Sepuluh WNI ABK di China Dipulangkan
Metrotvnews.com, Jakarta: Sepuluh anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang sebelumnya dikabarkan telantar di Kota Dalian, Provinsi Liaoning, China, dipulangkan ke Tanah Air, Ahad (22/1). Mereka diberangkatkan ke Indonesia dengan pesawat Garuda Indonesia (GA) 891 pada pukul 06.30 waktu Beijing dan diperkirakan tiba di Jakarta pada pukul 13.05 WIB.
Para ABK diselamatkan dari kapal ikan "Dayang 16" di Dalian, sekitar 1,5 jam penerbangan dari Beijing, ke KBRI Beijing. Sebelumnya pihak Kedutaan berhasil meyakinkan perusahaan itu agar mengizinkan 10 ABK dipindahkan ke Beijing.
Ke-10 ABK masing-masing Pajar Subhan (Jakarta), Dionisius Doni (Kalbar), Ilham Abdullah (Makassar), Robi (Makassar), Ahmad Bahri (Jakarta), Riky Suseno (Lamongan), Arifin Sakri (Bojonegoro), Akbar (Makassar), Cecep Hasim (Jakarta), dan Patroni (Jakarta).
Kepada Dubes RI di Beijing Imron Cotan, para ABK mengaku diperlakukan tak manusiawi di kapal ikan itu pada Oktober 2011. Para ABK yang berasal dari berbagai daerah di nusantara diberangkatkan dari Jakarta menuju Dalian kemudian dipekerjakan sebagai ABK di kapal-kapal berbendera China di perairan internasional, Samudera Pasifik.
Selama 40 hari perjalanan menuju Samudera Pasifik tersebut, para ABK mengaku, tak diberi akomodasi layak untuk bertahan pada cuaca musim dingin. Konsumsi pun tak sesuai dengan kontrak kerja. Mereka juga mendapatkan tekanan psikologis dan ancaman fisik. Para ABK kemudian menolak bekerja dan minta dipulangkan ke Indonesia.
Perusahaan membawa para ABK kembali ke Dalian, namun tetap menyandera mereka. Para ABK diminta membayar 10.000 RMB (sekitar 14 juta rupiah) perorang untuk biaya pemulangan, pengurusan exit permit, agent fee dan ganti rugi kepada perusahaan, karena kesepuluh ABK telah menandatangani Perjanjian Kerja Laut untuk termin 2 tahun terhitung September 2011.(Ant/ICH)



