Endin Dinilai Mimpi Disiang Bolong

Polhukam / Kamis, 26 Januari 2012 21:43 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus cek pelawat nampaknya belum berakhir dengan ditetapkannya Miranda Swaray Goeltom sebagai tersangka. Musababnya, Endin A.J. Soepihara, salah satu tersangka dalam kasus itu, menuding Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga terlibat dalam kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu.

Tapi, rupanya, "peluru" yang dilepas Endin tak sampai menembus kulit. Apalagi membuat banteng moncong putih kebakaran jenggot. Ada kesan orang-orang PDI Perjuangan menganggap Endin mimpi di siang bolong.

"Bisa jadi, asal Endin bisa menyampaikan dengan data, itu akan menjadi menarik. Tapi kalau hanya pernyataan, kemudian menjadi politisasi itu baru bermasalah," ucap anggota Fraksi PDIP Ganjar Pranowo saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Kamis (27/1) sore.

Menurut anggota Komisi II DPR itu, Megawati sempat akan dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi saksi buat Max Moein. Tapi rencana itu tak pernah terealisasi. Itulah yang kemudian dipolitisasi.

"Ya terjadi politisasi pada saat Mbak Mega mau dipanggil KPK untuk jadi saksi Max Moein. Kemudian sekarang dikembangkanlah sama Ramadhan Pohan dalam setiap show di TV bahwa ketua umum mereka diundang KPK, pasti datang ke KPK, sementara partai lain yang diundang tak datang. Perkataan itu maksudnya merujuk ke PDIP," lanjutnya.

Menurut Ganjar, Ramadhan tak berani berterus terang mengenai pemanggilan itu. Padahal, lanjut dia, setelah diklarifikasi Mega hanya dijadikan saksi meringankan. Cuma saksi seperti itu mesti diminta tersangka atau terdakwa. "Yang menarik, si terdakwa atau tersangka ini waktu ditanya, ternyata gak pernah minta (Mega menjadi saksi-Red)," terang Ganjar.

Menurut Ganjar, tudingan Endin tak lebih pernyataan tanpa fakta dan data. "Sebenarnya Endin ngomong seperti itu baik, tapi bukan statement. Tapi kalau kemudian Endin punya data, silakan saja. Tapi tidak dengan menuduh orang dengan perasaan, kan lucu. Maka saya bilang pun sama, saya juga simpan nama, kira-kira duitnya dari mana, tapi saya gak berani mengatakan itu. Karena data kita gak ada. Makanya, saya dorong Endin membuktikan dengan data," tantangnya.

Ganjar tak menampik jika tudingan yang dimaksud Endin adalah arahan ketua umum untuk memilih seseorang. "Mungkin jika maksud dia terlibat dalam arti sebagai ketua partai yang menyuruh anggotanya memilih calon, ya itu pasti kami pilih. Mau KPU, KPK, kita suruh milih, pilih yang itu. Karena itu sikap dari fraksi kami," terangnya.

Hanya, tambah Ganjar, PDI Perjuangan tak mengenal mekanisme otoriter. PDI Perjuangan selalu mengedepankan mekanisme rapat untuk menentukan calon yang akan diusung.

"Siapa yang dipilih. Anda boleh lihat, kami tidak selalu dan serta merta bilang iya. Kami rapatkan, di fraksi ada mekanismenya. Apa itu kelebihan dan kekurangan orang yang dipilih," katanya.

Bantahan serupa meluncur dari mulut anggota F-PDI Perjuangan lainnya, Trimedya Panjaitan. Menurut dia, Megawati tak pernah terlibat dalam kasus yang dituduhkan Endin.

"Nggak ada itu. Dalam beberapa kali Ibu Mega kan sudah jelas statemennya, siapa pemberi itu harus diungkap. Dalam posisi seperti itu nggak ada kekhawatiran kita ibu terlibat," katanya.

Trimedya malah mengaku partainya telah menanti cukup lama terkait penetapan Miranda. "Ini penantian panjang kami. Karena pada Agustus 2010, kawan-kawan kami ditetapkan tersangka, bahkan ada dua orang yang meninggal di tahanan, jadi ini seperti kado," ucapnya.

Ganjar dan Trimedya pun satu kata menolak anggapan yang menyebut pemilihan Miranda berdasarkan uang. "Dulu kami memilih Miranda, dalam kapasitas sebagai seorang ekonom yang oke saat itu. Kalau soal kapasitas, siapa yang meragukan kepakaran Miranda dalam bidang ekonomi. Bahwa kalau ternyata di belakangnya ada cerita ini, itu  jelas beda," jelas Ganjar.

Sementara Trimedya menegaskan, kebijakan PDI Perjuangan memilih Miranda waktu itu bukan dalam kapasitas ada uang. "Yang saya tahu, profesionalisme dia memang dia paling hebat," tandasnya.(TII)



Bookmark and Share

KOMENTAR [1]

  • arifin mohammed putera, Sabtu, 28-Januari-2012

    yg jd pertanyaan besarnya kenapa nunun larinya begitu jauh sampai aprat sulit mencium bauhny bu nunun ada pa diblik kasus cek pelawat yg dibagi kan kepada politisi senayan yg kebetulan mrk dr PDIP kenapa miranda kok lama ditetapkan sebagai tersangka ada apa dg miranda dg para politisi PDIP saat itu? maju trs kpk buktikan hukum itu berlaku sma kepada smua rakyat indonesia jgn hanya tajam kepada rakyat kecil tapi tumpul ketika bersentuhan kepada para elit

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *