Irak Minta Negara Tetangga tidak Campur Tangan
Metrotvnews.com, Baghdad: Irak mengecam Turki, Iran dan sejumlah negara Arab tetangganya karena berusaha "campur tangan" dalam krisis politik sebulan di Baghdad dan tidak menghormati kedaulatannya, Minggu (22/1).
Pernyataan pemerintah Irak itu, yang dipasang di situs kementerian luar negeri, disampaikan di tengah ketegangan antara Baghdad dan Ankara, khususnya menyangkut klaim Irak bahwa Turki mencampuri permasalahan dalam negeri Irak.
Menurut pernyataan itu, sejak awal tahun ini komentar-komentar dari "pejabat dari sejumlah negara tetangga mencerminkan upaya mereka untuk campur tangan dalam permasalahan dalam negeri Irak dan tidak menghormati kedaulatan Irak serta pemerintah yang dipilih oleh rakyat Irak".
Pernyataan yang dipasang dalam bahasa Arab dan Inggris itu mengatakan, "Irak tidak dan tidak akan menjadi pengikut. Irak tidak akan pernah menjadi pion dalam permainan lain atau berada di arena pembersihan antara pihak-pihak lain." "Karenanya, kami menyeru negara sahabat, khususnya Turki, Iran dan sejumlah negara Arab, menghormati kedaulatan dan kemerdekaan Irak," katanya.
Pernyataan itu tampaknya untuk menanggapi klaim kepala Pasukan Quds elit Iran, Qassem Suleimani, bahwa Irak dan Lebanon selatan dikendalikan oleh Iran. Namun, pernyataan Suleimani itu kemudian dibantah oleh Teheran.
Irak dan Turki juga berselisih menyangkut klaim Baghdad bahwa Ankara campur tangan dalam permasalahan Irak ketika Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menelefon PM Irak Nuri al-Maliki pada 10 Januari.
Maliki sejak itu mengecam Turki karena pernyataannya dan kedua negara tersebut memanggil duta besar masing-masing untuk mengungkapkan kekecewaan mereka.(Ant/DNI)




negara vertama yg dihantam kiamat itu amerika,israer. negara tersebut yg mmbuat negara2 remah dibombardir trus.jahanam .