Menunggak Listrik Jalan di Solo Terancam Gulita
Metrotvnews.com, Solo: Sebanyak 17.000 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kota Solo, Jawa Tengah, terancam dipadamkan oleh PT PLN karena menunggak pembayaran listrik hingga Rp8,9 miliar. Ancaman pemadaman itu tertuang dalam surat peringatan yang diterima Pemerintah Kota Solo dari PT PLN belum lama ini.
Pejabat Humas PT PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surakarta, Suharmanto ketika dimintai konfirmasi, Kamis (22/12), membenarkan tentang adanya surat tersebut. Tetapi ia mengaku tidak mengetahui secara persis isi suratnya, termasuk soal rencana pemadaman yang akan mulai dilakukan pada Jumat (23/12), seperti yang disebutkan dalam surat itu. "Saya rasa itu bukan keputusan final, saat ini masih dinegosiasikan," katanya.
Wakil Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo yang ditemui terpisah tidak dapat menutupi kekesalannya atas sikap PT PLN yang telah melayangkan surat itu. Ia bahkan menyebutnya sebagai tindakan yang meresahkan warga. "PLN itu perusahaan negara, kenapa pakai mengancam segala. Itu membuat resah," tegasnya.
Ia mengatakan, pemadaman PJU akan menyengsarakan masyarakat. Apalagi kini menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, sehingga PJU memegang peranan dalam menjaga kondusivitas dan keamanan kota. "Kalau yang diputus itu listrik balai kota, silakan saja. Tetapi ini kan
PJU yang secara langsung untuk kepentingan rakyat," katanya.(MI/BEY)




Pak Jokowi..piyeee to..ya dibayar lunas ah..ojo isin-isini wong solo..
Pak Wakil Walikota, Namanya utang hrs dibayar. Uang pajak penerangan jalan yg dipungut dari masyarakat dikemanakan. Hrsnya uang itu utk bayar listrik lampu jalan bukan dipakai utk lainnya.
pabila ada tunggakan, ganti aja sama prabayar..