Yunani Ancang-ancang Keluar dari UE dan Euro

Ekonomi - / Rabu, 4 Januari 2012 06:20 WIB

Metrotvnews.com, Athena: Memasuki awal 2012, kondisi perekonomian Yunani masih porak-poranda. Bahkan, keadaan di awal tahun baru semakin memburuk.

Pasalnya, jika dalam 3-4 bulan ke depan tidak mendapat tambahan dana, Yunani terpaksa harus keluar dari Zona Euro dan Uni Eropa.

Menurut Juru Bicara Pemerintah Yunani, Pantelis Kapsis mengatakan, resiko itu harus dihadapi Yunani jika pemerintah gagal menegosiasikan pembayaran surat utangnya dengan Uni Eropa, IMF, dan pemegang obligasi swasta sebelum jatuh tempo, Maret mendatang.

Jika terpaksa keluar dari Zona Euro dan UE, Yunani harus kembali ke mata uangnya, Drachma. Hal ini disinyalir akan semakin memperburuk kondisi ekonomi Yunani.

Hingga saat ini, tingkat pengangguran di Yunani bertambah menjadi 18 persen dari jumlah penduduk. Hal ini memicu gelombang aksi mogok dari banyak pekerja. Parahnya, mereka harus kehilangan pekerjaan karena pemangkasan anggaran pemerintah. (*)



Bookmark and Share

KOMENTAR [1]

  • R.Heriyanto Bernadhi, Rabu, 4-Januari-2012

    Mungkinkah ini pertanda berakhirnya era KAPITALISME? Bunga pinjaman yang tinggi yang harus ditanggung negara-negara miskin, membuat kemiskinan yang terus meningkat, sampai pinjaman itu tidak terbayarkan 7 turunan, kini hal itu dirasakan oleh negara-negara Eropa sendiri sebagai pemberi pinjaman?

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *