Sulbar Siapkan 5.000 Ha Kawasan Industri
Metrotvnews.com, Mamuju: Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan menyiapkan sekitar 5.000 hektare (ha) areal yang akan dijadikan pusat kawasan industri. "Sejumlah negara akan menanamkan investasi setelah mengetahui bahwa Sulbar memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Sulbar, Ahad (8/1).
Ia mengatakan, seperti negara Filipina, setelah petinggi negara itu mengetahui berita melalui internet bahwa Sulbar memiliki kekayaan yang melimpah, maka negara itupun menyatakan diri akan menanamkan investasinya di Sulbar.
Menurut dia, dalam menyambut investasi itu maka pemerintah di Sulbar akan mempersiapkan diri dengan menyiapkan lahan untuk membangun kawasan industri dengan luasan mencapai 5.000 hektare.
"Lahan industri sekitar 5.000 hektare yang dibutuhkan itu mesti disiapkan seluruh aparat pemerintah di tingkat Kabupaten, agar dapat menjadi tempat pengelolaan kekayaan alam di Sulbar dan dapat mengundang negara lain untuk melaksanakan investasi," katanya.
Menurut dia, pemerintah di Sulbar juga telah dan akan membangun sejumlah sarana infrastruktur yang memadai untuk dapat mendukung dan memperlancar masuknya investasi.
Gubernur mengatakan, tiga proyek besar di Sulbar yang akan dibangun tersebut di antaranya proyek pembangunan jalan arteri Sulbar antara kecamatan Tapalang menuju Kota Mamuju hingga Bandara Mamuju.
Kemudian pembangunan pelabuhan kontainer di Pelabuhan Belang Belang Mamuju untuk menjadi tempat penampungan dan pengankutan hasil komoditi andalan Sulbar untuk dipasarkan dalam bentuk ekspor.
Selain itu pembangunan PLTA di kecamatan Bonehau dan Kalumpang Kabupaten Mamuju dengan kekuatan 300 Mega Watt dan akan menjadi pembangkit listrik terbesar di pulau Sulawesi.
"Kemudian juga meningkatkan sarana transportasi seperti di bandara Tampapadang Mamuju, dan meningkatkan jalan tingkat provinsi dan jalan nasional," katanya.(Ant/BEY)




Kita sangat mendukung niat pemda Sulbar menyiapkan kawasan industri utk lahan industri Pengolahan terutama Mineral di Sulawesi Barat. Namun sayang jangan buru-buru ditawarkan kpd investor dr luar negri karena investor dalam negripun pasti sangat banyak yg berminat seperti Proses Pengolahan Bijih Nikel menjadi Sponge Iron Kontain Nikel dan Nikel Pig Iron. Selama ini bijih nikel kita hanya dijual sebagai Raw Material dan -hanya- dihargai sebesar 50 dolar US/ton dg kadar nikel 2%, berarti setiap 1% kadar nikel hanya dihargai 1 dolar padahal harga Nikel Murni/Nikel Matt di pasaran internasional/LME sebesar 25.000 dolar per ton jadi ada nilai tambah 1.000 kali lipat, kenapa ditawarkan kpd pihak asing? Kami mempunyai Teknologi Pengolahannya, Arsam Sunaryanto 0818 214473