Hillary Bantah AS Terlibat Pembunuhan Staf Nuklir Iran
Metrotvnews.com, Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, Rabu (11/1), membantah AS terlibat dalam pembunuhan staf nuklir Iran. Hillary mendesak Teheran mengakhiri perilaku provokatif, termasuk ancaman untuk menutup Selat Hormuz.
"Saya dengan tegas membantah Amerika Serikat terlibat dalam segala bentuk kekerasan yang terjadi di Iran," ujar Hillary dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri bersama dengan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim ath-Thani yang ada di Washington.
Pernyataan Hillary itu dikeluarkan setelah serangan bom yang menewaskan staf nuklir Iran dan sopirnya di bagian utara Teheran, Rabu. Laporan setempat mengatakan penumpang yang terbunuh diidentifikasi bernama Mostafa Ahmadi Roshan, wakil kepala instalasi pengayaan uranium Iran di Natanz.
Sejumlah ahli nuklir Iran terbunuh dalam beberapa tahun terakhir. Wakil I Presiden Iran, Mohammad Reza Rahimi, mengatakan agen Israel adalah pelaku pembunuhan Ahmadi-Roshan.
Dalam konferensi pers itu, Hillary meminta Iran "mengakhiri perilaku provokatif, mengakhiri pengayaan uranium, dan bergabung dengan masyarakat internasioanal dan menjadi anggota yang produktif".
Hillary juga membicarakan ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz, salah satu jalur penting dalam distribusi minyak. Hillary menegaskan AS berkomitmen agar Selat Hormuz tidak ditutup.
"Itu adalah salah satu upaya agar jalur distribusi minyak dan gas ke seluruh dunia tetap terjaga. Dan penting untuk dijelaskan kepada warga Iran tentang bahaya dari provokasi semacam ini," kata Hillary.(Ant/DOR)




Tuh kan amerika sebenernya takut juga sama iran,baru mau nutup selat aja sdh takut makanya gak usah belain amerika,dia tuh menebar teror di seluruh dunia hanya menginginkan minyak,,,dasar perampok