PLTU Tanjung Sebatak Beroperasi Maret
Metrotvnews.com, Karimun: PT Perusahaan Listrik Negara Persero Ranting Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, memperkirakan mesin pembangkit listrik tenaga uap di Tanjung Sebatak, Kecamatan Tebing, beroperasi pada Maret 2012.
"Kami berhasil mengujicoba satu dari dua mesin PLTU dengan kapasitas 7 megawatt (MW) pekan lalu. Kami perkirakan pada Maret, kedua mesin yang telah terpasang dapat menyalurkan daya kepada pelanggan pada Maret 2012," kata Kepala PT PLN Ranting Tanjung Balai Karimun Khalid di Tanjung Balai Karimun, Senin (23/1).
Dalam ujicoba itu, daya yang dihasilkan tersalurkan selama satu hari kepada para pelanggan. "Karena bersifat uji coba, pada sore hari kami matikan kembali. Teknisi dari kontraktor pelaksana terus berupaya menyempurnakan jaringan dan mesin pembangkit agar tidak menemui kendala jika efektif beroperas," katanya.
Ia mengatakan untuk persediaan bahan bakar batu bara mencukupi untuk pengoperasian dua mesin PLTU yang memiliki total daya sebesar 14 MW tersebut. Terkait kendala teknis, lanjut dia, pihak kontraktor mengatakan dapat diatasi, sementara kesiapan jaringan sudah lama terpasang dari lokasi pembangkit menuju instalasi tegangan tinggi milik PLN.
"Untuk sementara, pasokan batu bara akan dibantu oleh PLN. Sedangkan masalah teknis sepenuhnya ditangani kontraktor," lanjutnya.
Pengoperasian PLTU Tanjung Sebatak diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan mengingat aktivitas perdagangan sempat "jalan di tempat" akibat krisis listrik berkepanjangan yang berakhir pada 2010.
"Target kami mengurangi calon pelanggan yang masuk daftar tunggu. Selain itu juga untuk mendorong perekonomian masyarakat seiring diberlakukannya status perdagangan bebas di Pulau Karimun Besar," tuturnya.
Proyek PLTU Tanjung Sebatak menjadi salah satu proyek besar PLN dalam mengentaskan krisis listrik di Pulau Karimun Besar. Untuk tahap awal, daya yang dihasilkan dari dua mesin tersebut diharapkan dapat menopang mesin pembangkit tenaga diesel di Unit PLTD Bukit Carok.
"Proyek ini merupakan program jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap mesin pembangkit tenaga diesel. Walau bagaimanapun, biaya solar untuk mengoperasikan mesin diesel lebih mahal dibandingkan batu bara untuk mesin tenaga uap," katanya.(Ant/BEY)



