Keluarga Kakak-Adik Tewas di Tahanan Datangi Mabes Polri

Polhukam / Kamis, 12 Januari 2012 16:25 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Keluarga dua kakak-beradik yang tewas di tahanan Kepolisian Sektor Sijunjung, Sumatra Barat, mendatangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (12/1). Keluarga melaporkan dugaan penganiayaan oleh anggota kepolisian tersebut.

Keluarga yang datang adalah ibu korban Syamsidar, dan kakak korban Didi Firdaus. Mereka didampingi Direktur Lembaga Bantuan Hukum Padang, Vino Oktavia, dan Direktur Direktorat Advokasi Yayasan Lembaga Hukum Indonesia Kadir Wokanubun.

"Kami akan melapor terkait dugaan pidana penyiksaan terhadap anak. Kami punya fakta sendiri untuk itu. Kami punya bentuk pertemuan investigasi yang dilakukan teman-teman LBH Padang, dan itu akan kami sampaikan di Reskrim," kata Kadir.

Kakak beradik, Faisal Akbar (15) dan Budri M. Zen (17), ditahan di Polsek Sijunjung. Faisal dituduh mencuri kotak amal, sementara Budri dituduh mencuri motor. Pada 28 Desember 2011, keduanya ditemukan tewas tergantung di sel polisi. Polisi menyatakan mereka bunuh diri.

Namun, keluarga tak percaya Faisal dan Budri bunuh diri. Apalagi mereka menemukan luka-luka di tubuh kedua remaja tersebut. Sebelum meninggal, keluarga juga sempat menengok keduanya dalam keadaan lemas. Keduanya mengaku sering disiksa polisi. 

"Jadi memang ditemukan tanda-tanda kekerasan dengan benda tumpul di bagian leher, yang mengakibatkan mati lemas," kata Vino.

Kadir menambahkan, di kaki kiri Budri juga ditemukan luka sayatan. Sementara di bagian tubuh terdapat lebam-lebam. Menurut Kadir, dokter independen menyebutkan luka-luka itu akibat benda tumpul. Dokter tak menyimpulkan keduanya bunuh diri.

"Kami punya foto untuk itu," kata Kadir.

Kadir berharap Mabes Polri menggandeng Komnas HAM untuk membentuk tim independen untuk mengotopsi kedua korban. Menurut Kadir, keluarga bersedia bila makam Faisal dan Budri dibongkar untuk kepentingan tersebut.

"Tapi patokannya tim independen tidak terkontaminasi dengan konflik interest," kata Kadir.

Kadir mengatakan, saat ini tim kuasa hukum membawa sejumlah dokumen hasil investigasi untuk diserahkan ke Bareskrim Polri. Namun, Kadir mengaku tak memiliki hasil visum karena tidak diberikan oleh pihak kepolisian.(IKA)



Bookmark and Share

KOMENTAR [5]

  • M.MAMAN, Jumat, 13-Januari-2012

    Apa polisi itu bukan melindunggi rayat tapi untuk matikan rayat biar dia hidup sendiri untuk makan uang haram .biar dia mencuri kan manusia juga kenapa disiksa lagi polisi apa kamu tak ada rasa kasian ama manusia

  • M.MAMAN, Jumat, 13-Januari-2012

    Apa polisi itu bukan melindunggi rayat tapi untuk matikan rayat biar dia hidup sendiri untuk makan uang haram .biar dia mencuri kan manusia juga kenapa disiksa lagi polisi apa kamu tak ada rasa kasian ama manusia

  • yen, Kamis, 12-Januari-2012

    Memang kebanyakan aparat spt itu,mentang2 senjata dan kekuasaan ada ditangan mereka jd apapun yg mereka mau lakukan kpd rakyat suka hati mereka,dan saling menutupi kesalahan di antara mereka itulah yg menyebabkan terjadinya abuse of power,smoga org2 spt itu akan mdndapatkan karma,dan anggota keluarga serta keturunan mereka jg di perlakukan spt itu oleh org lain kelak

  • ANDREX, Kamis, 12-Januari-2012

    polisi bajingan.....ingat tuhan akan menganiyayamu kelak di akhirat.

  • loe, Kamis, 12-Januari-2012

    kesel bacanya.. ga cuman sekali dengar yg kyk gini.. ingat setiap perbuatan akan ada tanggung jawabnya kelak!!

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *