Elpiji Ilegal di Rembang Mencapai 6 Ton
Metrotvnews.com, Rembang: Sedikitnya enam ton elpiji kemasan tabung tiga kilogram, yang diduga dipasok secara ilegal dari Jawa Timur beredar di wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, setiap harinya.
Kepala Seksi Migas pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Rembang M Chamim di Rembang, Kamis (15/12), mengatakan daerah yang diserbu peredaran sekitar 2.000 tabung elpiji kemasan 3 kilogram tersebut paling banyak wilayah Kecamatan Sarang dan Sale.
"Wilayah di perbatasan memang rawan menjadi tempat beredarnya tabung yang dipasok secara ilegal tersebut," kata dia.
Chamim mengatakan pasokan elpiji secara ilegal tersebut diduga berasal dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
"Akibat peredaran tabung elpiji kemasan tiga kilogram dari Jawa Timur yang merembes ke Kabupaten Rembang, sejumlah agen menjadi kehilangan pangkalan langganannya dan yang demikian jelas merugikan agen," kata dia.
Ia menyebutkan sebanyak lima agen elpiji tiga kilogram di daerahnya kerap mengeluhkan peredaran elpiji dari luar daerah itu.
"Memasarkan elpiji keluar rayon jelas melanggar prosedur dari Pertamina dan kami pun sudah mengimbau setiap pangkalan elpiji di wilayah perbatasan agar tidak menerima pasokan dari luar kabupaten, meski harganya lebih murah," kata dia menegaskan.
Asisten Manajer Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) "Indah Sri Rejeki", Suryo Sudiyono mengatakan, penertiban secara reguler pasokan elpiji dari sejumlah agen di kabupaten lain, terutama yang berasal dari Jawa Timur, diperlukan.
"Kami sangat direpotkan ulah agen elpiji nakal dari kabupaten lain di Jawa Timur yang memasok elpiji ke sejumlah pangkalan di Kabupaten Rembang. Apalagi, warna sil tabungnya sama persis, putih," kata dia.
Berdasarkan catatannya, jumlah rembesan pasokan elpiji dari Jawa Timur menggila, sebab jika pada Agustus 2011 jumlahnya hanya 1.120 tabung elpiji per minggu, dua bulan terakhir jumlahnya mencapai enam ton atau 2.000 tabung per hari.
Padahal, katanya, konsumsi elpiji rata-rata per minggu di Kabupaten Rembang mencapai 43.000 tabung elpiji atau senilai 129.000 kilogram elpiji.
"Dari konsumsi 43.000 tabung per minggu kalau sudah 'bocor' sebanyak 14.000 tabung per minggu, tentu merepotkan dan meresahkan. Agen yang mengeluh akhirnya," katanya.
Ia mengungkapkan, dari laporan para agen, pemasok elpiji dari luar daerah masuk dengan menggunakan mobil boks, juga memasarkan tabung dengan warna sil penutup tabung yang sangat beragam, bahkan warna sil tergantung permintaan pangkalan.
"Sil resmi sebagaimana keputusan rayonisasi distribusi tabung elpiji ukuran tiga kilogram untuk Kabupaten Rembang berwarna putih. Selain warna itu berarti tabung berasal dari luar daerah, namun belakangan warna sil tabung elpiji rembesan juga putih," katanya.
Sasaran peredaran elpiji yang dipasok secara ilegal tersebut, katanya, adalah daerah yang berada di kawasan perbatasan, terutama yang berbatasan degan Provinsi Jawa Timur.
"Harga elpiji kemasan tiga kilogram rembesan dari Jawa Timur hanya Rp11.600 di tingkat pangkalan lebih murah dibandingkan harga umum di tingkat pangkalan wilayah Rembang yang Rp13.500," katanya lagi.(Ant/RIZ)



