Indonesia Punya Daya Tawar Tinggi di Timur Tengah
Metrotvnews.com, Nusa Dua: Daya tawar Indonesia di depan kaum Muslim Timur Tengah relatif tinggi. Namun, Jakarta belum pro-aktif untuk memaksimalkan daya tawar tersebut.
Hal itu diungkapkan Direktur Pasca-Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Prof Dr Azyumardi Azra ketika berbicara dalam lokakarya bertema 'Peran Masyarakat Sipil dan Media Sosial dalam Partisipasi Berdemokrasi' di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/12).
Lokakarya tersebut diadakan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri, sehari menjelang pelaksanaan Forum Demokrasi Bali (BDF) IV yang akan berlangsung 8-9 Desember.
"Kementerian Luar Negeri Indonesia harus melihat fakta ini sehingga dapat berkontribusi lebih besar," kata Azyumardi.
Lokakarya yang dibuka Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, AM Fachir, itu menghadirkan nara sumber lainnya yaitu Asisten Wakil Presiden RI bidang Luar Negeri Prof Dr Dewi Fortuna Anwar, dan Direktur Eksekutif Institute for Peace and Democracy (IPD) Dr I Ketut Putra Erawan.
Azyumardi menyoroti peran masyarakat sipil dalam konteks Islam. Ia mengatakan Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim dan melaksanakan demokrasi menjadi perhatian dari banyak negara dan menjadi model untuk pelaksanaan demokrasi.
Menurutnya, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah merupakan contoh organisasi Islam yang berperan mendorong pembangunan peradaban di Indonesia termasuk proses demokrasi yang dijalaninya.
"Sebagai bagian dari masyarakat madani, kedua organisasi massa itu berperan penting dalam membangun kekompakan kelompok sipil," kata Azyumardi, yang juga penasihat IPD.
Azyumardi menyebut peran besar yang dimainkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari Nahdlatul Ulama dan Prof Dr Amien Rais dari Muhammadiyah di awal era reformasi.
Selain itu, katanya, demokrasi di Indonesia diperkuat oleh kelas menengah yang mencapai 130 juta orang, atau lebih dari 50 persen dari jumlah total penduduk Indonesia. (Ant/*)




demokrasi ini yg anda banggakan ya. prof2 kita aja yg bukan org pintar malu ama keadaan negri ini. anda mengatakan daya tawar yg tinggi, klo saya bilang kita jd lebih parah dari yahudi. coba islam mana sih yg membiarkan korupsi merajalela klo bukan indonesia. jd mrk meliht demokrasi kita ini cuma ingin tahu mengapa kemunduran di indo ini seperti jaman jahiliyah. mngapa depagny yg pelayan ummat mlh no1 korupsiny. ngaca kenapa sih bos.
Betul2, Indonesia masih bisa jual diri disana... kita masih punya banyak persediaan TKW untuk disiksa di Timur Tengah...