Kalla Tuding AS Ikut Rusak Hutan Indonesia
Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut Amerika Serikat mempunyai andil besar dalam kerusakan hutan di Indonesia yang saat ini kondisinya semakin memprihatinkan.
"Anda bisa melihat sejarah, perusahaan Amerika memulai pembalakan di sini. Mereka mengajarkan masyarakat untuk menebang pohon," katanya saat berbicara dalam acara Indonesia Endangered Species Forum, di Jakarta, Selasa (10/1).
Kalla mengungkapkan, pada 1960-an hutan di Indonesia masih sangat luas. Namun, keberadaannya kian menyempit seiring masuknya perusahaan-perusahaan swasta asal AS yang melakukan pengundulan hutan.
Meskipun AS saat ini gencar mengkampanyekan keselamatan hutan dan menganggap Indonesia sebagai mitra yang penting, menurut JK, niat kesungguhan belum sepenuhnya diperlihatkan.
"Amerika membicarakan hutan dan orangutan tapi Protokol Kyoto itu tidak mau dia tandatangani. Ini mau bagaimana?" katanya.
Selain AS, JK menilai negara-negara besar lainnya juga berperan terhadap kerusakan hutan. Hal itu tampak dengan masuknya berbagai perusahaan dari Jepang, Korea, China dan lainnya yang dimulai sekitar akhir tahun 1970-an.
"Siapa yang merusak dan menikmatinya? Dunia dan bukan Indonesia semata," tegasnya.
Untuk itu, lanjutnya, upaya rehabilitasi yang saat ini diupayakan bukan hanya menjadi tanggung jawab Indonesia, namun juga bersama.
"Saya sering mengatakan, Anda tidak dapat merehabilitasi hutan di hotel bintang lima. Anda harus melakukan di Kalimantan dan Sumatra. Anda harus pergi ke sana. Ini menjadi tanggungjawab bersama," tegasnya.(MI/BEY)




kok aneh yah, yang kasih ijin perusahaan swasta untuk menanam modal di Indonesia siapa? yang kasih ijin untuk menebang pohon siapa? kok malahan menyalahkan orang lain? harusnya diberikan batas, jangan tebang disini, kalo udah abis pohonnya, tanam lg. Pak JK, jangan menyalahkan negara lain dulu pak, liat dulu akar permasalahannya.