Yunani Ancang-ancang Keluar dari UE dan Euro
Metrotvnews.com, Athena: Memasuki awal 2012, kondisi perekonomian Yunani masih porak-poranda. Bahkan, keadaan di awal tahun baru semakin memburuk.
Pasalnya, jika dalam 3-4 bulan ke depan tidak mendapat tambahan dana, Yunani terpaksa harus keluar dari Zona Euro dan Uni Eropa.
Menurut Juru Bicara Pemerintah Yunani, Pantelis Kapsis mengatakan, resiko itu harus dihadapi Yunani jika pemerintah gagal menegosiasikan pembayaran surat utangnya dengan Uni Eropa, IMF, dan pemegang obligasi swasta sebelum jatuh tempo, Maret mendatang.
Jika terpaksa keluar dari Zona Euro dan UE, Yunani harus kembali ke mata uangnya, Drachma. Hal ini disinyalir akan semakin memperburuk kondisi ekonomi Yunani.
Hingga saat ini, tingkat pengangguran di Yunani bertambah menjadi 18 persen dari jumlah penduduk. Hal ini memicu gelombang aksi mogok dari banyak pekerja. Parahnya, mereka harus kehilangan pekerjaan karena pemangkasan anggaran pemerintah. (*)




Mungkinkah ini pertanda berakhirnya era KAPITALISME? Bunga pinjaman yang tinggi yang harus ditanggung negara-negara miskin, membuat kemiskinan yang terus meningkat, sampai pinjaman itu tidak terbayarkan 7 turunan, kini hal itu dirasakan oleh negara-negara Eropa sendiri sebagai pemberi pinjaman?