Pengembangan Pulau Berhala Butuh Dana Rp50 Miliar
Metrotvnews.com, Jambi: Pengembangan Pulau Berhala di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, membutuhkan anggaran sebesar Rp51 miliar. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi Didi Wurjanto, Kamis (19/1).
Didi mengatakan, Pulau Berhala membutuhkan sentuhan agar menjadi lokasi wisata yang eksotik. "Sekitar Rp51 miliar untuk pengembangannya. Pulau itu kecil namun ditunjang pulau di sekitarnya," kata Didi.
Selayaknya yang dikembangkan di pulau tersebut lebih kepada penyajian atraksi-atraksi budaya, ketimbang mengembangkan penginapan. karena pulau tersebut kecil, namun pulau di sekitarnya indah.
Jika untuk membangun penginapan, pulau tersebut tidak cukup baik, dikhawatirkan kontruksinya juga kurang maksimal. Menurut Didi, sebaiknya pulau tersebut dijadikan wisata hijau dengan memanfaatkan keindahan alam di sekitar dan pulau yang berada di sekelilingnya.
Soal rencana mobilisasi masyarakat Jambi untuk tinggal di kawasan ini, menurut Didi juga kurang tepat, sebab masyarakat Jambi bukan karakteristik nelayan, melainkan petani, sehingga tidak begitu cocok untuk tinggal di kawasan itu. "Kita berbeda dengan Riau yang memang sebagian besar masyarakatnya hidup sebagai nelayan," ujarnya.
Sebaiknya, pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan sehingga masyarakat akan tertarik datang sendiri. Pulau tersebut lebih cocok dijadikan tempat wisata pribadi ketimbang membuka paket wisata untuk umum seperti pasar malam.
Pertimbangan Didi, jika eksklusif tidak membutuhkan dana yang besar namun dapat menghasilkan penyewaan yang mahal, tapi jika untuk umum maka akan sulit membersihkan kotoran serta sampah yang nantinya berserakan, apalagi belum ada alat pengolahan sampah yang ramah lingkungan. "Jadi menurut saya lebih baik dijadikan wisata pulau pribadi," tambah Didi. (Ant/RIZ)




"Kita berbeda dengan Riau yang memang sebagian besar masyarakatnya hidup sebagai nelayan,"itu pulau punya org kepulauan riau bkn jambi dr karakteristik masyarakat udh jelas..
uang segitu sih cetek ..pemerintah pasti sanggup ngasih anggarannya,drpd ngasih ma dpr 20M hanya renov ruangan,klo pemerintah sampe ga ngasih , datengin ke dpr ,gebukin tuh pimpinan banggar sama rakyat,sita rumahnya dan jual ,pake uangnya u ngebangun.