Masyarakat Lebih Percaya Media Ketimbang Pemerintah
Metrotvnews.com, Bukittinggi: Tingkat kepercayaan masyarakat kepada media massa dewasa ini lebih tinggi ketimbang kepada pemerintah. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarman Azzam di Bukittinggi, Sumatra Barat, Senin (5/12).
"Dari 10 ribu responden di dunia yang diteliti Globescan Media Forum, diketahui 61 persen di antaranya lebih mempercayai media massa dan hanya 52 persen yang percaya kepada pemerintah," katanya saat menjadi pemateri pada pelatihan kehumasan daerah bagi pejabat dan aparat humas pemerintah dan BUMN/BUMD se-Sumatra Barat, yang digelar Perum LKBN ANTARA Biro Sumbar.
Tarman mengatakan, di Indonesia tingkat kepercayaan masyarakat kepada media massa justru lebih tinggi lagi yakni mencapai 86 persen, sementara tingkat kepercayaan kepada pemerintah hanya 71 persen.
"Tak heran sebuah media massa di Amerika Serikat, The New York Times menyebutkan bahwa media atau pers sebagai kekuatan keempat demokrasi sejak tahun 1990-an, terutama di dunia ketiga," katanya.
Menurut dia, besarnya pengaruh media massa merupakan tantangan bagi jajaran humas dalam melaksanakan tugas kehumasan. Untuk itu humas harus selalu meningkatkan perannya.
Peningkatan peran kehumasan, katanya, dapat dilakukan dengan cara proaktif terhadap media massa, selalu menjadi jembatan informasi publik, profesional, cepat tanggap, dan tidak arogan. Humas juga harus memiliki keterbukaan informasi dengan data yang akurat dan lengkap, paradigmanya harus menjadi pelayan bukan dilayani serta menjadi pemecah masalah," katanya.
Ia menambahkan, humas merupakan juru bicara kepala daerah di tingkat daerah atau menteri di tingkat kementerian yang mempunyai kewenangan mencari, mengolah dan menganalisa informasi, menyusun serta melaksanakan program dan kegiatan strategis kehumasan untuk meningkatkan citra pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.
"Selanjutnya humas juga menyebarluaskan informasi tentang kebijakan pemerintahan, politik, pembangunan dan kemasyarakatan, serta menanggapi berita dan pendapat publik yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan," kata Tarman Azzam.(Ant/RIZ)




Justru krn era keterbukaan skr inilah semuanya menjadi terpapar, tidak bisa ditutup tutupi. Media, utamanya TV yg kebetulan milik orang politik, telah digunakan sedemikian rupa unt menyerang. dalihnya ini jaman kebeba san. Pemerintah selalu "diserang", olah krn itu tugas jubir otomatis menjadi tameng. prediksi sy, kedepan hiruk pikuk politik akan selalu ramai dan diramaikan oleh media TV. krn itu tugas pemerintah menjadi sangat terhambat , krn hanya akan selalu menjawab media. oleh krn itu, Media TV harus sesadar sadarnya dan penuh tanggung jawab didalam setiap
pemberitaannya. kalau tdk betul2 yakin, jangan cepat2 melempar opini. tp apa yg terjadi skrng????????????
Media massa baik berupa media koran, elektronik atau internet merupakan alat komunikasi yg efektif yg langsung diterima massa/masyarakat. Hanya saja dalam berkomunikasi ini sudah adil, mempunyai fakta dan dapat dipertanggungjawabkan belum. Jangan hanya menampilkan kenegatifan atau kepositifan, selain2 itu juga harus mempunyai tanggung jawab moral dalam meyampaikan suatu berita.
MASALAHNYA PEMERINTAH KLO NGOMONG BANYAK BOHONGNYA DARI BENERNYA ....WAJAR SAJA KLO PUBLIK LEBIH PERCAYA KPD MEDIA, KETIMBANG CORONG PEMERINTAH .PEMERINTAH.ITU CUMAN.IYA...IYAA...MELULU TAPI NGA PERNAH JALAN ...MUNGKIN NGA ADA UANG PELICINNYA KALI ....DASAAARRRR BANGSA YG MENGALAMI KEMEROSOTAN MORALLL
sekarang ini jaman keterbukaan bukan jaman otoriter apalagi jaman kerajaan. jd pemerintahan skrg ini sudah paradoks dan mmg tdk punya muka. pemerintah menganggap diriny sbg penguasa.
sebetulny jubir sudah lari dr tugas utamany utk memberikan informasi yg terjadi skrg ini jubir sbg tameng dan tugasny utk melindungi pemerintah dan yg salah kaprah lg spertiny dia berjalan sdri alias cuma abs.