Polri Bantah Kecolongan Kasus Mesuji
Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Besar Boy Raffli Amar membantah polisi telah kecolongan dalam kasus pembantaian di Kabupaten Mesuji, Lampung, dan di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.
Menurut Boy, sebelum kejadian sebenarnya sudah ada tim dari kepolisian yang bersifat memantau daerah tersebut. Karena ada indikasi sengketa yang belum tuntas antara warga dengan perusahaann pengelola lahan di kawasan tersebut.
"Namun sangat disayangkan kedua belah pihak sama tidak bisa menahan diri dan akhirnya melakukan tindakan yang merugikan bagi kedua belah pihak," ujar Boy, Kamis (15/12). Boy menjelaskan, sebelum bentrok, kepolisian dan pemerintah daerah setempat telah melakukan upaya-upaya mediasi dan preemptif untuk meredam konflik antar perusahaan dan warga tersebut. Namun, ada pihak-pihak yang memprovokasi untuk menimbulkan konflik di sana.
Boy menegaskan, aparat kepolisian sama sekali tidak terlibat dalam konflik tersebut. Aparat yang berada di tempat kejadian berusaha melerai konflik. Bahkan, menurut Boy, aparat kepolisian telah melakukan upaya antisipasi sebelumnya. "Kita lakukan evakuasi warga, kalau tidak kita evakuasi akn semakin banyak korbn yang berjatuhan," jelas Boy.
Mengenai adanya laporan ada 30 orang warga yang menjadi korban, Boy mengatakan, jumlah sebesar itu merupakan akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya. "Kawasan tersebut sangat luas, dan peristiwanya sangat kasuistis, jadi bisa terjadi di tempat yang berbeda," kata Boy. (MI/DOR)




pak boy memang pandailah dalam menjelaskan laporan pada masyarakat ataupun kepada publik, karena saya tau pasti pak boy tidak semata2 di angkat menjadi Bagian Penerangan Umum Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Besar kalau tidak dalam tahap pengujian yang matang, setidaknya team polri menyatakan bahwa bapak ini suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan ... dan layak menjadi komisaris besar. Selamat dan sukses ya pak ...
Msh mau ngeles jg, itu peristiwa besar boy, jd kalo gak kecolongan gak perlu terjadi, kalo ada orang kehilangan jemuran atau ayam, baru itu tdk kecolongan. Memang banyak aparat yg lebih suka jd kacung korporat drpd pelindung rakyat.
ah polisi gak pernah mau ngaku jujur, parah, seharusnya tidak ada korban jiwa pak, bukan 30 org, kumulatif dari beberapa thn,jgn2 dibelakangnya ada aparat yg beking, sehingga mereka aman2 saja telah membunuh warga setempat.
masih berkelit, jelas2 nyawa sudah melayang,, aparat pemerintahan kita ini sudah mati rasa semua..