Dalam Enam Tahun, 1000 Anak jadi Korban Trafficking
Metrotvnews.com, Malang: Angka perdagangan anak (trafficking) sudah mencapai batas mengkhawatirkan. Pasalnya, dalam enam tahun terakhir, sekitar 1000 adan menjadi korban.
"Perdagangan anak ini masih menjadi mimpi buruk bangsa Indonesia, bahkan anak-anak yang menjadi korban trafficking ini bukan hanya anak perempuan, tapi juga laki-laki," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, dalam Simposium "Pengarustamaan Hak Anak dalam Mewujudkan Generasi Sehat dan Berdaya Saing Unggul" di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dome, Jawa Timur, Sabtu (24/12).
Ia menyebut, anak laki-laki yang menjadi korban trafficking selama enam tahun terakhir sebanyak 151 anak, dan perempuan mencapai 772 anak. Kasus tersebut, tak hanya disebabkan faktor kesehatan, tapi juga ada faktor lain, seperti kemiskinan dan rendahnya pendidikan di lingkungan masyarakat.
Menurut Endang, ada 10 daerah yang rawan terhadap kasus "trafficking", baik sebagai kota pengirim, transit maupun tujuan, yakni Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, NTB, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.
Ia mengatakan, dampak dari perdagangan anak tersebut terhadap kesehatan adalah munculnya penyakit menular seksual secara luas, seperti sipilis, GO dan penyebaran virus sekaligus sindroma perapuh kekebalan tubuh (HIV/AIDS).(Ant/****)



