Wali Kota di Irak Ditembak Mati
Metrotvnews.com, Ramadi: Teror di Irak belum berhenti. Kali ini, seorang wali kota di provinsi Anbar, Irak barat, dibunuh sejumlah orang bersenjata.
Saeed Hamdan Ghazal baru saja melaksanakan salat maghrib di kota Heet, Rabu (11/1) malam. Ketika keluar dari masjid, Ghazal ditembak mati penyerang bersepeda-motor yang berhasil kabur meninggalkan lokasi kejadian.
Menurut seorang juru bicara kepolisian dan Iyada al-Nimrawi, deputi kepala kepolisian di kota Heet, Ghazal tewas seketika dalam serangan itu.
Dalam kekerasan lain pada Rabu, serangan-serangan penembakan di Baghdad dan Irak barat menewaskan lima polisi, termasuk dua orang yang bekerja di departemen anti-teror, kata beberapa pejabat keamanan dan medis.
Rangkaian kekerasan terakhir itu terjadi sekitar tiga pekan setelah pasukan AS menyelesaikan penarikan dari Irak, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak.
Serangan itu juga berlangsung ketika perselisihan antara pemerintah yang dipimpin orang Syiah dan para pemimpin Sunni menyulut ketegangan sektarian.
Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni.
Para ulama Sunni memperingatkan Maliki sedang mendorong perpecahan sektarian, dan pemrotes memadati jalan-jalan di Samarra, Ramadi, Baiji dan Qaim, banyak dari mereka membawa spanduk mendukung Hashemi dan mengecam pemerintah.
Para pejabat Irak mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Wakil Presiden Tareq al-Hashemi pada Senin (19/12) setelah mereka memperoleh pengakuan yang mengaitkannya dengan kegiatan teroris.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Mayor Jendral Adel Daham mengatakan pada jumpa pers, pengakuan para tersangka yang diidentifikasi sebagai pengawal Hashemi mengaitkan wakil presiden tersebut dengan pembunuhan-pembunuhan dan serangan. (Ant/ICH)




konflik yg brkpnjngan di irak dsbabkn orng islam mudah diprovokasi ...