tdk bersubsidi.
    3. Anak perusahan dioptimalkan secara maksimal

    Demikian dan semoga sukses

  • deddy hassan, Selasa, 6-Desember-2011

    Kejelekan orang Indonesia itu selalu buruk sangka terhadap pemikiran orang atau program pemerintah. Padahal seharusnya kita punya kewajiban turut menyuksekannya. Asalal tahu saja kerusakan lingkungan itu akibat dari pemakaian energi fosil (BBM) yang tidak terkendali. Gas itu ramah lingkungan bro! jadi biar polusi co2 berkurang,nafas kita lega hargailah pemikiran tentang energi ranah lingkungan.
    Wassalam,

  • Gas, Senin, 5-Desember-2011

    hAI kAREN ... JANGAN OON LAH ... JANGAN MENYAMAKAN KONVERSI MINYAK TANAH KE GAS DENGAN transportasi ... itu oon namanya ... anda bilang konversi minyak tanah ke gas sukses ..??? sukses apanya ... korban nyawa dan kebakaran merajalela karena letusan tabung LPG terutama yang konversi 3 kg ... apa mata anda buta ???? .... apalagi transportasi anda mau konversikan ke gas .... walah...walah .... itu sama dengan anda suruh orang bawa bom di dalam mobil yang sewaktu-waktu akan meledak !!! tidak sadarkah anda bahwa tingkat kesadaran masyarakat kita masih sangat rendah terhadap maintanance kendaraan, padahal dengan mobil yang memakah BBG itu perlu maintannce yang extra ketat , jangan lah membuat kesalahan dua kali ditempat yang sama (BBG) itu namanya KELEDAI, mobil memakai BBG, maka sama dengan membawa bom sebab tabung BBG yang dibawa apabila terjadi kecelakaan maka kemungkinan meledaknya jauh lebih besar dari tangki BBM, disamping itu kemungkinan kebocorannya jauh lebih besar dari BBM, sebab tekanan gas jauh lebih tinggi sehingga apabial perawatan tidak extra ketat maka kemungkinan kebocoran akan sangat mudah dan dapat menyababkan malapetaka !!! .... karen ... karen jangan oon ahhhh !!!

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *