Rusia Tolak Campur Tangan Asing di Iran dan Suriah

Internasional / Sabtu, 14 Januari 2012 15:16 WIB

Metrotvnews.com, Moskwa: Rusia mengingatkan negara-negara Barat terkait sanksi baru terhadap Iran. "Sanksi tambahan untuk Iran, tak diragukan lagi, akan ditangkap oleh komunitas internasional sebagai usaha untuk mengubah rezim di Iran," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gannady Gatilov, seperti dikutip oleh Intefax, Jumat (13/1).

Rusia juga menyatakan sangat tidak setuju dengan pendekatan Barat terhadap Suriah. Mereka akan menggunakan posisinya di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mencegah campur tangan militer asing dalam kedua krisis tersebut.

Komentar Gannady Gatilov tersebut keluar saat pemerintah negara-negara Eropa hendak menyetujui embargo minyak Iran. Sanksi itu antara lain memberi tenggat kepada perusahaan-perusahaan enam bulan guna menghapuskan kontrak dengan Teheran setahap demi setahap.

Rusia telah mendukung empat kali putaran sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap mitra dagang terdekatnya itu. Pekan ini, mereka menyatakan menyesal dan khawatir atas keputusan Teheran untuk memulai pengayaan uranium di pabrik nuklir yang baru.

Namun Rusia telah mendesak Iran menahan diri saat ini. Iram diminta mengusahakan sebuah rencana perdamaian sebagai hadiah atas kerja samanya dengan negara asing secara bertahap guna meredakan sanksi yang ada. Gatilov berpendapat melumpuhkan hukuman hanya akan mengobarkan konflik. Ia mengisyaratkan kesediaan Moskwa untuk memveto setiap upaya seperti itu pada masa yang akan datang di Dewan Keamanan.

"Adopsi oleh negara-negara Barat mengenai langkah-langkah sepihak yang di luar kerangka keputusan Dewan Keamanan PBB memiliki dampak negatif pada rakyat Iran dan ekonominya," kata diplomat Rusia itu.

"Batas tindakan ini merongrong upaya-upaya masyarakat internasional memecahkan masalah nuklir Iran," ujarnya.

Krisis kembar telah menyoroti masalah yang telah dihadapi Barat dari Moskwa meskipun ungkapan penyesalan dalam hubungan diumumkan hampir tiga tahun yang lalu oleh Washington. Rusia menuduh Barat mengatur standar ganda dengan menutup mata atas kekerasan yang dilakukan oleh lawan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Gatilov sekali lagi dengan tegas menolak perubahan resolusi DK PBB pada tindakan keras 10 bulan yang digencarkan oleh negara-negara Barat. "Sayangnya, pendekatan Barat berbeda secara radikal dari cara kita," ujarnya.

"Menilai dari isi perubahan yang diusulkan mereka, tujuan mereka adalah jelas ditujukan untuk menghilangkan rezim as-Assad di Damaskus," katanya.

Rusia dan China memveto resolusi Eropa atas Suriah pada Oktober 2011. Tapi Moskwa secara mengejutkan Dewan Keamanan dua bulan kemudian mengusulkan resolusinya sendiri yang mengutuk kekerasan baik oleh pemerintah maupun oposisi.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, pekan ini, menuduh Rusia menolak untuk bernegosiasi soal perubahan rancangan yang juga akan menguntungkan Barat. Diplomat Rusia mengatakan Moskwa akan mengadakan putaran baru konsultasi mengenai rancangan beberapa hari mendatang.

Tapi ia juga menambahkan bahwa Rusia sepenuhnya percaya bahwa misi yang sebenarnya sangat penuh kritikan sedang dilakukan di Suriah oleh pengamat Liga Arab. "Kami merasa kehadiran mereka adalah sebuah faktor penyeimbang di Suriah yang mendorong peluang penyelesaian damai," kata dia.(Ant/BEY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *